Linkungan   2026/07/18 11:0 WIB

Pemprov Riau dan Singapura Kerja Sama dalam Penanganan Karhutla

Pemprov Riau dan Singapura Kerja Sama dalam Penanganan Karhutla

PEKANBARU - Pemprov Riau membuka peluang kerja sama internasional dengan lembaga riset asal Singapura, Singapore Institute of International Affairs (SIIA), untuk memperkuat edukasi, tata kelola lingkungan, dan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Pemprov Riau dan Singapura kerja sama dalam penanganan lingkungan."

“Kita dari lembaga riset di Singapura, tujuan kita melakukan audiensi bersama Pemprov Riau ini untuk mengkaji terkait langkah dan upaya dari Pemprov Riau terhadap penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Ketua Singapore Institute of International Affairs, Simon Tay.

Kerja sama tersebut mengemuka saat Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau menerima kunjungan dan audiensi SIIA di Ruang Rapat Sekda Kantor Gubernur Riau, Jumat (17/7/2026).

Pertemuan membahas pembangunan berkelanjutan, tata kelola lingkungan, hingga strategi penanganan karhutla di Provinsi Riau.

Simon Tay, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari secara langsung langkah-langkah yang telah dilakukan Pemprov Riau dalam mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan.

Ia menjelaskan, SIIA memiliki mandat memperkuat hubungan antarnegara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan memberikan perhatian pada provinsi-provinsi yang memiliki peran strategis dalam isu lingkungan.

“Memang mandat dan misi kita adalah untuk menghubungkan negara-negara di Asia Tenggara dan ASEAN, serta untuk Indonesia sendiri kita melihat fokusnya di provinsi terdekat seperti Riau Jambi dan sebagainya. Jadi kita sudah belajar dan sudah memahami bahwa ada konsep dari Pemprov Riau terkait langkah dan penanganan terkait ini seperti Green Riau,” ujarnya.

Program Green for Riau (G4RI) atau Riau Hijau sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Riau yang didukung standar REDD+ PBB.

Program tersebut berfokus pada pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan melalui restorasi 4,9 juta hektare lahan gambut, penurunan emisi karbon, serta mitigasi kebakaran hutan dan lahan.

Simon berharap kolaborasi antara SIIA dan Pemprov Riau dapat segera diwujudkan, termasuk dalam memberikan edukasi kepada masyarakat Singapura mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan Riau dalam menjaga lingkungan.

“Harapan kami adalah dapat bekerja sama dengan Pemprov Riau untuk mengembangkan inisiatif tersebut. Jadi misalkan dengan kerjasama itu kita bisa menarik investor dan juga bisa membantu Indonesia khususnya Provinsi Riau dan mengedukasi masyarakat bahwasanya Riau telah memiliki langkah konkret dan juga beberapa program seperti Green Riau dan sebagainya menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah terkait karhutla,” harap Simon.

Menanggapi hal tersebut, Asisten II Setdaprov Riau Helmi D menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen SIIA terhadap isu lingkungan di Riau.

“Kita apresiasi dan kita sambut baik kedatangan mereka, juga mereka akan menjalin kerjasama dengan Pemprov Riau terkait edukasi dan sosialisasi tentang lingkungan dan kebakaran hutan. Hal ini tentu menjadi kabar baik dan kita tunggu undangan beliau,” sambut Helmi.

Helmi menegaskan, Riau memiliki posisi strategis dalam mendukung target Indonesia mencapai netral karbon pada 2060. Provinsi ini memiliki hampir 5 juta hektare lahan gambut atau lebih dari 40 persen wilayah daratan yang berfungsi sebagai penyerap karbon sekaligus habitat berbagai satwa langka.

Menurutnya, hutan di Riau menjadi rumah bagi spesies ikonik yang terancam punah, seperti orangutan, harimau Sumatera, dan gajah Sumatera.

Karena itu, perlindungan lingkungan harus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak

“Untuk itu memang perlu perhatian khusus dan langkah serta kerjasama yang baik antara pemerintah, stakeholder terkait hingga kerjasama internasional dengan negara tetangga agar penanggulangan ini kian membaik kedepannya,” terangnya.

Helmi juga menyebut perhatian SIIA terhadap Riau terlihat dari keterlibatan lembaga tersebut dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar, termasuk RAPP (APRIL Group), untuk mendukung kajian lingkungan.

“Jadi, kajian-kajian ini penting untuk mengantisipasi kebakaran hutan terutama mitigasi bencana jangka panjang, yang bertujuan untuk keberlangsungan atau keberlanjutan hidup masyarakat kita,” ujar Helmi. (*)

Tags : Pemprov Riau, Singapura, Kerja Sama, Penanganan Karhutla,