RAMADHAN selalu datang dengan rasa yang berbeda. Ada harap, ada rindu, ada degdegan di dada saat adzan Isya berkumandang dan saf-saf mulai dirapatkan untuk tarawih pertama.
"Mari awali Tarawih dengan amal terbaik."
"Malam pertama seperti gerbang pembuka. Jika diawali dengan kuat, insyaAllah langkah sebulan ke depan terasa lebih ringan," kata Drs H Zubir MPd, Ketua Rukun Warga (RW) 03, Kelurahan SidomulioTmur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru dikontak ponselnya, Rabu (18/2).
Ia menghimbau warganya, jaga ketertiban, lingkungan bersih dan tidak bermain mercon.
Malam pertama Ramadhan, katanya, bukan sekadar pergantian kalender hijriyah. Ia adalah momentum taubat dan pembaruan diri.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menunaikan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan, dosa-dosa yang lalu diampuni seakan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan. Pahala pun dilipatgandakan, dan semangat istiqomah selama sebulan penuh menjadi lebih terjaga.
Ia juga minta warga awali dengan niat yang bersih, beribadah hanya karena Allah. Bukan untuk dipuji, bukan untuk sekadar terlihat rajin.
Melaksanakan 8 atau 20 rakaat, keduanya memiliki landasan praktik ulama. Shalat berjamaah di masjid bernilai pahala 27 derajat lebih utama dibanding shalat sendiri (HR. Bukhari dan Muslim).
"Tentu di bulan suci Ramadhan warga tidak lupa harus membaca Al-Qur’an, Muhasabah dan Doa, jangan lupa juga berlomba sedekah," himbaunya.
Mengapa malam pertama (Tarawih) penting?
Zubir menilai, karena ia menentukan ritme. Jika diawali dengan disiplin dan niat tulus, hari-hari berikutnya akan mengikuti.
Khusyuk bukan datang tiba-tiba. Ia hadir dari persiapan dan kesungguhan hati.
Ramadhan identik dengan kepedulian sosial. Saat perut kenyang berbuka, ada tetangga yang mungkin masih menghitung sisa beras, "kita bantu sekaligus tingkatkan silaturahmi," pungkasnya.
Warga juga diminta untuk berInfaq membantu masjid agar lebih ramai, atau berbagi paket makanan menjadi amal sederhana yang dampaknya luas. Silaturahmi pun terjalin, keberkahan semakin terasa.
Jadi, Tarawih pertama, kata dia, langkah awal perjalanan spiritual sebulan penuh. Dengan niat yang lurus, shalat berjamaah, tilawah, muhasabah, serta sedekah pembuka, Ramadhan dapat dimulai dengan energi terbaik. Dan untuk menyempurnakan malam pertama dengan berbagi kebaikan, menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi langkah nyata menghadirkan manfaat bagi sesama di bulan penuh berkah ini. (*)
Tags : ramadhan, ramadhan 2026, malam tarawih pertama, awali ramadhan dengan amal terbaik, News Kota,