Politik   2026/03/04 22:0 WIB

Pemprov Riau Berupaya Pemenuhan Swasembada Pangan, Relawan Prabowo Gibran: 'Perlu Gerak Cepat Kejar Program Cetak Sawah Baru'

Pemprov Riau Berupaya Pemenuhan Swasembada Pangan, Relawan Prabowo Gibran: 'Perlu Gerak Cepat Kejar Program Cetak Sawah Baru'
Larshen Yunus, Ketua Umum (Ketum) Relawan Prabowo Gibran (GARAPAN)

PEKANBARU - Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN) menilai Pemprov Riau perlu gerak cepat untuk mengejar program cetak sawah baru demi pemenuhan swasembada pangan.

"Riau sedang berupaya untuk pemenuhan swasembada pangan."

"Tetapi Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian sudah mengancam akan meniadakan bantuan program cetak sawah baru bagi pemerintah daerah yang tidak mampu menyiapkan lahan," kata Larshen Yunus, Ketua Umum (Ketum) Relawan GARAPAN ini, Rabu.

Menurutnya, kebijakan itu menjadi peringatan serius bagi daerah yang ingin meningkatkan ketahanan pangan melalui perluasan lahan pertanian.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau mengaku tetap berupaya menyediakan lahan untuk program cetak sawah baru di wilayahnya.

Namun hingga saat ini, ketersediaan lahan pertanian di Riau disebut baru mencapai sekitar 20 persen dari potensi yang ada.

Larshen meminta agar peluang bantuan dari pemerintah pusat itu benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.

Ia menilai, jangan sampai bantuan yang sudah disiapkan pusat justru hilang karena daerah tidak siap secara administrasi maupun teknis.

"Ini peluang besar untuk meningkatkan produksi pangan di Riau. Jangan sampai kesempatan ini terlewatkan hanya karena kita tidak mampu menyiapkan lahan," ujarnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani atas capaian luar biasa Indonesia dalam mewujudkan Swasembada Pangan.

Hal ini disampaikan menyusul pengumuman resmi yang dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu (7/1/2026), yang menandai tonggak sejarah baru bagi ketahanan pangan nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan SF Hariyanto saat menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Indonesia secara virtual di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah.

Menurutnya, kerja keras para petani di lapangan adalah kunci utama di balik keberhasilan pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri oleh pemerintah pusat.

"Kita menyampaikan apresiasi kepada para petani yang telah bekerja keras sehingga Indonesia bisa Swasembada Pangan," katanya.

Senada dengan itu, Plt Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Riau, Ronny Bowo Laksono, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen penuh untuk menjaga keberlanjutan program ini.

Pihaknya berkomitmen akan terus bersinergi dengan kebijakan pusat guna memastikan pasokan pangan di daerah tetap stabil dan mendukung ketahanan nasional.

"Sesuai dengan yang disampaikan bapak Presiden, bahwa Swasembada Pangan diharapkan dapat terus berkelanjutan, maka kita di daerah tentu akan bersinergi dan mendukung penuh," kata Ronny.

Dalam upaya memperkuat sektor pertanian, Ronny mengungkapkan bahwa Provinsi Riau mendapatkan dukungan besar dari pemerintah pusat melalui alokasi anggaran APBN yang mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Dana tersebut difokuskan secara khusus untuk program cetak sawah baru serta Optimalisasi Lahan (Oplah) yang tersebar di beberapa titik potensial di Bumi Lancang Kuning.

"Kita mendapat alokasi anggaran APBN cukup besar, ada Rp100 miliar lebih untuk cetak sawah dan oplah. Kita akan memperkuat koordinasi di daerah, baik itu dengan TNI, Polri atau kabupaten kota untuk mendukung Swasembada Pangan ini agar terus berkesinambungan," katanya.

Untuk memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut, Pemprov Riau memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan menggandeng berbagai instansi terkait. Ronny menekankan pentingnya kolaborasi bersama TNI, Polri, serta pemerintah kabupaten/kota guna menciptakan sistem pengawasan dan pendampingan yang solid agar program swasembada pangan berjalan berkesinambungan.

