PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Pergerakan penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru pada H-1 diperkirakan tembus 10 ribu orang.
Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru pada H-1 atau Jumat (20/3/2026) diperkirakan mencapai lebih dari 10 ribu orang.
Angka ini menjadi sorotan utama di tengah dinamika pergerakan penumpang yang sempat mengalami penurunan pada hari sebelumnya, namun tetap menunjukkan tren positif secara keseluruhan sepanjang periode mudik tahun ini.
Berdasarkan data dari manajemen bandara, proyeksi pergerakan penumpang pada H-1 Lebaran mencapai 10.082 orang dengan total 69 penerbangan.
Meski angka ini terlihat lebih rendah dibandingkan hari-hari sibuk sebelumnya, kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari pola fluktuasi yang lazim terjadi menjelang puncak arus mudik.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, menjelaskan bahwa pergerakan penumpang pada H-2 atau Kamis (19/3/2026) tercatat sebanyak 12.766 orang.
Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 6,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Sementara itu, pergerakan pesawat pada hari yang sama tercatat sebanyak 81 penerbangan, turun tipis 1,2 persen dibandingkan tahun lalu.
“Secara harian memang terjadi penurunan jika dibandingkan dengan hari yang sama pada periode tahun sebelumnya,” ujar Achmad.
Namun demikian, penurunan tersebut tidak mencerminkan kondisi keseluruhan arus mudik tahun ini.
Jika dilihat secara kumulatif sejak awal periode angkutan Lebaran, justru terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan.
Hingga H-2 Lebaran, total pergerakan penumpang di Bandara SSK II tercatat mencapai 84.794 orang. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang berada di angka 81.885 penumpang.
Dengan demikian, terdapat kenaikan sekitar 2.909 penumpang atau sekitar 3,5 persen secara keseluruhan.
“Artinya, secara total trafik penerbangan tahun ini masih menunjukkan tren positif. Meskipun secara harian terjadi fluktuasi, namun akumulasi jumlah penumpang tetap lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik melalui jalur udara masih cukup tinggi, meskipun dihadapkan pada berbagai faktor seperti harga tiket, kondisi ekonomi, hingga pilihan moda transportasi lainnya.
Memasuki H-1 Lebaran, pergerakan penumpang diprediksi tetap stabil di angka 10 ribuan.
Biasanya, sebagian pemudik memilih untuk berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan di bandara maupun potensi keterlambatan penerbangan.
Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tidak terjadinya lonjakan signifikan pada H-1.
Meski begitu, pihak bandara tetap bersiaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan mendadak. Seluruh fasilitas dan layanan telah dioptimalkan, mulai dari area check-in, pemeriksaan keamanan, hingga ruang tunggu penumpang.
Achmad menegaskan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya terus dilakukan secara intensif.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran operasional serta memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa bandara, terutama selama periode angkutan Lebaran yang menjadi salah satu momen tersibuk dalam setahun,” ujarnya.
Selain itu, pihak bandara juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara SSK II untuk datang lebih awal.
Penumpang disarankan sudah berada di bandara setidaknya dua hingga tiga jam sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari antrean panjang, terutama di area check-in dan pemeriksaan keamanan.
Tidak hanya itu, calon penumpang juga diminta untuk memastikan seluruh dokumen perjalanan telah lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal ini penting untuk mempercepat proses pelayanan serta menghindari kendala saat hendak melakukan perjalanan.
Di sisi lain, suasana di Bandara SSK II mulai dipadati oleh para pemudik yang membawa berbagai barang bawaan, mulai dari koper hingga oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.
Momen mudik Lebaran memang selalu menjadi tradisi tahunan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia.
Bandara sebagai salah satu pintu gerbang utama transportasi udara memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan penumpang.
Dengan proyeksi lebih dari 10 ribu penumpang pada H-1 Lebaran, Bandara SSK II Pekanbaru menunjukkan kesiapan dalam menghadapi arus mudik tahun ini.
Meskipun tidak terjadi lonjakan drastis pada hari terakhir sebelum Lebaran, namun tren peningkatan secara kumulatif menjadi indikator bahwa aktivitas penerbangan tetap ramai.
Ke depan, pergerakan penumpang diperkirakan akan kembali meningkat pada arus balik Lebaran. Oleh karena itu, pihak bandara akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan guna menghadapi fase berikutnya dari periode angkutan Lebaran.
Momentum Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi indikator penting bagi sektor transportasi udara dalam mengukur tingkat mobilitas masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan seluruh proses perjalanan dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semua pihak. (rp.elf/*)
Tags : penumpang bandara SSK II, pekanbaru, H-1 Lebaran, penumpang pesawat, Pekanbaru 2026, arus mudik Bandara,