News   2026/03/01 0:2 WIB

Lebih dari Satu Juta Warga Riau Terima Manfaat MBG, Relawan GARAPAN: Bisa Dorong Gizi dan Ekonomi Daerah 

Lebih dari Satu Juta Warga Riau Terima Manfaat MBG, Relawan GARAPAN: Bisa Dorong Gizi dan Ekonomi Daerah 
Larshen Yunus, Ketua Umum (Ketum) Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN).

PEKANBARU – Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN) menilai pentingnya disiplin penerapan standar operasional prosedur (SOP) serta transparansi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"MBG bisa dorong gizi dan ekonomi daerah."

"Terbukti program MBG terus menunjukkan progres signifikan di Provinsi Riau. Hingga Januari 2026, sebanyak 633 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah resmi berdiri dan beroperasi, mendekati target sekitar 800 unit," kata Larshen Yunus, Ketua Umum (Ketum) Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN) dalam amatannya.

Larshen mengapresiasi pencapaian pembangunan SPPG di Riau yang dinilainya membanggakan karena seluruhnya dibangun oleh mitra dari masyarakat setempat.

Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat realisasi program prioritas nasional tersebut.

Program MBG menyasar lima kelompok utama penerima manfaat, yakni anak balita, ibu hamil, ibu menyusui, peserta didik, serta guru dan tenaga pendidik.

Secara nasional, jumlah penerima manfaat mencapai 60,24 juta orang, terdiri dari 49,27 juta peserta didik dan 10,98 juta non peserta didik.

Tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, MBG juga memberikan dampak ekonomi yang luas.

Tercatat sebanyak 87.663 pemasok di seluruh Indonesia terlibat sebagai mitra program.

"MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan asupan gizi kelompok rentan sekaligus menekan angka stunting dan malnutrisi," sebutnya.

Sementara Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, mengungkapkan bahwa pencapaian ini didukung oleh peningkatan jumlah Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.

"Hingga akhir tahun, tercatat 497 dapur SPPG aktif dari total 677 dapur yang direncanakan di seluruh wilayah Riau," kata Syartiwidya,  pada Jumat (2/1).

Badan Gizi Nasional (BGN), melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, melaporkan pencapaian yang signifikan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau hingga akhir tahun 2025.

Berdasarkan data per 31 Desember 2025, sebanyak 1.077.209 penerima manfaat telah dilayani di berbagai kabupaten dan kota.

“Dengan adanya dapur yang beroperasi, Program MBG telah menjangkau lebih dari satu juta penerima manfaat. Namun, secara keseluruhan, realisasinya masih sekitar 54 persen dari total potensi sasaran di Provinsi Riau,” jelas Syartiwidya..

Ia menambahkan bahwa sasaran Program MBG mencakup kelompok prioritas yang luas.

Berdasarkan pendataan KPPG, potensi penerima manfaat di Riau terdiri dari 1.730.782 siswa, 274.504 balita, 4.830 ibu hamil, serta 88 ibu menyusui.

KPPG juga menekankan komitmennya untuk terus memperluas program ini, terutama melalui pengoperasian 180 dapur SPPG yang saat ini belum aktif.

Langkah ini diprioritaskan untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Capaian per 31 Desember 2025 ini menjadi dasar evaluasi kami untuk mempercepat distribusi di tahun berikutnya. Fokus kami adalah mengoptimalkan infrastruktur dapur agar manfaat Program MBG dapat dirasakan secara merata,” imbuhnya.

Syartiwidya menambahkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Dengan pemenuhan gizi seimbang, program ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kesehatan ibu, serta mendukung pembangunan manusia berkelanjutan di Provinsi Riau.

Namun kembali disebutkan Larshen Yunus, program ini (MBG) menjadi bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, MBG juga mendorong kebangkitan ekonomi daerah dengan memberdayakan UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok bahan baku makanan.

Ia juga menyampakan, pentingnya peran kepala SPPG sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas pelaksanaan program.

"Dengan sekitar 60 juta penerima manfaat secara nasional, pengawasan mutu dinilai tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga pada penerima manfaat itu sendiri."

“Penerima manfaat adalah pengawas terbaik. Jika kualitas tidak baik, mereka yang pertama merasakan. Karena itu, kepala SPPG harus memastikan standar mutu, kebersihan, dan ketepatan distribusi benar-benar terjaga serta memperbarui data melalui media sosial masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi ini bertujuan memastikan sistem pemenuhan gizi yang dijalankan telah memenuhi standar dan berjalan sesuai harapan.

Sebanyak 633 SPPG telah dibangun di 12 kabupaten/kota di Riau dengan melibatkan 25.081 relawan.

Total penerima manfaat MBG di Riau mencapai 1.420.723 jiwa. Dari jumlah SPPG yang telah berdiri, 228 unit telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi yang diterbitkan Dinas Kesehatan, sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan. (*)

Tags : makan bergizi gratis, mbg, riau, 1 juta warga riau terima manfaat mbg, mbg bisa dorong gizi dan ekonomi daerah, gabungan rakyat prabowo gibran, garapan, larshen yunus, News,