Salah satu fokus utama pengembangan tahun ini berada di Kabupaten Siak, di mana pemerintah mulai mengarahkan fokus pada sektor hilirisasi produk pertanian.

Melalui bantuan APBN, Pemprov Riau memberikan dukungan peralatan modern untuk pengembangan produksi beras di wilayah Bunga Raya guna meningkatkan nilai tambah bagi hasil panen petani setempat.

"Tahun ini kita fokuskan mengarah pada hilirisasinya. Kita juga akan memberikan bantuan yang berasal dari APBN untuk pengembangan produksi beras di Bunga Raya, ada beberapa peralatan yang kita support," katanya.

Terkait capaian fisik lahan, Pemprov Riau tercatat telah berhasil melakukan cetak sawah seluas 500 hektare di Kabupaten Rokan Hilir. Selain itu, realisasi Optimalisasi Lahan (Oplah) di seluruh wilayah Riau kini telah mencapai angka 19 ribu hektare, sebuah langkah signifikan dalam memperluas areal tanam efektif bagi komoditas padi.

Ronny optimis produksi padi di Riau akan terus melonjak seiring adanya rencana penambahan cetak sawah seluas 1.000 hektare di Kabupaten Kuantan Singingi dan Pelalawan. Jika rencana eksekusi tahun ini berjalan lancar, Riau dipastikan akan memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dalam memperkuat kedaulatan pangan Indonesia di masa depan.

"Mudah-mudahan tahun ini kita juga mendapat alokasi anggaran untuk cetak sawah sekitar 1.000 hektare di Kabupaten Kuantan Singingi dan Pelalawan. Kalau ini sudah kita eksekusi tentu meningkat lagi produksi padi di Riau untuk mendukung Swasembada Pangan," katanya.

Tetapi Larshen melihat, meski berpeluang besar, per Maret 2026, terdapat urgensi bagi Pemda untuk bergerak cepat, karena ada ancaman penghentian bantuan dari Kementerian Pertanian jika persiapan lahan tidak maksimal.

"Perlu berkolaborasi dan memastikan target cetak sawah tercapai untuk mengamankan ketahanan pangan," kata dia. 

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan, di samping optimalisasi lahan (Oplah) yang ditargetkan mencapai belasan ribu hektar di berbagai daerah di Riau.

Larshen melihat, Provinsi Riau memiliki peluang besar dan fokus strategis dalam menjalankan program cetak sawah baru pada tahun 2026, yang bertujuan mendukung swasembada pangan nasional.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian (Kementan), bahkan menargetkan pencetakan 50 ribu hektare sawah baru di Riau. 

Poin-poin penting pada peluang dan perkembangan program cetak sawah baru di Riau tentunya harus di dukung anggaran dan target

Provinsi Riau dilaporkan mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp100 miliar pada awal 2026 untuk fokus pada cetak sawah baru dan optimalisasi lahan.

Selain target besar 50 ribu hektare dari Mentan, Pemprov Riau juga menargetkan tambahan cetak sawah baru seluas sekitar seribu hektar di Kabupaten Kuantan Singingi dan Pelalawan pada 2026.

Larshen menilai, Riau memiliki potensi lahan yang luas, termasuk rawa lebak (11.098,58 ha) dan rawa pasang surut (40.892,94 ha) yang diidentifikasi sebagai lahan potensial untuk pengembangan sawah baru.

Tetapi meskipun memiliki peluang besar, kata Larshen, terdapat urgensi untuk mempercepat kesiapan lahan yang biSa diarahkan pada beberapa wilayah potensial, termasuk Kabupaten Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Siak, yang juga melibatkan program replanting kelapa. (*)

Tags : cetak sawah, cetak sawah baru, riau berpeluang cetak sawah baru, riau berupaya pemenuhan swasembada pangan, cetak sawah baru perlu gerak cepat, program cetak sawah baru, gabungan rakyat prabowo gibran, garapan, larshen yunus,