Entertaiment   2026/02/08 14:41 WIB

Nikita Willy Ceritakan Pengalamannya Mendapatkan Keajaiban Saat Puasa

Nikita Willy Ceritakan Pengalamannya Mendapatkan Keajaiban Saat Puasa

NIKITA WILLY ceritakan pengalamannya mendapatkan keajaiban saat puasa, lantas menekankan bahwa puasa adalah perjalanan, bukan lomba.

Menjelang bulan suci Ramadhan, ketenangan hati dan kesadaran spiritual mulai menyapa keluarga‑keluarga di Indonesia. Bagi banyak orang, puasa bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi panggilan hati yang membawa keajaiban  baik untuk kesehat preparedness lahir maupun batin.

Nikita Willy, aktris dan ibu muda yang dikenal dengan pola asuh gentle parenting, membagikan pendekatan indah dalam memperkenalkan makna puasa kepada anak‑anaknya. Ia tidak memaksa, tidak mengejar target, tetapi membangun kesadaran bertahap, sesuai dengan kesiapan fisik dan emosional Issa Xander Djokosoetono (3) dan Nael Idrissa (1).

"Sekarang ini belum aku ajarin untuk berpuasa. Aku lebih memperkenalkan bahwa ini bulan Ramadhan, bulan suci, dan bagaimana kita sebagai muslim menjalankannya," kata Nikita saat hadir dalam acara Boostopia by Expert Boost.

Dalam pengasuhannya, Nikita menekankan bahwa puasa adalah perjalanan, bukan lomba. Melalui contoh dalam rutinitas keluarga, ia membantu anak‑anak memahami nilai, makna, dan kebiasaan Ramadhan sesuai tahap tumbuh kembangnya. Inilah esensi gentle parenting: mendampingi dengan kasih, tanpa tekanan, namun dengan kesadaran penuh.

Keajaiban untuk Kesehatan Lahir & Batin

Puasa memiliki kekuatan transformatif yang luar biasa, tidak hanya untuk jiwa, tetapi juga untuk tubuh. Dalam perspektif kesehatan, puasa:

  1. memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan;
  2. membantu detoksifikasi alami tubuh;
  3. meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur metabolisme;
  4. memicu proses regenerasi sel;
  5. mendukung penurunan berat badan secara sehat.

Namun, di balik manfaat fisik tersebut, keajaiban puasa terletak pada dampaknya terhadap jiwa:

  1. melatih kesabaran dan disiplin;
  2. mengasah empati terhadap mereka yang kekurangan;
  3. memperdalam rasa syukur;
  4. menumbuhkan ketenangan batin;
  5. memperkuat hubungan dengan Yang Maha Kuasa.

Inilah sebabnya puasa disebut sebagai ruh al‑ibadah — ruh dari semua ibadah. Ia adalah saat di mana tubuh dan jiwa bersama‑sama berkembang menuju kesempurnaan.

Bekal Utama Menjelang Ramadhan

Seiring dengan pendekatan spiritual, Nikita juga menekankan pentingnya kesehatan dan nutrisi anak, terutama menjelang Ramadhan. Ia rutin berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, khususnya asupan mikronutrien penting.

"Dokter anakku menyarankan suplementasi vitamin D karena penting untuk kesehatan mata dan tulang," ujarnya.

Kesadaran ini semakin menguat setelah Nikita mengetahui fakta bahwa satu dari dua anak di Indonesia masih mengalami kekurangan mikronutrien penting. Kondisi ini, yang dikenal sebagai hidden hunger, sering luput dari perhatian karena tidak selalu terlihat secara fisik.

Dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, dalam sesi diskusi Boostopia by Expert Boost, menjelaskan, "Data di Indonesia menunjukkan satu dari dua anak kekurangan zat gizi penting, dan mayoritas mengalami kekurangan vitamin D yang berhubungan dengan penurunan imunitas dan pertumbuhan yang tidak optimal."

Ia menambahkan bahwa dua tahun pertama kehidupan anak adalah fase krusial, di mana kecukupan nutrisi dan stimulasi sangat memengaruhi perkembangan jangka panjang — baik fisik, kognitif, maupun emosional. 

Momen untuk Membangun Kebiasaan Baik

Ramadhan adalah momen istimewa untuk:

  1. Memperkenalkan nilai‑nilai spiritual secara bertahap dan penuh kasih.
  2. Membangun rutinitas sehat, mulai dari waktu makan, tidur, hingga aktivitas fisik.
  3. Meningkatkan literasi nutrisi keluarga, agar setiap anggota keluarga memahami pentingnya kualitas gizi, bukan hanya kuantitas.
  4. Menumbuhkan empati dan rasa syukur melalui pengalaman berpuasa bersama.
  5. Melalui pendekatan seperti yang dilakukan Nikita Willy, gentle, sadar, dan berkesadaran, Ramadhan menjadi bukan sekadar bulan ibadah, tetapi perjalanan transformasi untuk seluruh keluarga.

Di tengah kesibukan dunia modern, puasa tetap menjadi sumber ketenangan, panggilan hati, dan keajaiban yang menyentuh setiap lapisan kehidupan, dari jiwa yang damai, tubuh yang sehat, hingga keluarga yang harmonis.

"Aku harus memastikan nutrisi anak aku itu cukup," kata Nikita.

Di balik kata‑kata itu, tersembunyi makna: merawat generasi sehat adalah merawat masa depan bangsa. (*)

Tags : Nikita Willy, puasa, ramadhan, bulan suci, manfaat puasa,