Agama   2026/03/05 23:42 WIB

Pengiriman Beras Haji ke Saudi Tidak Ganggu Pasokan dalam Negeri

 Pengiriman Beras Haji ke Saudi Tidak Ganggu Pasokan dalam Negeri

Bulog memastikan pengiriman tersebut tidak mengganggu pasokan dalam negeri. 

AGAMA - Pengamat pertanian dari IPB University Prima Gandhi menilai ekspor perdana 2.280 ton beras Indonesia ke Arab Saudi pada 2026 memperkuat posisi perdagangan nasional. Langkah ini menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus membuka ruang kontribusi sektor pangan terhadap neraca perdagangan.

Ia memandang capaian tersebut menandai keberlanjutan program peningkatan produksi pertanian yang dijalankan pemerintah pada era Presiden Prabowo Subianto. Kinerja produksi yang meningkat memberi ruang bagi Indonesia untuk mulai memasuki pasar ekspor tanpa mengganggu kebutuhan domestik.
“Ekspor ini adalah bukti nyata swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” kata Gandhi, Kamis (5/3/2026).

Menurut dia, ekspor beras memiliki nilai strategis terhadap ketahanan pangan sekaligus keseimbangan perdagangan nasional. Produksi yang meningkat memberi peluang bagi Indonesia memperkuat peran di pasar beras internasional.

Kemajuan produksi dan pengelolaan stok beras nasional juga menjadi faktor penting. Indonesia saat ini mencatat cadangan beras dalam jumlah besar sehingga memberi ruang bagi kebijakan ekspor.

“Lompatan produksi kita sangat jauh di atas rata-rata. Jika stok dan pasokan dalam negeri terjaga, ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia di pasar global,” ujar Gandhi.

Sebelumnya, pemerintah juga melepas ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Pengiriman dilakukan secara bertahap hingga 31 Maret 2026.

Langkah tersebut memperkuat posisi industri perunggasan nasional yang telah mencapai swasembada ayam dan telur. Industri ini mulai memperluas pasar ke berbagai negara tujuan.

Pada Rabu (4/3/2026) Indonesia resmi mengekspor beras premium ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Pengiriman dilakukan oleh Perum Bulog dari Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta.

Langkah ini menandai fase baru pengelolaan pangan nasional. Indonesia tidak hanya menjaga ketersediaan dan stabilitas beras di dalam negeri, tetapi juga mulai memasok konsumsi jamaah haji di Tanah Suci dengan produk hasil panen petani sendiri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsolidasi produksi dan penguatan cadangan nasional. “Berkat kerja keras seluruh pihak, Indonesia bukan hanya mampu mencapai swasembada beras pada 2025, tetapi hari ini juga siap mengekspor beras CBP kualitas premium untuk melayani kebutuhan jamaah haji Indonesia,” kata Amran.

Perum Bulog mengirimkan 2.280 ton beras premium secara bertahap sepanjang musim haji tahun ini. Komoditas tersebut berasal dari pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi.

Beras yang diekspor memiliki kadar air terjaga dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen. Produk tersebut telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal dengan merek Beras Befood Nusantara.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menilai ekspor ini mencerminkan kemandirian bangsa di sektor pangan dan melampaui sekadar aktivitas perdagangan.

“Negara tidak hanya berhasil mencapai swasembada beras, tetapi hari ini kita membuktikan mampu melakukan ekspor beras untuk memasok kebutuhan jamaah haji dengan produk terbaik hasil panen petani Indonesia. Ini adalah simbol harga diri dan kebanggaan nasional,” ujar Rizal.

Ekspor beras haji ini mendapat dukungan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Seluruh dapur penyedia konsumsi jamaah haji Indonesia di Mekkah dan Madinah diwajibkan menggunakan beras Bulog Befood Nusantara pada musim haji 2026.

Bulog memastikan pengiriman tersebut tidak mengganggu pasokan dalam negeri. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Momentum ini juga memperkuat diplomasi pangan Indonesia di tingkat global sekaligus membuka peluang perluasan pasar beras premium nasional di mancanegara. (*) 

Tags :  haji, haji 2026, jamaah haji, beras, konsumsi haji,