Headline Seni Budaya   2026/04/07 16:36 WIB

Pemkab Dukung Budaya Melayu Asahan yang Hidup Berdampingan dengan 14 Etnis Lainnya

Pemkab Dukung Budaya Melayu Asahan yang Hidup Berdampingan dengan 14 Etnis Lainnya

SENI BUDAYA - Budaya masyarakat Kisaran, Asahan, didominasi oleh tradisi Melayu yang kaya, berpadu harmonis dengan keberagaman 14 etnis lain seperti (Melayu/suku asli mayoritas), Batak (umumnya Batak Toba), Jawa, Banjar, Minang, Nias, Karo, Simalungun, Pakpak, Aceh, Sunda, Tionghoa, India, Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan) yang hingga kini hidup berdampingan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan senantiasa mendukung upaya pembinaan dan penguatan suku, adat, dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas luhur bangsa.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kehadiran Pemkab Asahan pada Pelantikan Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Asahan Masa Bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Besar MABMI Asahan, Sabtu (13/9) di Joglo Etnis Jawa Pujakesuma, Kisaran Barat.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Asahan Rianto, SH., M.AP., Ketua Umum PB MABMI Prof. Dr. OK Saidin, SH., M.Hum., Ketua PW MABMI Sumatera Utara Ir. H. Zahir, M.A.P., Ketua DPRD Asahan H. Efi Irwansyah Pane, Kajari Asahan Basril G, SH., MH., Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., SIK., M.Hum., Tokoh Adat Melayu H. Ibrahim Ali Silau, Pengurus GAMI Asahan, serta tokoh adat, ulama, dan undangan lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol sinergi yang kuat dalam menjaga kelestarian budaya Melayu di Kabupaten Asahan.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan menegaskan bahwa MABMI merupakan wadah strategis dalam membina, melestarikan, dan mengembangkan adat budaya Melayu.

Beliau menyampaikan harapannya agar Rumah Besar MABMI nantinya dapat menjadi pusat aktivitas adat, pendidikan budaya, serta ruang silaturahmi yang memperkuat jalinan persaudaraan di tengah masyarakat.

Bupati Asahan menambahkan bahwa dengan dukungan penuh, termasuk dari keluarga beliau yang memiliki akar keturunan Melayu, komitmen dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Melayu di Kabupaten Asahan akan semakin maksimal.

Melalui momentum ini, MABMI Asahan diharapkan semakin berperan aktif dalam menghidupkan tradisi Melayu, memperkuat karakter generasi muda, dan menjaga warisan leluhur agar tidak hilang oleh arus modernisasi.

Hal ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mewujudkan Asahan Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan, di mana pelestarian budaya menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berdaya saing namun tetap kokoh dalam jati diri adat dan kearifan lokalnya.

Diketahui sebellumnya, budaya Melayu Asahan memiliki seni tradisional seperti ukiran, anyaman, tembikar, tarian (Japin, Gubang), senandung tradisional, serta nilai Islam yang kuat. 

Acara Pagelaran Seni Budaya Daerah (PSBD) sendiri rutin dilakukan di Kisaran yang menampilkan kebudayaan dari 14 etnis yang berbeda di Asahan, salah satu wadah pelestarian budaya terbesar.

Seni Tradisional Melayu di Asahan ini meliputi tari-tarian seperti Tari Japin dan Tari Serampang Dua Belas. Selain itu, ada tradisi senandung yang sarat akan pesan moral, kearifan lokal, serta nilai kejujuran dan disiplin.

Asahan juga dikenal dengan kerajinan tangan seperti kerajinan khas Melayu, ukiran kayu, anyaman, dan tembikar yang masih dipertahankan.

Meskipun didominasi Melayu, masyarakat Asahan sangat menghargai keberagaman, terbukti dengan aktifnya partisipasi etnis lain dalam berbagai pagelaran budaya. 

Pelestarian budaya, khususnya senandung Asahan, terus diupayakan agar tidak hilang di era modernisasi, termasuk melalui penggunaan media audiovisual. (rp.tam/*)

Tags : melayu asahan, budaya melayu, pemkab asahan, provinsi sumatera utara, pemkab dukung budaya melayu asahan, melayu asahan hidup berdampingan dengan etnis lainnya,