Linkungan   2026/09/25 6:52 WIB

Penanganan Bencana dan Persoalan Lingkungan Jadi Fokus Baru Bagi GP Ansor

Penanganan Bencana dan Persoalan Lingkungan Jadi Fokus Baru Bagi GP Ansor

JAKARTA -- Gerakan Pemuda Ansor membentuk Satuan Tugas (Satgas) Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 untuk memperkuat peran organisasi dalam penanggulangan bencana dan persoalan lingkungan.

Satgas tersebut akan bergerak menangani berbagai musibah, mulai dari kebakaran hutan, gempa bumi, erupsi gunung, kekeringan, hingga persoalan kebersihan sungai.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan, aksi kemanusiaan menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid KH Abdurrahman Wahid, Kompleks Kantor GP Ansor, Jakarta Pusat.

Menurut Addin, keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata untuk membantu masyarakat yang menghadapi berbagai musibah.

“Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor di berbagai wilayah sebenarnya sudah bergerak turut serta menangani berbagai musibah alam yang melanda. Kami menghaturkan terima kasih. Semangat tersebut akan dibuat semakin sistematis dalam sebuah gerakan,” ujar Addin dalam keterangan persnya, Rabu (23/9).

Karena itu, Ansor membentuk Satgas Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 untuk memperkuat koordinasi dan peran organisasi dalam penanggulangan bencana.

Satgas tersebut juga akan menangani persoalan lingkungan yang membutuhkan aksi di lapangan.

“Aksi kemanusiaan ini setidaknya akan bergerak untuk turut serta menangani berbagai musibah. Kebakaran hutan, korban erupsi gunung, kebutuhan air di daerah kekeringan, korban gempa, dan bersih-bersih sungai,” ucapnya.

Penguatan aksi kemanusiaan tersebut dilakukan di tengah sejumlah bencana yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Di antaranya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, erupsi gunung berapi, kekeringan, hingga banjir bandang di Solok.

Addin mengatakan, momentum Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat khidmah kader Ansor kepada umat dan bangsa.

Semangat tersebut juga disampaikan setelah rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) selesai.

Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

Sementara KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah yang sama.

“Rangkaian Muktamar dari A sampai Z sudah selesai. Setelah itu, Ansor mengajak kader untuk mensyukuri apa yang telah menjadi keputusan Muktamar ke-35 lalu. Karena bagaimanapun kita juga terlibat dalam hal suksesi hajatan silaturahmi akbar Nahdliyin tersebut,” kata Addin.

Dia mengajak seluruh kader Ansor untuk terus memperkuat kebersamaan dan khidmah setelah Muktamar.

Addin juga meminta seluruh elemen Nahdlatul Ulama mendoakan kepengurusan PBNU yang baru agar dapat menjalankan amanah dengan baik.

“Semoga semua elemen Nahdlatul Ulama semakin solid bergerak dan berdampak bagi kesejahteraan umat,” ujar Addin. (*)

Tags : gp ansor, aksi kemanusiaan, satgas aksi kemanusiaan ansor, bencana, lingkungan, kebakaran hutan, gempa bumi, kekeringan, banjir, muktamar nu ,