NIKITA WILLY ceritakan pengalamannya mendapatkan keajaiban saat puasa, lantas menekankan bahwa puasa adalah perjalanan, bukan lomba.
Menjelang bulan suci Ramadhan, ketenangan hati dan kesadaran spiritual mulai menyapa keluarga‑keluarga di Indonesia. Bagi banyak orang, puasa bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi panggilan hati yang membawa keajaiban baik untuk kesehat preparedness lahir maupun batin.
Nikita Willy, aktris dan ibu muda yang dikenal dengan pola asuh gentle parenting, membagikan pendekatan indah dalam memperkenalkan makna puasa kepada anak‑anaknya. Ia tidak memaksa, tidak mengejar target, tetapi membangun kesadaran bertahap, sesuai dengan kesiapan fisik dan emosional Issa Xander Djokosoetono (3) dan Nael Idrissa (1).
"Sekarang ini belum aku ajarin untuk berpuasa. Aku lebih memperkenalkan bahwa ini bulan Ramadhan, bulan suci, dan bagaimana kita sebagai muslim menjalankannya," kata Nikita saat hadir dalam acara Boostopia by Expert Boost.
Dalam pengasuhannya, Nikita menekankan bahwa puasa adalah perjalanan, bukan lomba. Melalui contoh dalam rutinitas keluarga, ia membantu anak‑anak memahami nilai, makna, dan kebiasaan Ramadhan sesuai tahap tumbuh kembangnya. Inilah esensi gentle parenting: mendampingi dengan kasih, tanpa tekanan, namun dengan kesadaran penuh.
Keajaiban untuk Kesehatan Lahir & Batin
Puasa memiliki kekuatan transformatif yang luar biasa, tidak hanya untuk jiwa, tetapi juga untuk tubuh. Dalam perspektif kesehatan, puasa:
Namun, di balik manfaat fisik tersebut, keajaiban puasa terletak pada dampaknya terhadap jiwa:
Inilah sebabnya puasa disebut sebagai ruh al‑ibadah — ruh dari semua ibadah. Ia adalah saat di mana tubuh dan jiwa bersama‑sama berkembang menuju kesempurnaan.
Bekal Utama Menjelang Ramadhan
Seiring dengan pendekatan spiritual, Nikita juga menekankan pentingnya kesehatan dan nutrisi anak, terutama menjelang Ramadhan. Ia rutin berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, khususnya asupan mikronutrien penting.
"Dokter anakku menyarankan suplementasi vitamin D karena penting untuk kesehatan mata dan tulang," ujarnya.
Kesadaran ini semakin menguat setelah Nikita mengetahui fakta bahwa satu dari dua anak di Indonesia masih mengalami kekurangan mikronutrien penting. Kondisi ini, yang dikenal sebagai hidden hunger, sering luput dari perhatian karena tidak selalu terlihat secara fisik.
Dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, dalam sesi diskusi Boostopia by Expert Boost, menjelaskan, "Data di Indonesia menunjukkan satu dari dua anak kekurangan zat gizi penting, dan mayoritas mengalami kekurangan vitamin D yang berhubungan dengan penurunan imunitas dan pertumbuhan yang tidak optimal."
Ia menambahkan bahwa dua tahun pertama kehidupan anak adalah fase krusial, di mana kecukupan nutrisi dan stimulasi sangat memengaruhi perkembangan jangka panjang — baik fisik, kognitif, maupun emosional.
Momen untuk Membangun Kebiasaan Baik
Ramadhan adalah momen istimewa untuk:
Di tengah kesibukan dunia modern, puasa tetap menjadi sumber ketenangan, panggilan hati, dan keajaiban yang menyentuh setiap lapisan kehidupan, dari jiwa yang damai, tubuh yang sehat, hingga keluarga yang harmonis.
"Aku harus memastikan nutrisi anak aku itu cukup," kata Nikita.
Di balik kata‑kata itu, tersembunyi makna: merawat generasi sehat adalah merawat masa depan bangsa. (*)
Tags : Nikita Willy, puasa, ramadhan, bulan suci, manfaat puasa,