Sosial   2026/03/20 21:5 WIB

MUI Ajak Umat Terus Berbagi Usai Ramadhan yang Jadi Bukti Iman

MUI Ajak Umat Terus Berbagi Usai Ramadhan yang Jadi Bukti Iman

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis mengingatkan, pentingnya menunaikan zakat fitrah sebagai kewajiban setiap Muslim di bulan Ramadhan sekaligus wujud nyata keimanan.

Menurut dia, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga memiliki makna sosial yang kuat, yakni membangun kepedulian dan kebiasaan berbagi di tengah masyarakat.

“Pada bulan Ramadhan ini ada kewajiban zakat fitrah bagi kita, bagi tubuh kita dan juga yang memiliki harta selama satu tahun, berkewajiban menunaikan zakat,” ujar Cholil usai mengikuti Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H  di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Ia menekankan, semangat berbagi harus menjadi kebiasaan yang terus dijaga, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.“Biasakan kita berbagi di antara kita. Bagi orang mukmin, bersedekah itu bukti bahwa kita beriman,” ucap Pengasuh Ponpes Cendikia Amanah Depok ini.

Kiai Cholil menjelaskan, keberlanjutan amal kebaikan setelah Ramadhan menjadi salah satu tanda diterimanya ibadah puasa oleh Allah SWT. Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk mempertahankan tradisi kebaikan tersebut sepanjang tahun.

“Menjaga kebiasaan di bulan Ramadhan dan diteruskan pada 11 bulan berikutnya menunjukkan bahwa Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT,” kata Kiai Cholil."Karena kebaikan ibadah yang diterima akan juga berlanjut dengan kebaikan itu," jelasnya.

Kiai asal Madura ini pun menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam yang telah menunaikan ibadah puasa dan bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri yang ditetapkan pemerintah jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

“Selamat kepada kita semua yang telah lulus berpuasa, dan insya Allah besok kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri,” kata dia.

Target Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyampaikan, target penghimpunan zakat selama Ramadhan sebesar Rp 515 miliar. Untuk penghimpunan zakat fitrah targetnya sekitar Rp 13 miliar.

"Di bulan Ramadhan ini, Baznas menargetkan Rp515 miliar ya, perolehan sampai saat ini sudah di angka 77 persen ya, Insya Allah masih cukup positif," kata Pimpinan Baznas, Rizaludin Kurniawan kepada Republika, Senin (16/3/2026)

Rizaludin mengatakan, biasanya ada penambahan yang cukup signifikan dana zakat yang dihimpun menjelang Idul Fitri. Dalam sehari bisa terjadi puluhan ribu transaksi pembayaran zakat di hari-hari menjelang Idul Fitri.

Terkait target zakat fitrah Rp 13 miliar pada Ramadhan tahun ini, ia mengatakan bahwa Baznas mengeluarkan keputusan tentang zakat fitrah Rp 50 ribu per orang jika membayar zakat melalui uang. Dari dana Rp 50 ribu tersebut, Baznas akan membeli beras premium sebanyak 2,5 kilogram untuk disalurkan kepada mereka yang berhak menerima zakat fitrah.

"Nah, berasnya ini adalah beras premium yang dibeli oleh Baznas, jadi Rp 50 ribu itu adalah untuk beras premium, Baznas akan memberikan para fakir miskin dengan beras premium seharga Rp50 ribu," ujar Rizaludin.

Di tempat yang sama, Pimpinan Baznas, Idy Muzayyad mengajak masyarakat untuk segera menunaikan zakat fitrah melalui Baznas dan LAZ resmi. Zakat fitrah tersebut nantinya oleh Baznas akan disalurkan dalam bentuk beras premium sebanyak 2,5 kilogram.

"Masyarakat diimbau menunaikan zakat fitrah melalui Baznas dan LAZ resmi agar disalurkan ke penerima zakat fitrah yang tepat dan berhak," kata Idy. 

Tags : ramadhan 2026, zakat, zakat fitrah, zakat baznas, membayar zakat, membayar zakat ramadhan,