Nusantara   2026/10/17 14:39 WIB

Laut Indonesia Membentang Seluas 3,25 Juta Km², Kemana Saja Hasil Lautnya Diekspor?

Laut Indonesia Membentang Seluas 3,25 Juta Km², Kemana Saja Hasil Lautnya Diekspor?

NUSANTARA - Laut Indonesia dikelilingi yang membentang seluas 3,25 juta km²—sekitar 62% dari total wilayah Indonesia—negeri ini diberkahi dengan kekayaan laut yang luar biasa.

Dari ribuan spesies ikan hingga beragam biota laut lainnya, Indonesia menjadi salah satu produsen perikanan terbesar di dunia.

Meski belum masuk 10 besar eksportir ikan global, produk perikanan Indonesia telah merambah pasar internasional, mulai dari Asia, Amerika, hingga Eropa.

Lalu, ke mana saja hasil laut Indonesia diekspor?\

Tiongkok, sebagai produsen ikan terbesar di dunia, sekaligus menjadi importir utama komoditas perikanan Indonesia.

Pada 2024, sekitar 36% (518 ribu ton) ekspor ikan Indonesia dikirim ke Negeri Tirai Bambu, dengan nilai mencapai USD 1,24 miliar.

Namun, meski volumenya besar, nilai ekspor ke Tiongkok masih kalah dibandingkan Amerika Serikat.

Ini karena Tiongkok lebih banyak mengimpor bahan baku olahan, seperti udang beku dan rumput laut, yang harganya lebih murah dibandingkan produk siap konsumsi.

Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan volume ekspor 217 ribu ton (hanya separuh Tiongkok), tetapi nilai ekspornya justru lebih tinggi: USD 1,9 miliar!.

Ini terjadi karena AS lebih banyak mengimpor produk bernilai tinggi, seperti tuna sirip kuning (yellowfin tuna), kepiting, dan lobster.

Selain itu, standar keamanan pangan (FDA) yang ketat membuat produk Indonesia yang masuk ke AS harus memenuhi kriteria premium, sehingga harganya lebih mahal.

Selanjutnya, ada Jepang, mengimpor 111 ribu ton ikan Indonesia senilai USD 598 juta, terutama tuna segar dan olahan untuk kebutuhan sushi dan sashimi.

Negara ASEAN (Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura), secara loyal masih menjadi negara importir utama, secara total membeli 270 ribu ton produk perikanan Indonesia di tahun 2024.

Kilas lebih lanjut, ini beberapa komoditas utama ekspor Indonesia yang paling laku di pasar global. Udang, masih memegang nilai ekspor tertinggi sepanjang tahun, yaitu sebesar (USD 1,72 miliar pada 2023), meski turun 19,8% dari tahun sebelumnya akibat fluktuasi harga global.

Tuna, Tongkol, Cakalang (TTC), 203 ribu ton diburu restoran Jepang dan Eropa. Cumi-Cumi & Gurita menunjukkan permintaan tinggi dari Korea Selatan dan Italia.

Rumput Laut, menjadi bahan baku industri kosmetik, makanan, dan farmasi. Serta,Kepiting & Rajungan sering diekspor ke AS dan Tiongkok.

Bentuk produk yang diekspor pun beragam, mulai dari segar, beku, olahan, seperti fish fillet, hingga olahan siap makan, seperti ikan kaleng dan kerupuk udang.

Oleh karena itu, di momentum Hari Kelautan Nasional, penting untuk menyadari bahwa Indonesia punya ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) terbesar ke-2 di dunia, tetapi pemanfaatannya belum optimal.

Perlunya peningkatan teknologi budidaya dan penangkapan berkelanjutan agar stok ikan tidak habis.

Serta, kebijakan ekspor-impor yang tepat bisa mendongkrak nilai tambah produk perikanan.

Laut adalah masa depan Indonesia. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, hasil laut kita tidak hanya akan memenuhi pasar global, tetapi juga menjaga ekosistem untuk generasi mendatang.

Cara ekspor ikan ke luar negeri menjadi hal yang semakin mudah didapatkan informasinya, terutama di era kemajuan teknologi ini.

Memahami segala persyaratan dan langkah-langkahnya menjadi hal penting yang dapat menguntungkan.

Hampir setiap negara melakukan aktivitas ekspor-impor sebagai bagian dari kegiatan ekonomi, bisnis ekspor ikan menjadi penting karena merupakan industri yang berpotensi menghasilkan pendapatan bagi negara.

Kegiatan ekspor-impor tidak akan pernah terlepas dari penggunaan wadah transportasi berupa kontainer. Peti kemas atau kontainer hadir sebagai alat yang memudahkan penyimpanan dan pengiriman kargo dalam jumlah besar.

