Agama   2026/01/24 13:5 WIB

Muhammadiyah Diminta Masuk Dunia AI, Prof Dadang Kahmad: Ini Bukan Produk Orang Kafir

 Muhammadiyah Diminta Masuk Dunia AI, Prof Dadang Kahmad: Ini Bukan Produk Orang Kafir

Penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak.

AGAMA -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad menegaskan pentingnya penguatan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari strategi dakwah Muhammadiyah di era digital.

Dalam pengantarnya pada pengajian rutin PP Muhammadiyah, Prof Dadang menyebut AI bukanlah sesuatu yang harus dicurigai, apalagi dianggap bertentangan dengan nilai Islam. Karena, menurutnya, Algoritma itu justru diletakkan pertama kali oleh Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi, ilmuwan Muslim abad ke-9. 

"Jangan anggap bahwa AI itu produk orang kafir, bukan. Yang menciptakan pertama kali itu algoritma itu Al-Khawarizmi,” ujarnya dalam pengajian rutin bertema “Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan: Mengembangkan AI yang Berkah, Beretika, dan Berkemajuan” di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (23/1/2026) malam.

Ia menekankan bahwa AI bekerja dengan data dan algoritma, dua hal yang sejatinya berakar dari tradisi keilmuan Islam. Namun, umat Islam justru tertinggal karena meninggalkan sains dan pengetahuan.

“Yang menguasai sekarang China, Jepang, Eropa, Amerika. Kita tertinggal karena malas belajar,” ujar Prof Dadang.

Menurutnya, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak, terutama ketika minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Dari seribu orang, hanya satu yang gemar membaca.

“Padahal Alquran itu perintahnya jelas, Iqra’ (bacalah),” kata Guru Besar UIN Bandung ini.

Prof Dadang juga menyoroti perilaku generasi muda yang menghabiskan rata-rata delapan jam per hari di dunia digital. Kondisi ini, kata dia, harus direspons dengan pendekatan dakwah yang relevan.

“Maka kalau kita sekarang tidak mau memanfaatkan AI, termasuk media-media sosial untuk dakwah kita, maka informasi tentang agama kita mungkin tidak lagi diperhatikan,” jelas Prof Dadang.

Ia menilai pemanfaatan AI secara etis dan berkemajuan justru menjadi peluang besar bagi Muhammadiyah untuk tetap hadir dan relevan di tengah generasi Z dan Alpha. (*) 

Tags : ai, muhammadiyah, pp muhammadiyah, dakwah digital, nu,