LONDON - Presiden Prabowo Subianto dalam lawatannya mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable bersama Russell Group yang digelar di Lancaster House, London, Selasa (20/1)
Russell Group merupakan jaringan yang beranggotakan 24 universitas terbaik di Inggris Raya.
Universitas yang tergabung dalam Russell Group di antaranya University of Leeds, University of Liverpool, King's College London, Imperial College London, University of Glasgow, University of Exeter, University of Edinburg, Durham University, Cardiff University, University of Cambridge, University of Bristol, University of Birmingham.
Kemudian London School of Economics, University of Manchester, Newcastle University, University of Nottingham, University of Oxford, Queen Mary University of London, Queen's University Belfast, University of Sheffiefd, University of Southampton, University College London, University of Warwick, dan University of York.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerja sama pendidikan internasional guna mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang teknologi digital dan sains.
“Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi. Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujar presiden dilansir dari laman resmi Presiden RI.
Kepala Negara meyakini pendidikan merupakan fondasi utama keberhasilan suatu bangsa. Menurutnya, hanya dengan pendidikan terbaik sebuah negara dapat bersaing dan mencapai kemajuan berkelanjutan.
“Untuk menjadi bangsa yang sukses, kita harus memiliki pendidikan terbaik yang dapat dicapai. Itulah keyakinan saya,” katanya dalam forum tersebut.
Presiden Prabowo mengungkapkan Indonesia saat ini masih menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi.
Ia menyebut Indonesia kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahun masih jauh dari kebutuhan nasional.
“Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” tutur presiden.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah berencana membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi.
Presiden menegaskan seluruh universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ungkapnya.
Presiden optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga universitas-universitas baru tersebut mulai menerima mahasiswa pada 2028.
“Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia. Jadi rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” pungkas Prabowo. (*)
Tags : Pendidikan, Prabowo, Prabowo Subianto, Inggris,