Riau   2026/08/24 10:53 WIB

Pemprov Riau Mulai Salurkan Masker dan Obat-obatan karena Kabut Asap Sudah Meluas

Pemprov Riau Mulai Salurkan Masker dan Obat-obatan karena Kabut Asap Sudah Meluas

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan sekitar 110.000 masker untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Masker dan obat-obatan mulai disalurkan karena kabut asap sudah meluas."

“Penyaluran bantuan diprioritaskan ke wilayah terdampak, terutama Kabupaten Pelalawan yang saat ini menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Riau. Stok masker kita ada 110.000. Sampai November nanti, kita harus cukup stok,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, Minggu (23/8).

SF Hariyanto, mengatakan distribusi masker dan bantuan kesehatan lainnya akan mulai dilakukan pada Senin 24 Agustus 2026.

Selain masker, pemerintah juga menyiapkan obat-obatan dan kebutuhan kesehatan bagi masyarakat serta petugas yang masih bertugas di lapangan.

Menurutnya, bantuan tersebut akan diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap, termasuk personel yang masih melakukan pemadaman karhutla.

“Besok kita akan menyalurkan berbagai bantuan, termasuk masker dan obat-obatan untuk masyarakat dan tim pemadam yang bertugas di lapangan,” ujarnya.

SF Hariyanto meminta persediaan masker yang tersedia segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.

Meski demikian, distribusi bantuan tetap harus mempertimbangkan ketersediaan stok hingga beberapa bulan ke depan karena potensi karhutla dan kabut asap masih berlangsung.

Untuk memperkuat persediaan, Pemprov Riau juga meminta dukungan dari pemerintah pusat.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah mengirimkan surat kepada kementerian terkait untuk mengajukan tambahan bantuan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap.

“Sampai November nanti, stok masker kita harus cukup. Ini Dinas Kesehatan sudah bersurat juga ke kementerian untuk mengajukan bantuan. Alhamdulillah, direspons baik,” kata SF Hariyanto.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya antisipasi pemerintah apabila sebaran asap semakin meluas dan meningkatkan kebutuhan masker maupun obat-obatan.

Dukungan kesehatan juga disiapkan bagi personel yang masih bertugas melakukan pemadaman di sejumlah lokasi karhutla.

Selain masyarakat secara umum, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan yang terdampak penurunan kualitas udara, seperti ibu hamil dan balita.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 355 titik panas atau hotspot di Provinsi Riau. Kabupaten Pelalawan mencatat jumlah terbanyak, yakni mencapai 216 titik.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah mengajukan permintaan sebanyak 18.000 masker kepada Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Masker tersebut nantinya akan dibagikan kepada para siswa dan masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla.

Pemprov Riau berharap ketersediaan masker, obat-obatan, serta dukungan dari pemerintah pusat dapat membantu melindungi kesehatan masyarakat selama penanganan karhutla masih berlangsung.

Selain itu Pemprov Riau memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebanyak 110 ribu masker telah disiapkan untuk didistribusikan ke wilayah yang terdampak, dengan Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu daerah prioritas.

SF Hariyanto memastikan persediaan tersebut mulai digerakkan untuk membantu masyarakat sekaligus personel yang masih berjibaku melakukan pemadaman karhutla.

"Stok masker kita ada 110 ribu. Sampai November nanti, kita harus cukup stok," kata SF Hariyanto.

Distribusi bantuan dijadwalkan mulai Senin, selain masker, Pemprov Riau juga akan mengirimkan obat-obatan dan sejumlah kebutuhan kesehatan lainnya ke daerah terdampak.

"Besok kita akan menyalurkan berbagai bantuan, termasuk masker dan obat-obatan untuk masyarakat dan tim pemadam yang bertugas di lapangan," ujarnya.

SF Hariyanto menekankan distribusi masker tidak boleh dilakukan secara serampangan.

Bantuan harus segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi persediaan tetap harus dihitung agar mencukupi kebutuhan apabila kondisi karhutla berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.

Diskes Riau telah mengajukan tambahan bantuan kepada pemerintah pusat untuk memperkuat persediaan alat pelindung pernapasan dan kebutuhan kesehatan.

"Sampai November nanti, stok masker kita harus cukup. Ini Diskes sudah bersurat juga ke Kementerian untuk mengajukan bantuan, Alhamdulillah direspons baik," ujar SF Hariyanto.

Pengadaan tambahan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah. Jika kebakaran meluas dan kualitas udara memburuk, kebutuhan masker serta obat-obatan berpotensi meningkat tajam.

Kondisi di lapangan menjadi salah satu alasan Pemprov Riau mempercepat distribusi bantuan. Berdasarkan data pemantauan BMKG yang diperbarui hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 355 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau.

Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, mencapai 216 titik. (*)

Tags : asap karhutla, kebakaran hutan dan lahan, riau, pemprov salurkan masker dan obat-obatan, kabut asap meluas,