PEKANBARU - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, para pedagang bendera musiman di Pekanbaru justru menghadapi kenyataan pahit.
"Penjualan bendera Merah Putih merosot tajam, bahkan disebut sebagai yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir."
“Partisipasi aktif dari seluruh instansi dan perusahaan diharapkan dapat memperkuat rasa kebangsaan, persatuan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Agung Nugroho mengajak seluruh perusahaan ikut berpartisipasi dalam surat resminya.
Agung Nugroho mengajak seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan perusahaan swasta untuk berpartisipasi dalam Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025.
Ajakan ini disampaikan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam surat edaran tertanggal 21 Juli 2025, Agung menyebut kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.10.1.1/3823/SJ tanggal 10 Juli 2025.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota ingin menumbuhkan semangat nasionalisme dan meneguhkan rasa persatuan di tengah masyarakat.
Walikota mengimbau seluruh perusahaan dan instansi untuk mengibarkan Bendera Merah Putih, memasang spanduk, baliho, umbul-umbul, serta atribut kemerdekaan lainnya mulai 1 hingga 31 Agustus 2025 di lingkungan kerja masing-masing.
Selain itu, mereka juga diharapkan ikut berkontribusi dalam Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih dengan menyerahkan bantuan sebanyak 100 helai bendera.
Bendera tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol menanamkan rasa cinta tanah air.
"Pemko Pekanbaru berharap seluruh pihak berperan aktif dalam memeriahkan peringatan HUT RI ke-80 agar suasana kota semakin semarak dan penuh semangat kebangsaan," kata Walikota.
Penurunan dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tren bendera bajak laut dari serial anime One Piece.
Ramainya kabar mengenai pengibaran bendera bajak laut dalam anime One Piece, pada momen perayaan HUT RI Ke-80 dengan menggantikan bendera merah putih.
Ternyata hal itu berdampak pada penjualan para pedagang bendera, karena banyak warga yang mencari bendera One Piece tersebut dibandingkan bendera merah putih.
Tetapi Agung Nugroho mengatakan bahwa viralnya pengibaran bendera One Piece ternyata berdampak pada pedagang, walaupun ia tidak begitu tau terkait bendera tersebut.
Ia menegaskan tak akan menjual bendera tersebut yang dapat merusak momen berharga dalam perayaan HUT RI tahun ini.
Seorang pedagang bendera Merah Putih, Sutikno, yang sudah berjualan sejak tahun 1995, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Ia menyebut tahun ini sebagai masa paling sulit yang pernah ia alami.
"Untuk tahun ini udah merosot kali, udah jauh merosot lah pokoknya. Turun harga penjualannya, penghasilnya pun berkurang, harga pun udah nggak stabil lagi. Ditambah peminat masyarakat terhadap bendera merah putih ini pun menurun," ujarnya, Rabu (6/8).
Sutikno menjelaskan, harga umbul-umbul yang biasanya dijual Rp600.000 per kodi, kini hanya laku di kisaran Rp450.000. Padahal tahun lalu, ia masih bisa menjualnya hingga Rp700.000.
"Kalau dulu bisa dapat untung sampai 10 persen, sekarang tinggal 2,5 persen. Sangat-sangat menurun dibanding tahun lalu," jelasnya.
Selain tekanan ekonomi dan ketidakstabilan harga bahan baku, tren bendera One Piece yang viral di media sosial dianggap ikut memengaruhi pasar.
Bendera dengan lambang bajak laut tersebut kini banyak dicari dan digunakan sebagai dekorasi alternatif.
"Kalau boleh jujur, sekarang ini memang masih ada yang beli bendera merah putih, tapi ya sedikit. Apalagi ditambah dengan tren bendera One Piece ini kan, semakin merosot dia," ungkapnya.
Meski demikian, para pedagang tetap berharap pada momentum setelah tanggal 10 Agustus.
Berdasarkan pengalaman tahunan, penjualan bendera biasanya meningkat signifikan saat masyarakat mulai mempersiapkan perayaan kemerdekaan di lingkungan rumah, kantor, dan sekolah.
"Biasanya memang baru mulai naik itu tanggal 10 Agustus ke atas. Kalau udah lewat tanggal 17, benderanya kita bersihkan, kita simpan, tahun depan dijual lagi," kata Muskoto.
Harga bendera Merah Putih bervariasi mulai dari Rp20.000 hingga Rp30.000 per lembar, tergantung ukuran.
Namun, jika tren pop culture terus mendominasi dan minat terhadap simbol nasional menurun, para pedagang musiman dikhawatirkan akan semakin sulit bersaing. (rp.sul/*)
Editor: Elfi Yandera
Tags : pedagang, pedagang bendera merah putih, pekanbaru, HUT RI Ke-80, pedagang terimbas tren bendera one piece, News Kota,