Pendidikan   2026/07/18 16:44 WIB

Maxsasai Indra Raih Suara Terbanyak dari Pesaing Lainya untuk Calon Rektor UNRI Periode 2026-2030

Maxsasai Indra Raih Suara Terbanyak dari Pesaing Lainya untuk Calon Rektor UNRI Periode 2026-2030

PEKANBARU - Senat Universitas Riau telah menyelesaikan pemungutan suara untuk memilih tiga nama calon rektor periode 2026-2030, setelah delapan bakal calon Rektor menyampaikan visi misi mereka.

"Tiga calon rektor UNRI diverifikasi."

"Alhamdulillah dari 8 bakal calon yang mendaftar, terjaring tiga orang. Ketiganya adalah Dr. Maxsasai Indra, SH., MH dari Fakultas Hukum yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor 1 Unri, lalu Prof Ahmad Fadli ST MT PhD yang merupakan Dekan Fakultas Teknik Unri, dan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Dekan FKIP Unri," kata Ketua Senat Unri Prof. Dr. Ir. Zulkarnaini, M.Si didampingi Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Dr M Rasuli SE MSi Ak CA ACPA, Rabu (8/7). 

Ketiga calon rektor UNRI ini adalah Dr. Maxsasai Indra, SH., MH yang meraih 29 suara, Prof Ahmad Fadli ST MT PhD dengan dukungan 13 suara, dan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si yang mendapatkan 11 suara. 

Sebelumnya, lima bakal calon lainnya harus gugur. Mereka adalah Prof. Dr. Iwantono, M.Phil (4 suara), Prof. Dr. Elfizar, S. Si, M. Kom (2 suara), Prof. Dr. Firdaus, S.H., M.H (2 suara) dan Prof. Dr. Nofrizal, S.Pi., M.Si. (1 suara). Sedangkan Aldrin Herwany, S.E., M.M., Ph.D tidak mendapatkan suara. 

Dari hasil pemungutan suara oleh 62 anggota Senat Unri tersebut terpilih tiga nama dengan perolehan suara terbanyak, tetapi Dr Maxsasai Indra SH MH  raih suara terbanyak. 

Zulkarnaini menyatakan, ketiga nama yang terjaring akan dikirim ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk diverifikasi, dan akan dilakukan pemilihan rektor oleh Senat Universitas dan urusan Kementerian pada 5 Agustus 2026 mendatang. 

Dr. Maxsasai Indra saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau (Unri). Ia mendaftar sebagai bakal calon Rektor Unri periode 2029-2030, pada Jumat (8/5/2026) didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Yuana Nurulita SSi MSi PhD, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Hermandra MA dan sejumlah dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Unri.

Mexsasai Indra mengatakan dirinya berharap proses Pemilihan Rektor periode 2026-2030 berjalan lancar, damai, dan adil.

Pria kelahiran Air Molek, 13 Maret 1981 itu mengatakan dirinya maju sebagai calon Rektor karena memiliki pengalaman dan memahami situasi dan kondisi di lingkup Unri, terutama di bidang akademik.

"Saya pernah menjadi sekretaris program magister, kemudian kurator program studi, Wakil dekan bidang akademik, jadi Dekan Fakultas Hukum selama 1,5 tahun, kemudian Wakil Rektor Bidang Akademik. Nah atas dasar itu kita punya keyakinan bahwa dari aspek kompetensi, kita punya pemahaman yang cukup terhadap masalah yang ada di Universitas Riau untuk memajukan Unri sebagai jantung hati masyarakat Riau," katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa jika kelak memimpin Unri maka arah dan kebijakan Universitas Riau sebagai pendidikan tinggi yang ada di Riau tidak bisa lepas dari arah dan kebijakan yang ada di tingkat Kementerian Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi yaitu kampus yang benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat.
 
Prof. Ahmad Fadli saat ini diamanahkan sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau periode 2025-2029.

Gelar sarjana Teknik Kimia Ahmad Fadli diraih di Universitas Sriwijaya, S2 di Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada, dan dilanjutkan ke jenjang Doctor of Philosophy in Materials Engineering (Dr) International Islamic University Malaysia. 

Prof Ahmad Fadli ST MT PhD dilantik sebagia Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau (Unri) untuk periode 2025-2029 oleh Rektor Unri Prof Sri Indarti di Aula Lantai Empat Gedung Rektorat Kampus Binawidya pada Kamis 10 April 2025.

Prof Jimmi Copriady merupakan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau.

Ia mendaftar sebagai bakal calon Rektor Unri periode 2026-2030, Kamis (7/5/2026). Saat mendaftar, ia turut didampingi belasan pendukungnya dari berbagai fakultas, termasuk mantan Dekan FKIP Dr Isjoni.

Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si mengatakan dirinya maju pada pemilihan rektor periode 2016-2030 sebagai bentuk rasa hormat atas aspirasi dan kepercayaan kawan-kawan civitas Unri khususnya para senior dan para Dekan serta banyak pihak untuk bersama memperjuangkan untuk Unri lebih baik.

"Saya ikut dalam kontestasi pemilihan Rektor UNRI periode 2026-2030 ini juga merupakan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen peradaban untuk memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat dengan menjadikan Unri sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang Unggul dan bermartabat sesuai Visi Misi Unri 2035," sebutnya.

Pada kesempatan itu Jimmi Copriady juga mengatakan bahwa ke depan dan seiring waktu, Unri akan menghadapi tantangan yang tidak sederhana terhadap perubahan zaman.

Maka dibutuhkan kolaborasi Pentahelix yaitu unsur akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan media, dalam mewujudkan Visi UNRI 2035 melalui penguatan riset dan inovasi yang berdampak, layanan akademik yang beradaptasi dengan perkembangan pendidikan, Good University Goverment dalam tata kelola, ekosistem talenta yang prospektif bagi mahasiswa dan alumni serta penguatan jaringan kerjasama serta internasionalisasi. 

"Itu semua tentu selaras dengan kebijakan Pemerintah sehingga mampu mengangkat reputasi Unri sebagai solusi terhadap dinamika masyarakat," ujarnya lagi. (*)

Tags : universitas riau, unri, unri pilih rektor baru, calon rektor unri maxsasai Iindra raih suara terbanyak, calon rektor periode 2026-2030,