PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya menjadikan hilirisasi produk serta penguatan ekspor dan impor sebagai fokus utama strategi pembangunan ekonomi daerah.
"Strategi ekonomi Riau kuatkan produk ekspor-impor."
“Data BPS mengenai ekspor dan impor memberi gambaran yang objektif tentang daya saing produk Riau,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam rilis bersama Badan Pusat Statistik Riau, Senin (5/1).
"Dari sini, kebijakan diarahkan untuk mendorong hilirisasi, diversifikasi produk, dan perluasan pasar, sehingga produk lokal tidak hanya dijual mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," sambungnya.
Menurutnya, langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Syahrial Abdi mengatakan, data ekspor dan impor yang dirilis BPS memberikan gambaran objektif tentang posisi dan daya saing produk Riau di pasar nasional maupun internasional.
Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi.
Ia menekankan bahwa strategi hilirisasi tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kesejahteraan petani.
Hal ini tercermin melalui Nilai Tukar Petani yang menjadi indikator penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku industri hilir.
“Petani adalah penyedia bahan baku utama bagi produk hilir. Kesejahteraan mereka menentukan stabilitas pasokan dan kualitas bahan baku. Dengan NTP yang baik, industri hilir dapat berjalan lancar dan produk olahan Riau mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” jelas Syahrial.
Selain mendorong hilirisasi, Pemerintah Provinsi Riau juga memperkuat kualitas dan standar produksi, serta promosi produk berbasis budaya dan kekayaan alam daerah.
Upaya ini diharapkan mampu menarik minat investor, membuka peluang pasar baru, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Syahrial menambahkan, indikator ekonomi lainnya seperti inflasi dan sektor pariwisata tetap menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari ekosistem pendukung perdagangan dan ekspor daerah.
“Kami memastikan produk Riau memiliki nilai tambah dan mampu menembus pasar ekspor dengan basis produksi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Menurutnya, data statistik bulanan yang dirilis BPS Riau menjadi fondasi penting dalam penetapan arah kebijakan dan target pembangunan Provinsi Riau tahun 2026, sekaligus sebagai alat pengendali pelaksanaan RPJMD 2025–2029 agar pembangunan ekonomi berjalan efisien, realistis, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Syahrial Abdi juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Riau atas konsistensi dan dedikasinya dalam menjaga kualitas data statistik.
“Sinergi ini sangat penting agar setiap kebijakan pemerintah berbasis data dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (*)
f.Berbasis data BPS, Riau perkuat hilirisasi dan kesejahteraan petani
Tags : ekspor dan impor, produk ekspor dan impor, riau, riau kuatkan hilirisasi, strategi ekonomi riau 2026,