Pekanbaru   2025/12/16 9:32 WIB

Pemko dan Forkopimda Perkuat Sinergi Hadapi Bencana Hidrometeorologi, 'Seluruh Drainase dan Sungai Dinormalisasi'

Pemko dan Forkopimda Perkuat Sinergi Hadapi Bencana Hidrometeorologi, 'Seluruh Drainase dan Sungai Dinormalisasi'
Hadapi bencana hidrometeorologi (Ilustrasi)

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM – Menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Seluruh drainase dan sungai dinormalisasi." 

"Intinya, kita sepakat untuk meningkatkan sinergi dan saling berbagi informasi terkait kendala yang dihadapi di lapangan dalam menyikapi cuaca ekstrem," kata Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho usai rapat dengan Forkopimda di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (15/12).

Rapat ini menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi, serta pertukaran informasi antarinstansi terkait kondisi di lapangan, sebut Agung Nugroho yang memimpin rapat.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pekanbaru H Markarius Anwar ST M.Arch, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Drs Ingot Ahmad Hutasuhut, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

Walikota Agung Nugroho menjelaskan, intensitas curah hujan di Pekanbaru saat ini tergolong tinggi. Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal tahun 2026.

Situasi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, Pemko Pekanbaru bersama Forkopimda menyiapkan langkah-langkah antisipatif, termasuk pendataan dan kesiapan peralatan yang dibutuhkan saat penanganan bencana maupun pengungsian.

"Kita mulai mendata apa saja peralatan yang diperlukan, termasuk antisipasi banjir dan rencana gotong royong bersama," katanya.

Sementara itu, Pj Sekdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menambahkan, rapat Forkopimda ini juga merupakan tindak lanjut dari penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlaku mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.

"Dalam kondisi siaga ini, kita kembali menegaskan pelaksanaan gotong royong melalui Gerakan Pekanbaru Bersih," jelas Ingot.

Ia menekankan, dukungan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar potensi serta dampak bencana hidrometeorologi dapat ditekan seminimal mungkin.

"Dengan curah hujan yang tinggi saat ini, harus ada aksi nyata dari semua pihak, yang dikoordinir bersama Forkopimda," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga mempercepat langkah mitigasi bencana hidrometeorologi dengan mengintensifkan program normalisasi saluran air.

Upaya ini difokuskan pada jaringan drainase perkotaan dan anak-anak sungai yang selama ini menjadi titik rawan genangan dan banjir.

Plt Kadis PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah menegaskan, normalisasi dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

“Dinas PUPR Kota Pekanbaru terus mengoptimalkan normalisasi saluran air sebagai langkah antisipasi banjir, mengingat curah hujan sedang hingga tinggi masih akan terjadi," ujarnya.

"Normalisasi tidak hanya kami fokuskan pada drainase jalan, tetapi juga anak-anak sungai yang rawan meluap,” sambungnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Edward saat menghadiri rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (15/12/2025), yang membahas kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Menurut Edward, prakiraan cuaca menunjukkan Pekanbaru masih berpotensi mengalami curah hujan signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

Kondisi ini meningkatkan risiko genangan dan banjir, terutama di kawasan padat penduduk dan daerah dengan kapasitas tampung saluran air yang terbatas.

“Karena itu, langkah antisipasi harus dilakukan sejak sekarang. Pemko juga telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 31 Januari 2026,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemko Pekanbaru menetapkan sejumlah lokasi prioritas normalisasi. Di antaranya Sungai Air Hitam di Kecamatan Payung Sekaki, drainase utama sepanjang Jalan Riau dan Jalan Soekarno Hatta, serta kawasan rawan banjir di Kecamatan Limapuluh.

Program normalisasi ini ditargetkan mampu memperlancar aliran air, mengurangi sedimentasi, dan meminimalkan potensi luapan sungai. (rp.ind/*)

Tags : bencana hidrometeorologi, pemko hadapi bencana hidrometeorologi, pemko dan forkopimda bahas bencana hidrometeorologi, drainase dan sungai dinormalisasi,