Artikel   2026/02/03 12:35 WIB

Mengapa Bulan Syaban Istimewa? Ini Penjelasannya

Mengapa Bulan Syaban Istimewa? Ini Penjelasannya

SYABAN merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang kerap luput dari perhatian, padahal memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.

Bulan ini berada di antara Rajab dan Ramadhan, serta dikenal sebagai bulan yang sangat dimuliakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Di dalamnya terdapat sejumlah tanggal penting terutama Nisfu Sya’ban, yang diyakini banyak ulama sebagai waktu diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah SWT.

Karena itu, Sya’ban menjadi momentum penting untuk memperbanyak ibadah sekaligus mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.

Apa itu Sya'ban? Sya'ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Islam (hijriah).

Meskipun tidak termasuk salah satu dari empat bulan suci, Sya'ban adalah bulan yang sangat penting bagi Nabi Muhammad SAW dalam hal ibadah dan menawarkan tanggal penting bagi umat Islam.

Kapan Sya'ban 2026?

Menurut kalender Islam dan perhitungan kalender Masehi, Nisfu Sya'ban 1447 Hijriyah bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Sedangkan malam Nisfu Sya'ban dimulai pada Senin, 2 Februari 2026 Waktu Maghrib hingga terbit fajar keesokan harinya.

Tanggal Penting di bulan Sya'ban

Dikutip dari laman Islamic-Relief, dijelaskan bahwa hari paling penting di bulan Sya'ban adalah tanggal 15, juga dikenal sebagai Shab-e-baraat atau Nisfu Sya'ban. Tanggal 15 Sya’ban adalah hari di mana banyak ulama percaya bahwa Allah SWT mengangkat amal hamba-Nya, berdasarkan berbagai riwayat.

Amal-amal yang dibawa kepada Allah SWT secara teratur: harian, mingguan dan tahunan: Setiap hari, setelah Sholat Subuh dan Ashar. Mingguan pada hari Senin dan Kamis. Tahunan, selama bulan Sya'ban.

Mengapa Sya'ban Penting?

Bulan Sya’ban merupakan bulan yang mulia karena beberapa alasan, di antaranya karena disebut sebagai bulan Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda, "Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku." (HR Imam as-Suyuthi)

Nabi Muhammad SAW biasa melaksanakan banyak puasa di bulan di mana Allah (SWT) mengangkat amal hamba-hambanya. (Sebagian ulama berpendapat seperti ini)

Manfaat lain dari ibadah dan puasa di bulan Sya'ban adalah sebagai kesempatan untuk melatih diri dalam persiapan menghadapi Ramadhan.

Aisyah Radhiyallahu anha mengatakan, "Rasulullah SAW biasa berpuasa sampai kami mengira dia tidak akan pernah berbuka, dan tidak berpuasa sampai kami mengira dia tidak akan berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa selama sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat dia berpuasa lebih dari yang dia lakukan di bulan Sya’ban." (HR Imam Al-Bukhari)

Bulan Sya'ban saat yang tepat untuk menggabungkan kebiasaan yang bermanfaat dan tindakan ibadah ekstra, seperti sedekah, sholat wajib dan sunah misalnya tahajud, istighfar dan membaca Alquran.

Merayakan Sya’ban

Sya'ban adalah bulan Rasulullah SAW. Ini adalah bulan penting dalam persiapan Ramadhan SAW, dan bulan yang menjadi tuan rumah shab-e-baraat, tanggal 15 Sya'ban yang merupakan salah satu malam paling suci dalam setahun, menurut sejumlah ulama. Umat Muslim merayakannya dengan memanjatkan doa, menghabiskan waktu bersama dan membangun jembatan dengan orang yang dicintai, dan umumnya memperbanyak zikir mereka.

Rayakan Sya'ban dengan Bersedekah

Salah satu pahala yang paling mulia ketika Sya’ban adalah sedekah. Sedekah adalah sarana penyucian diri kita dalam persiapan menyambut Ramadhan.

Sebagai bulan Nabi Muhammad SAW, kita harus menghormatinya dan menunjukkan rasa terima kasih kita atas rahmatnya dalam membantu orang miskin dan membutuhkan atau membantu anak yatim. Ini adalah perbuatan yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW.

Doa, Tasbih dan Hadits untuk Sya'ban

Nabi Muhammad SAW mengatakan, "Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulan saya dan Ramadhan adalah bulan umat saya." (HR Imam as-Suyuthi)

Sebagai bulan Nabi Muhammad SAW, Sya'ban adalah waktu yang tepat untuk belajar tentang kehidupannya yang diberkati (Sirah), mengirimkan salam (sholawat) yang lebih banyak dan mencoba serta mempraktikan lebih banyak tindakan sunnah dalam hidup kita.

Nabi Muhammad SAW berkata, "Orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak mengirimkan shalawat kepadaku." (HR Imam At-Tirmidzi).

“Ketika malam pertengahan Sya’ban, habiskan malamnya dengan berdoa dan berpuasa pada hari itu. Karena Allah turun saat matahari terbenam pada malam itu ke langit terendah dan berkata, "Apakah tidak ada orang yang akan meminta pengampunan kepada-Ku, agar Aku memaafkannya? Apakah tidak ada orang yang akan meminta kepada-Ku rezeki sehingga Aku dapat memberinya rezeki? Apakah tidak ada orang yang tertimpa kesulitan, agar aku membebaskannya?' Demikian seterusnya, hingga fajar menyingsing." (HR Imam Ibnu Majah)

Doa Nabi Muhammad SAW, "Ya Allah, berkati kami di Rajab dan Sya'ban dan memungkinkan kami untuk mencapai Ramadhan." (HR Imam Ahmad)

Tags : nisfu syaban, syaban, bulan syaban, ramadhan, islam,