Bisnis   2026/04/15 9:19 WIB

PT Musim Mas Raih 14 PROPER Hijau dan Biru Bersama Groupnya, Humas Malinton Purba: Operasional Pengelolaannya Tetap Perhatikan Lingkungan 

PT Musim Mas Raih 14 PROPER Hijau dan Biru Bersama Groupnya, Humas Malinton Purba: Operasional Pengelolaannya Tetap Perhatikan Lingkungan 

PEKANBARU - Musim Mas Group terus meningkakan pencapaian pada Penghargaan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Melalui 18 anak usahanya di sektor Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan Perkebunan, Musim Mas Group berhasil mendapatkan 14 PROPER Hijau dan 10 PROPER Biru.

"Kita sudah peroleh 14 PROPER Hijau dan Biru yang telah diumumkan di Jakarta, Senin, 24 Februari 2025 lalu. Artinya dalam operasionalnya perusahaan tetap komitmen dalam pengelolaan lingkungan," kata Humas Manager PT Musim Mas, Malinton Purba SH MH dalam bincang-bincangnya belum lama ini.

Musim Mas Group berhasil menambah Penghargaan PROPER Hijau, dari 11 pada tahun lalu menjadi 14 pada tahun ini.

Menurutnya, anugerah lingkungan PROPER peringkat Hijau itu menunjukkan kinerja lingkungan yang sangat baik dan telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, dimana perusahaan secara konsisten mengelola dampak lingkungan dengan cara yang efektif dan efisien, seperti pengelolaan limbah dengan benar, meminimalkan polusi, menggunakan energi terbarukan, serta melakukan upaya konservasi dalam wilayah operasional.

“Sebagai perusahaan global yang memiliki operasional utama di Indonesia, Musim Mas Group memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan industri kelapa sawit yang ramah lingkungan serta berkelanjutan."

"Upaya kami dalam meminimalisir dan memitigasi dampak lingkungan di wilayah operasional, terutama dalam upaya konservasi dan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Kami merasa bangga bahwa Musim Mas Group menjadi penerima penghargaan PROPER Hijau terbanyak di industri sawit tahun ini. Dari total 16 perusahaan sub sektor sawit penerima PROPER Hijau, 14 diantaranya adalah anak perusahaan kami,” jelasnya.

Musim Mas Group dalam menjalankan komitmen pengelolaan lingkungan, Salah satu pendekatan utama yang dilakukan adalah melalui pemulihan zona riparian (sempadan sungai) dan zona penyangga lainnya dengan melakukan penanaman spesies pohon lokal.

“Wilayah riparian menjadi hal yang krusial sebagai bagian dari upaya mencapai Net Zero," sebutnya.

"Pembenahan riparian dapat menjaga kualitas air, penyerapan karbon, menjaga habitat dan koridor konektifitas satwa liar, pengendali erosi tanah, hingga menjaga kualitas tanah,” tambahnya.

"Perusahaan telah menanam sekitar lebih dari 155.000 pohon, yang terus dijaga dan dipantau tingkat kelangsungan hidupnya."

"Musim Mas Group tidak melakukan penanaman baru pada ekosistem alami dalam wilayah operasi perusahaan, yang mencakup area dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT), lahan gambut, dan hutan Stok Karbon Tinggi (SKT)."

"Tetapi operasional pabrik kelapa sawit, Musim Mas Group tetap menerapkan konsep Zero Waste, dimana produk sampingan di daur ulang dan diubah menjadi bahan yang tidak berbahaya untuk digunakan kembali."

"Musim Mas Group memiliki fasilitas Methane Capture yang digunakan untuk mengelola limbah gas metana yang dihasilkan dari proses operasional perusahaan menjadi listrik, yang hasil listriknya digunakan untuk operasional dan perumahan pekerja di lokasi operasi perkebunan dan pabrik Musim Mas Group."

“Kini Musim Mas menjadi grup perusahaan sawit pertama yang memperluas proyek Methane Capture ke hampir seluruh pabriknya, dalam upaya pengurangan emisi GRK."

"Kami bangga pada akhir tahun lalu Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Bp. Hanif Faisol, meninjau langsung fasilitas Methane Capture di Sorek, Riau, dalam rangka menyusun roadmap pengurangan emisi GRK,” diakui Malinton Purba.

Musim Mas Group terus mengikuti panduan Science Based Target initiative (SBTi) dalam mencapai Net Zero pada tahun 2050. (*)

Tags : pt musim mas, mm, perusahaan perkebunan, mm raih 14 PROPER Hijau dan Biru, operasional pabrik mm, riau, mm perhatikan lingkungan ,