Agama   2026/02/17 13:51 WIB

Menhaj Pastikan Jamaah Haji Indonesia Peroleh Hidangan Cita Rasa Nusantara di Makkah

Menhaj Pastikan Jamaah Haji Indonesia Peroleh Hidangan Cita Rasa Nusantara di Makkah

Seluruh area penyimpanan bahan makanan dipastikan dalam kondisi bersih dan higienis.

MAKKAH -- Untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia, jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah melakukan supervisi dan pengecekan langsung dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan layanan konsumsi jamaah berjalan optimal, higienis, dan sesuai dengan cita rasa tanah air.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah menegaskan agar dapur penyedia konsumsi jamaah haji menggunakan bumbu masak asli dari Indonesia, termasuk beras. Kebijakan ini diambil untuk menjaga konsistensi rasa dan memastikan jamaah tetap dapat menikmati hidangan dengan cita rasa yang akrab seperti di tanah air.

Pemerintah juga meminta agar treatment atau pengolahan beras Indonesia dilakukan sesuai standar yang biasa diterapkan di Indonesia, sehingga kualitas tekstur dan rasa nasi tetap terjaga.

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, memastikan bahwa jamaah haji Indonesia mendapatkan layanan konsumsi terbaik, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, dan cita rasa Nusantara.

"Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang familiar bagi jamaah, sehingga mereka tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah," jelasnya dalam siaran pers, Selasa (17/2).

Aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam supervisi ini. Seluruh area penyimpanan bahan makanan dipastikan dalam kondisi bersih dan higienis, memenuhi standar keamanan pangan.

Pengecekan juga dilakukan menyeluruh mulai dari area dapur, proses memasak, hingga tahap pengemasan (packing).

Fasilitas diminta mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sesuai jumlah jemaah haji, baik dari sisi kapasitas produksi maupun ketepatan distribusi.

Lebih lanjut, Gus Irfan menekankan pentingnya konsistensi standar layanan.

"Pelayanan konsumsi bukan hanya soal makanan tersedia, tetapi bagaimana kualitasnya terjaga, rasanya sesuai selera jamaah Indonesia, dan distribusinya tepat waktu," ujarnya.

Supervisi ini, ujar Gus Irfan, menunjukkan keseriusan Kementerian Haji dan Umrah dalam menghadirkan pelayanan prima yang terstandar dan berorientasi pada kepuasan jamaah.

"Dengan pengawasan langsung serta penekanan pada kualitas bahan, higienitas, kapasitas produksi, dan cita rasa, pemerintah optimistis pelayanan haji Indonesia semakin profesional dan membanggakan, sekaligus memperkuat citra positif kementerian di mata publik sebagai institusi yang responsif dan berkomitmen tinggi terhadap kenyamanan jamaah," kata Gus Irfan. (*)

Tags : kemenhaj ri, menhaj irfan gus, calon jamaah haji, jamaah haji 2026, haji 2026,