Riau   2026/01/07 11:34 WIB

Pengalaman Plt Gubri SF Hariyanto jadi Modal Atasi dari Ancaman Defisit APBD 2026

Pengalaman Plt Gubri SF Hariyanto jadi Modal Atasi dari Ancaman Defisit APBD 2026
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto dinilai punya pengalaman yang mampu atasi dari ancaman defisit APBD 2026.

"Plt Gubri SF Hariyanto punya pengalaman."

“Saya sepakat dan mendukung penuh upaya Pak Plt Gubernur. Harapan kita tentu bagaimana APBD Riau bisa bertambah dan tetap mampu membiayai pembangunan,” kata Ketua DPRD Riau Kaderismanto, Selasa (6/1).

Kaderismanto menyatakan keyakinannya bahwa Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mampu menghadapi tantangan penurunan anggaran pada APBD 2026.

Keyakinan itu disampaikannya di tengah ancaman pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berpotensi memperlebar defisit fiskal.

Menurut Kaderismanto, DPRD Riau mendukung penuh langkah dan upaya yang disiapkan Plt Gubernur untuk mencari solusi atas tekanan anggaran tersebut.

Ia menilai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah kondisi fiskal yang menantang.

DPRD Riau, kata dia, optimistis target tersebut dapat dicapai dengan kepemimpinan yang berpengalaman.

Kaderismanto menekankan, rekam jejak SF Hariyanto yang panjang di bidang pengelolaan pendapatan daerah menjadi modal penting dalam mendorong optimalisasi PAD.

“Saya yakin Pak Gubernur punya kemampuan untuk menggali dan mendorong sektor pendapatan, karena pengalaman beliau di bidang ini sudah sangat matang,” katanya.

Lebih lanjut, Kaderismanto menyebut langkah strategis yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi potensi pendapatan daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.

Selain itu, upaya menutup celah kebocoran pendapatan juga harus menjadi perhatian serius.

“Potensi yang belum maksimal harus mulai disentuh. Di sisi lain, kebocoran-kebocoran pendapatan yang selama ini terjadi perlu dicari solusinya agar tidak terulang,” jelasnya.

Dengan optimalisasi tersebut, Kaderismanto berharap target APBD Riau 2026 dapat dicapai secara maksimal, bahkan berpeluang meningkat signifikan.
Baca juga: Jalan Siak-Pekanbaru Dipastikan Rampung Sebelum Lebaran Idulfitri 2026

“Kalau ke depan target APBD bisa bertambah hingga Rp1 triliun, itu tentu sangat luar biasa dan akan mempercepat pembangunan di Riau,” pungkasnya.

Kaderismanto, menyatakan keyakinannya bahwa Pemerintah Provinsi Riau mampu melewati tantangan menurunnya anggaran pada tahun 2026, meski adanya pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berpotensi memicu defisit APBD.

Keyakinan tersebut disampaikan Kaderismanto menyusul pernyataan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang optimistis dapat menemukan solusi di tengah ancaman defisit anggaran pada APBD 2026.

DPRD Riau pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah provinsi.

“Saya sepakat dan mendukung penuh upaya Pak Plt Gubernur. Harapan kita tentu bagaimana APBD ini bisa bertambah dan tidak terpuruk di tengah kondisi yang sulit,” ujar Kaderismanto.

Ia menilai, kunci utama dalam menghadapi ancaman defisit anggaran terletak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, hal tersebut juga menjadi harapan masyarakat Riau agar pembangunan tetap berjalan optimal meski tekanan fiskal meningkat.

Kaderismanto mengaku optimistis dengan kemampuan SF Hariyanto, mengingat pengalaman panjang yang dimilikinya, khususnya di bidang pengelolaan pendapatan daerah.

“Saya yakin Pak Gubernur punya kemampuan mendorong sektor pendapatan. Pengalaman beliau di badan pendapatan daerah cukup panjang, sehingga tahu betul potensi apa saja yang bisa digarap,” jelasnya.

Ia menyebut, langkah strategis yang perlu dilakukan antara lain dengan mengevaluasi potensi pendapatan yang selama ini belum tersentuh atau belum digarap secara maksimal. Selain itu, kebocoran-kebocoran pendapatan juga harus diidentifikasi dan segera ditutup.

“Pak Gubernur kemarin juga menyinggung adanya potensi kebocoran pendapatan. Ini yang harus dicari solusinya, agar kebocoran tersebut bisa diminimalkan bahkan dihilangkan,” tambah Kaderismanto.

Jika potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan dan kebocoran berhasil ditekan, Kaderismanto optimistis target APBD Riau pada tahun 2026 tetap bisa tercapai, bahkan meningkat.

“Kalau ke depan masih bisa menambah target pendapatan hingga Rp1 triliun, itu sudah luar biasa. Dampaknya tentu sangat besar untuk mempercepat pembangunan daerah,” pungkasnya. (*)

Tags : pelaksana tugas, plt, plt gubernur riau, plt gubri, sf hariyanto, sf hariyantopunya pengalaman, plt gubri dinilai bisa atasi devisit, riau terancam defisit apbd 2026,