Sosial   2026/01/12 11:13 WIB

Penyebab Rezeki Terasa Seret Segera Tobat dan Utamakan Istighfar

Penyebab Rezeki Terasa Seret Segera Tobat dan Utamakan Istighfar

SOSIAL - Islam menegaskan bahwa rezeki setiap makhluk telah dijamin langsung oleh Allah, yang tidak hanya berlaku bagi manusia, tetapi juga mencakup hewan dan tumbuhan.

Namun dalam praktik kehidupan, banyak orang merasakan rezekinya terasa sempit, tertahan, atau tidak lancar. Pertanyaannya, apa penyebabnya dan bagaimana solusi spiritual yang diajarkan Islam?

Rezeki Dijamin Allah, Tercatat di Lauhul Mahfudz

Allah secara tegas menyatakan jaminan rezeki bagi seluruh makhluk dalam Al-Qur’an. Firman Allah dalam Surah Hud ayat 6 menyebutkan:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: “Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).”

Ayat ini menegaskan bahwa lancar atau tertahannya rezeki bukan semata-mata persoalan kerja keras dan ikhtiar lahiriah, melainkan juga berkaitan erat dengan kondisi spiritual seorang hamba.

Dosa Bisa Menjadi Penghalang Rezeki

Dalam literatur Islam, dosa disebut sebagai salah satu faktor penghambat datangnya rezeki.

Ustadz Ali Amrin Al Qurawy dalam Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa mengutip sebuah hadits Rasulullah yang menegaskan hal tersebut.

Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya, seorang hamba bisa tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah)

Hadits ini menunjukkan bahwa dosa bukan hanya berdampak pada urusan akhirat, tetapi juga berpengaruh langsung pada kehidupan dunia, termasuk urusan ekonomi dan kelapangan hidup.

Istighfar, Kunci Pembuka Pintu Rezeki

Islam tidak hanya menjelaskan sebab, tetapi juga memberikan solusi. Salah satu amalan utama yang dianjurkan untuk membuka kembali pintu rezeki adalah memperbanyak istighfar.

Dalam buku Agar Rezekimu Tak Seret karya Rizem Aizid, dijelaskan bahwa istighfar memiliki keutamaan luar biasa, salah satunya mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang rutin membaca istighfar, Allah akan memberikan solusi pada setiap kesulitannya, dan penyelesaian bagi setiap permasalahannya. Dan Dia akan memberikan rezeki dari jalan yang tidak terduga.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Baihaqi)

Hadits ini menegaskan bahwa istighfar bukan sekadar bacaan lisan, melainkan sarana taubat yang mampu mengubah keadaan hidup seseorang.

Ragam Bacaan Istighfar yang Dianjurkan

Masih merujuk pada Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, terdapat beberapa bacaan istighfar yang dapat diamalkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Istighfar Pertama

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

Istighfar Kedua

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan bertobat kepada-Nya.”

Istighfar Ketiga

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Sayyidul Istighfar, Pengakuan Dosa dan Nikmat

Selain bacaan istighfar di atas, Rasulullah juga mengajarkan Sayyidul Istighfar sebagai doa istighfar paling utama. Doa ini memuat pengakuan atas nikmat Allah sekaligus pengakuan dosa seorang hamba.

Berikut bacaan Sayyidul Istighfar sebagaimana dinukil dalam buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya Ahmad Zacky El-Syafa:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji dan perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha lahiriah dan pembersihan batin. Ketika rezeki terasa sempit, muhasabah diri dan memperbanyak istighfar menjadi langkah strategis yang diajarkan Rasulullah.

Dengan taubat yang tulus, pintu rezeki yang tertutup diyakini akan kembali terbuka atas izin Allah.

Tags : rezeki, rezeki seret, tobat, istighfar, setiap makhluk diberi rezeki,