News   2026/03/05 23:35 WIB

Pemprov Riau Buka Pendafaran Seleksi Kursi Direksi PT Riau Petroleum yang Jadi Rebutan

Pemprov Riau Buka Pendafaran Seleksi Kursi Direksi PT Riau Petroleum yang Jadi Rebutan

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Pemerintah Provinsi Riau memulai langkah penting dalam pembenahan perusahaan daerah di sektor energi.

"Pemprov Riau buka pendafaran seleksi kursi Direksi PT Riau Petroleum."

“Proses seleksi ini dirancang terbuka dan profesional. Kami berharap muncul figur terbaik yang mampu membawa PT Riau Petroleum berkembang lebih baik ke depan,” kata Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Sri Irianto, Kamis (5/3).

Dua kursi strategis di tubuh PT Riau Petroleum resmi dibuka untuk publik melalui proses seleksi terbuka. Pengumuman perekrutan direksi tersebut dijadwalkan mulai Jumat, 6 Maret 2026.

Seleksi ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan pemimpin baru yang dinilai mampu mendorong kinerja perusahaan lebih optimal sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Dua posisi yang diperebutkan dalam proses seleksi kali ini adalah Direktur Operasional dan Direktur Keuangan. Kedua jabatan tersebut memiliki peran krusial dalam mengelola bisnis energi milik daerah yang selama ini menjadi salah satu tumpuan penguatan ekonomi daerah.

Ia menjelaskan proses seleksi tersebut telah dituangkan dalam surat resmi bernomor 04/PANSEL/RP/2026.

Panitia seleksi dibentuk untuk memastikan seluruh tahapan berjalan transparan, profesional, dan terbuka bagi kandidat terbaik.

Menurutnya, proses penjaringan kandidat dilakukan melalui serangkaian tahapan ketat. Hal ini bertujuan memastikan calon direksi memiliki kapasitas manajerial, integritas tinggi, serta visi strategis dalam mengembangkan perusahaan daerah tersebut.

Pendaftaran calon direksi akan dibuka mulai Senin, 9 Maret 2026 hingga Jumat, 27 Maret 2026. Selama periode tersebut, para kandidat dapat mengajukan lamaran sekaligus melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan panitia seleksi.

Setelah tahap pendaftaran ditutup, panitia akan melakukan seleksi administrasi untuk memastikan kelengkapan dokumen serta kesesuaian persyaratan calon pelamar.

Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada Kamis, 2 April 2026.

Peserta yang lolos tahapan administrasi kemudian akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Tahapan ini berlangsung mulai Senin, 6 April 2026 hingga Selasa, 14 April 2026.

Uji kelayakan tersebut akan menilai kompetensi kepemimpinan, kemampuan manajerial, pengalaman profesional, serta gagasan strategis para kandidat dalam mengembangkan PT Riau Petroleum.

Hasil uji kelayakan dan kepatutan dijadwalkan diumumkan pada Kamis, 16 April 2026.

Kandidat yang dinyatakan lolos akan melaju ke tahap akhir berupa wawancara langsung bersama Gubernur Riau.

Sri Irianto menyebutkan sesi wawancara akhir bersama gubernur akan dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026.

Tahapan ini menjadi penentu sebelum kandidat terpilih ditetapkan sebagai direksi baru perusahaan.

“Wawancara akhir dijadwalkan langsung bersama Gubernur Riau pada 20 April. Dari tahapan tersebut akan dipilih kandidat yang paling siap memimpin perusahaan,” ujarnya.

Panitia seleksi juga menetapkan sejumlah kriteria ketat bagi calon pelamar. Kandidat wajib memiliki pengalaman manajerial minimal lima tahun serta pernah memimpin tim dalam perusahaan berbadan hukum.

Selain itu, calon direksi harus berusia antara 35 hingga 55 tahun saat mendaftar. Persyaratan lain yang tidak kalah penting berkaitan dengan integritas dan rekam jejak hukum kandidat.

Panitia menegaskan pelamar tidak boleh pernah terlibat dalam kasus pidana yang merugikan keuangan negara. Persyaratan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tata kelola perusahaan tetap bersih dan profesional.

Sri Irianto menilai pembaruan komposisi direksi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kinerja PT Riau Petroleum ke depan. Perusahaan daerah ini memiliki potensi besar dalam sektor energi yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi daerah.

Menurutnya, kepemimpinan yang kuat dan berintegritas menjadi kunci utama agar perusahaan mampu berkembang secara sehat serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kami berharap perubahan direksi di PT Riau Petroleum mampu membawa dampak positif bagi pemerintah daerah, terutama dalam meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah,” jelasnya.

Selain menargetkan peningkatan kinerja perusahaan, pemerintah daerah juga ingin memastikan pengelolaan bisnis energi berjalan transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat melihat komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola BUMD.

Langkah seleksi terbuka ini juga diharapkan mampu menarik kandidat profesional dari berbagai latar belakang industri energi maupun keuangan. Kehadiran sumber daya manusia yang kompeten dinilai penting untuk memperkuat posisi PT Riau Petroleum dalam persaingan bisnis energi yang semakin kompetitif.

Dengan tahapan seleksi yang berlangsung selama lebih dari satu bulan, panitia seleksi berharap dapat menemukan sosok pemimpin yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki visi jangka panjang bagi pengembangan perusahaan.

Berikut jadwal lengkap tahapan seleksi direksi PT Riau Petroleum:

  • Pengumuman seleksi dimulai Jumat, 6 Maret 2026.
  • Pendaftaran dibuka Senin, 9 Maret 2026 hingga Jumat, 27 Maret 2026.
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi pada Kamis, 2 April 2026.
  • Uji kelayakan dan kepatutan berlangsung Senin, 6 April hingga Selasa, 14 April 2026.
  • Pengumuman hasil uji kelayakan pada Kamis, 16 April 2026.
  • Wawancara akhir bersama Gubernur Riau dijadwalkan Senin, 20 April 2026.

Melalui proses ini, pemerintah daerah berharap PT Riau Petroleum dapat dipimpin oleh figur yang mampu membawa perusahaan bergerak lebih agresif, profesional, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (*)

Tags : Pemprov Riau, Pendafaran Seleksi, Kursi Direksi PT Riau Petroleum, PT Riau Petroleum, Seleksi dirut, PT Riau Petroleum, Pertamina, News,