Dapatkan informasi lengkap seputar jenis cold storage harga dan container 40 feet ukuran dari perusahaan peti kemas Tradecorp Indonesia. 

Indonesia adalah salah satu negara maritim terbesar di dunia. Dengan garis pantai yang panjang dan kekayaan laut yang melimpah, potensi ekspor hasil perikanan—terutama ikan—sangat besar.

Namun, tidak sedikit pelaku usaha perikanan atau nelayan yang masih bingung bagaimana cara ekspor ikan ke luar negeri secara legal dan menguntungkan.

Langkah-langkah ekspor ikan mulai dari perizinan, pengemasan, hingga tips sukses masuk pasar global:

1. Penuhi Persyaratan Dasar untuk Ekspor

Sebelum menyiapkan kontainer berisi ikan, pastikan Anda memenuhi syarat legal untuk ekspor dari Indonesia. Ini adalah fondasi utama agar kegiatan ekspor berjalan lancar dan tidak tersangkut hukum.

Dokumen dasar yang harus dimiliki:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS (Online Single Submission)
  • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) atau SIUP-MB
  • Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) untuk pelaku tangkap
  • Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) jika melibatkan proses produksi
  • Surat Karantina Ikan (Health Certificate) dari BKIPM

Semua dokumen ini dapat diurus melalui dinas perikanan setempat dan instansi terkait. Memiliki dokumen lengkap juga akan memudahkan saat berhubungan dengan pihak bea cukai dan buyer luar negeri.

2. Siapkan Prosedur Pengemasan dan Penyimpanan yang Standar Ekspor

Ikan merupakan komoditas yang mudah rusak. Maka dari itu, pengemasan dan sistem pendinginan (cold chain) adalah hal krusial. Kegagalan dalam menjaga kualitas bisa menyebabkan kerugian besar, bahkan penolakan dari negara tujuan.

Teknik pengemasan yang umum digunakan:

  • Ikan segar: dikemas dalam kotak styrofoam dengan es curah
  • Ikan beku: dikemas dalam plastik vakum, lalu masuk ke dalam karton dan freezer
  • Ikan kering atau olahan: dikemas dalam kemasan vakum food grade dan diberi label komposisi

Pastikan suhu tetap terjaga sepanjang perjalanan logistik. Gunakan jasa ekspedisi yang berpengalaman menangani produk seafood ekspor.

3. Pilih Negara Tujuan Ekspor yang Tepat

Memahami karakter pasar luar negeri sangat penting. Tidak semua jenis ikan laku di semua negara. Misalnya, Jepang banyak mengimpor tuna segar untuk sushi, sedangkan Timur Tengah lebih menyukai ikan beku dan kering.

Tips memilih negara tujuan:

  • Sesuaikan dengan jenis ikan yang dimiliki
  • Riset regulasi dan standar keamanan pangan negara tujuan
  • Cek tren permintaan melalui data ekspor KKP atau Trade Map

Beberapa negara tujuan utama ekspor ikan dari Indonesia antara lain: Jepang, China, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Malaysia.

4. Ikuti Prosedur Ekspor dengan Bea Cukai

Setelah semua dokumen lengkap dan produk siap, saatnya memproses ekspor melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Anda akan melakukan beberapa tahap, yaitu:

  • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) melalui sistem INSW
  • Pemeriksaan fisik oleh karantina (jika diperlukan)
  • Penerbitan NPE (Nota Pelayanan Ekspor) sebagai bukti sah ekspor

Gunakan jasa freight forwarder atau eksportir pihak ketiga bila belum yakin menangani sendiri. Pastikan semua berjalan sesuai regulasi agar tidak tertahan di pelabuhan.

5. Tips Sukses untuk Eksportir Pemula

Memulai ekspor memang terlihat rumit di awal, tapi jika dilakukan dengan terstruktur, hasilnya bisa sangat menjanjikan. Berikut beberapa tips penting:

  • Gabung komunitas atau koperasi ekspor: Belajar dari pelaku usaha lain yang sudah sukses.
  • Manfaatkan pelatihan dari KKP atau KADIN: Banyak program ekspor gratis untuk UMKM.
  • Bangun reputasi online: Buat katalog produk di marketplace B2B seperti Alibaba, TradeIndia, atau BuyerFish.
  • Jaga kualitas dan kejujuran: Buyer luar negeri sangat menghargai konsistensi dan transparansi.

Ekspor ikan ke luar negeri bukanlah mimpi yang sulit dicapai. Dengan memahami regulasi, mempersiapkan dokumen dengan benar, menjaga kualitas produk, dan membangun relasi dengan buyer luar negeri, Anda sudah berada di jalur yang tepat. (*)

Tags : laut, indonesia, laut membentang seluas 3, 25 Juta Km², hasil laut diekspor, kemana saja hasil laut diekspor,