Agama   2026/01/12 11:47 WIB

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tidak Bisa Memosisikan Diri Sebagai Jamaah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tidak Bisa Memosisikan Diri Sebagai Jamaah

PPIH diminta untuk fokus melayani jamaah haji.

AGAMA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan agar Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tidak memposisikan diri sebagai jamaah haji. Hal tersebut disampaikannya usai Pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) PPIH Arab Saudi.

"Mereka (petugas haji) di sana (Arab Saudi) fokusnya adalah pelayanan jamaah, pelayanan jamaah itu artinya mereka bukan memposisikan sebagai jamaah," kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad (11/1/2025)

Wamenhaj menegaskan, PPIH harus fokus melayani jamaah haji. Dia mengungkapkan, sudah ada materi fikih haji untuk para petugas agar mereka bisa tetap fokus melayani jamaah selama berada di Tanah Suci. 

Dahnil mengatakan, selama ini poin positif dari petugas haji selalu diberikan kepada TNI dan Polri mengingat tingginya tingkat kedisiplinannya, dedikasinya, dan pelayanan kepada jamaahnya.

"Nah itulah kenapa sebagai bentuk apresiasi kami terhadap para prajurit TNI, Polri yang selama ini banyak membantu tuga-tugas perhajian, jadi kami menambah jumlah petugas dari TNI dan Polri,"ujar Dahnil.

Ia menambahkan, tahun ini ada 185 petugas haji dari unsur TNI dan Polri. Jumlah tersebut jauh bertambah dari tahun lalu yang cuma mencapai 80 petugas. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyerahkan pelatihan petugas haji ke tangan teman-teman TNI dan Polri.

"Karena kita ingin mengadaptasi kedisiplinan, kekompakan tim," ujar Dahnil.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan yang akrab disapa Gus Irfan mengatakan bahwa diselenggarakannya diklat ini karena tahun lalu banyak keluhan dari jamaah haji dan lainnya bahwa petugas haji kurang responsif, profesional dan sebagainya.

"Hari ini kita mulai diklat (PPIH Arab Saudi) 30 hari, 20 hari di sini (Asrama Haji), 10 hari online, itu pun belum selesai, dilanjutkan dengan online berikutnya terkait dalam penyiapan bahasa Arab buat mereka," kata Gus Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad (11/1/2026)

Gus Irfan menyampaikan bahwa selama 20 hari mereka dilatih, dibina, dididik terkait kedisiplinan, penempaan fisik, pengetahuan tentang haji dan berbagai hal terkait dengan haji.

Dalam diklat para petugas haji diberi tahu mereka akan dibagi tugas di mana, posisinya dimana, posnya, kepala posnya siapa, temannya siapa saja dan sebagainya. Sehingga saat berangkat bertugas ke Arab Saudi sudah paham tugasnya dan kenal dengan timnya.

Ia menambahkan, petugas haji akan dibekali bahasa Arab. Sebab salah satu kendala petugas haji sebelumnya adalah kurang bahasa Arabnya.

"Kita berikan bahasa Arab dalam 20 hari ini ditambah online berikutnya," ujar Gus Irfan. 

Mengenai diklat yang melibatkan militer, ia menerangkan bahwa yang diharapkan adalah kedisiplinan dan fisik peserta, hal itu diperlukan petugas haji.

Gus Irfan menegaskan, tanpa fisik yang kuat, tanpa disiplin yang kuat, PPIH tidak akan bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Gus Irfan juga mengingatkan bahwa petugas haji yang melanggar aturan akan diberi peringatan. Kalau diperingatkan tetap melanggar aturan, maka akan dipulangkan dari diklat atau dari Arab Saudi nanti.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid berharap Kemenhaj dapat melaksanakan penyelenggaraan haji lebih baik. Salah satu kunci keberhasilan adalah petugas haji.

"Oleh karena itu, ini sudah bagus, petugas (PPIH) akan di diklat tidak hanya 20 hari, tapi sampai 30 hari dan ditambah lagi adalah dengan (pelajaran) bahasa Arab, itu suatu langkah yang maju," ujar Wahid. (*) 

Tags : haji 2026, jamaah haji 2026, petugas haji 2026, ppih, arab saudi, pelatihan petugas haji, dahnil anzar simanjuntak,