Riau   2026/01/24 13:48 WIB

PHR Lakukan Pengalihan Bahan Bakar ke Solar Atasi Dampak Kebocoran Pipa Gas

PHR Lakukan Pengalihan Bahan Bakar ke Solar Atasi Dampak Kebocoran Pipa Gas

JAKARTA — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan pengalihan bahan bakar pembangkit listrik dari gas ke solar (fuel switching) menyusul kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).

Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan operasi di tengah gangguan pasokan energi.

Pipa gas yang berlokasi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dilaporkan bocor disertai semburan api pada 2 Januari 2026.

Insiden tersebut berdampak signifikan terhadap operasional Blok Rokan, dengan potensi kehilangan produksi minyak mencapai sekitar 2 juta barel akibat terganggunya kinerja pompa angguk.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan langkah mitigasi PHR saat melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Kantor Utama PHR, Rumbai, Jumat (23/1/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung dampak gangguan pasokan gas terhadap operasional pembangkit listrik PHR, sekaligus memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan efektif guna mengamankan target produksi minyak dan gas nasional.

Laode menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan langkah strategis yang dilakukan PHR dalam menghadapi kondisi darurat tersebut.

“PHR telah melakukan upaya luar biasa di lapangan. Pengalihan bahan bakar pembangkit ke solar serta pengelolaan beban listrik dengan memprioritaskan sumur-sumur utama terbukti mampu menjaga ribuan sumur tetap berproduksi di tengah keterbatasan pasokan gas,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, produksi minyak di Blok Rokan saat ini mulai berangsur pulih. Pemerintah, kata Laode, memberikan perhatian khusus agar produksi dapat segera kembali normal mengingat Blok Rokan merupakan salah satu tulang punggung produksi minyak nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menegaskan bahwa seluruh jajaran perusahaan tetap berada dalam kondisi siaga tinggi untuk menjaga keandalan operasi. PHR juga telah menyiapkan rencana pemulihan agresif yang akan dijalankan setelah pasokan gas kembali normal.

“Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian ESDM dan SKK Migas. Gangguan eksternal ini menjadi tantangan berat, namun ketangguhan operasi kami telah teruji. Dengan pulihnya pasokan energi, kami siap meningkatkan produksi guna mengejar target yang telah ditetapkan negara,” kata Arifin.

PHR, lanjutnya, memastikan seluruh langkah operasional selama masa pemulihan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah memberi perhatian serius terhadap pemulihan operasi di Wilayah Kerja Rokan pascakejadian kebocoran pipa gas TGI.

Menurutnya, gangguan tersebut turut menekan produksi migas nasional di awal 2026.

“Di awal tahun ini kita mengalami musibah kebocoran pipa gas di Sumatra yang menyebabkan potensi kehilangan sekitar 2 juta barel,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Akibat kebocoran tersebut, produksi minyak Blok Rokan hanya mencapai sekitar 50.000 hingga 60.000 barel per hari, jauh di bawah kapasitas normal sekitar 150.000 barel per hari.

Meski demikian, Bahlil menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab.

“Walaupun ini kecelakaan, tetap ada unsur kelalaian. Kami akan memberikan sanksi kepada pejabat terkait di Kementerian ESDM maupun BUMN,” tegasnya. (*)

Tags : pt pertamina hulu rokan, pt phr, phr alihkan bahan bakar ke solar, phr atasi Dampak kebocoran pipa gas,