
DEDDY HANDOKO ALIMIN, salah satu pengusaha Tionghoa melakukan bhakti sosial masih dalam suasana Bulan Ramadhan 1446 Hijriyah.
Direktur PT Sinar Peranap Perkasa (SPP) itu ikut bantu pendanaan dalam renovasi Masjid Al-Hijrah di Indragiri Hulu (Inhu). Tetapi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengapresiasi bahkan menilai pertolongan diberikan tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan.
"Sebagai pengusaha Tionghoa dermawan, pertolongan yang diberikan Dedy Handoko harus diberikan kepada siapa saja tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan," kata Larshen Yunus, Ketua DPD KNPI Riau, Rabu (26/3).
"Sebagai orang kaya, dia memutuskan besaran harta tak dipakai guna memenuhi kebutuhan diri sendiri. Dia memutuskan mengalihkannya untuk membantu masyarakat yang ada di Inhu agar sejahtera. Bahkan, dia juga membangun masjid dan melakukan bakti sosial, sekalipun dia bukan tumbuh besar di Inhu, melainkan di Kota Pekanbaru, Riau," sebut Larshen Yunus yang juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) KNPI Pusat Jakarta itu.
Seperti pada Minggu 23 Maret 2025 kemarin, Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Ade Agus Hartanto dan Wakil Bupati Hendrizal mengunjungi Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, yang dihadiri oleh Asisten II Setda Inhu, Anggota DPRD Inhu, Forkopimcam, Dirut PT SPP, serta jajaran terkait. Selain itu, Bupati Ade didampingi oleh Dirut PT SPP Deddy Handoko Alimin dan jajaran.
Dalam serahterima bantuan dana renovasi Masjid dari PT SPP, kegiatan dimulai dengan pembacaan qalam ilahi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Humas PT SPP.
Dalam sambutannya, Humas PT SPP menyampaikan kegiatan renovasi Masjid Al-Hijrah yang telah dilakukan, serta pemberian santunan kepada anak yatim yang berasal dari Desa Gumanti dan beberapa wilayah di Kecamatan Peranap.
Bupati Ade mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dirut PT SPP beserta jajaran yang telah turut berpartisipasi dalam merenovasi sarana ibadah di Desa Gumanti.
Renovasi masjid tersebut akhirnya diresmikan dengan penandatanganan prasasti, yang menandai dimulainya penggunaan Masjid Al-Hijrah yang lebih layak. Selain renovasi masjid, PT SPP juga memberikan bantuan sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim dan bantuan lainnya untuk masyarakat di Kecamatan Peranap.
Setelah penandatanganan prasasti, Bupati Ade melanjutkan kegiatan dengan memberikan santunan kepada 280 anak yatim yang berada di Kecamatan Peranap. Kegiatan ini juga dilakukan acara berbuka puasa bersama.
Para hadirin dihibur dengan kultum yang disampaikan oleh Al Ustad Edi, yang mengajak semua untuk meningkatkan amal ibadah di bulan suci Ramadhan.
Tetapi kembali disebutkan Larshen Yunus yang mengaku kenal (sahabat) dengan sosok Deddy Handoko Alimin adalah warga asli Riau yang mencari peruntungan di Riau dan Kepri sejak pada tahun 1970.
Satu hal yang membedakan dia (Deddy Handoko Alimin) dengan pengusaha lainnya adalah sifatnya.
"Deddy Handoko Alimin punya sifat baik. Dia jujur, tak berjudi, tak mabuk, tak main wanita, dan pandai bergaul. Atas alasan ini, dia disukai banyak orang, hingga pribumi," terang Larshen.
"Singkat cerita, pergaulan luas berhasil membawa berkah. Berkat berteman dengan para pejabat di Pekanbaru, Riau. Dia diberi konsesi perkebunan sawit yang jadi primadona ekspor. Dari sini, Deddy Handoko Alimin mulai memupuk kekayaan," sebutnya.
"Seluruh keuntungan digunakan untuk modal bisnis. Kala itu, sawit banyak diremehkan orang. Namun, intuisi Deddy Handoko Alimin berkata lain. Dia yakin perkebunan sawit bakal sukses."
"Benar saja, tak lama kemudian, pada era 2000 keatas harga sawit naik dan meroket. Pada titik ini dia pun cuan banyak. Lagi-lagi seluruh cuan dipakai untuk diversifikasi bisnis."
"Semua itu membuat Deddy Handoko Alimin berhasil dan dijuluki sebagai crazy rich. Menariknya, kepemilikan harta melimpah tak membuatnya terlena. Dia aktif dalam kegiatan sosial dan ikut membangun Riau," terang Larshen Yunus.
Menurut Larshen, langkah diambil Deddy Handoko Alimin karena merasa harta kekayaannya harus dikembalikan membantu masyarakat.
"Maka, dia banyak melakukan kegiatan sosial dengan membangun sarana-sarana untuk kepentingan umum," ungkap Larshen.
Prinsip hidup Deddy Handoko Alimin akan selalu membantu warga. Dia pernah berkata akan menyediakan apapun yang tidak pernah ada sebelumnya.
Tetapi Deddy Handoko Alimin, yang non-Muslim dan warga lokal, juga turut membangun masjid. Dia mengalihkan keuntungan demi membiayai seluruh pembangunan masjid di banyak kawasan di Riau.
Bahkan dia (Deddy Handoko Alimin) juga pernah menyumbang sepertiga dari seluruh biaya pembangunan Masjid. Semua ini dilakukan karena rasa hormatnya pada Pemerintah Provinsi Riau dan kaum Muslim.
Tak hanya masjid, Deddy Handoko Alimin, juga turut membangun klenteng, pura, dan gereja. Dia juga membangun sekolah, rumah sakit, jembatan, jalan, dan infrastruktur lain. Tak heran pria energik ini disebut menjadi salah satu motor penggerak pembangun kota Pekanbaru.
Bukan hanya mendukung pembangunan fisik, Larshen Yunus menceritakan, dia (Deddy Handoko Alimin) juga kerap keliling kampung untuk membagi-bagikan uang dan beras kepada fakir miskin. Jika ada orang minta sumbangan, maka dia akan sukarela membantu berapapun nominalnya. Itu sebabnya nama Deddy Handoko Alimin lebih cepat dikenal di tengah masyarakat yang mayoritas berpenduduk suku Melayu di Bumi Lancang Kuning Riau ini. (*)
Tags : deddy handoko alimin, pengusaha china, pekanbaru, riau, deddy handoko alimin bantu bangun masjid al-hijrah,