PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah mendukung Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto untuk segera merealisasikan empat kawasan industri yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"4 kawasan industri strategis masuk pada RPJMD."
"Dari sisi sosial budaya, masyarakat Riau dengan kebudayaan melayu yang heterogen dan harmonis yang dapat menciptakan iklim ekonomi dan bisnis yang dinamis dan kondusif bagi investor," kata Abdullah, Rabu (7/1).
Menurut Abdullah, Provinsi Riau memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah sehingga menjadi kontibutor devisa nasional.
Riau juga dikenal sebagai daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia, dan juga perkebunan kelapa sawit seluas 3,3 juta hektare, serta industri pulp dan kertas terintegrasi terbesar di dunia.
Abdullah juga menyoroti dari sisi geografis Riau yang sangat strategis karena berada di posisi Selat Malaka yang dinilai sangat potensial sebagai pusat logistik dan ekspor.
"Artinya, dengan seluruh potensi yang ada, Riau memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi pusat pengolahan komoditas berskala internasional," ungkapnya.
Diketahui ada empat kawasan industri strategis di Provinsi Riau yang berada sangat strategis karena dekat dengan lintasan ekonomi dunia, Selat Malaka.
Empat kawasan tersebut yakni Kawasan Industri Tanjung Buton, Kuala Enok, Kawasan Industri Pelintung, dan Tenayan Raya.
Tidak hanya akan membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru yang efektif bagi Provinsi Riau.
"Dengan adanya kawasan industri, tentu akan muncul berbagai sumber pendapatan baru yang bisa didapatkan oleh Riau," pungkasnya. (*)
Tags : kawasan industri, 4 kawasan industri di riau, pemprov segera realisasikan kawasan industri strategis, kawasan industri di selat malaka, kawasan industri masuk rpjmd,