News   29-03-2025 13:34 WIB

PT MMJ Menuju Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, Relawan Prabowo Gibran: 'Tetapi Tetap Perhatikan Lingkungan dan Sosial' 

PT MMJ Menuju Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, Relawan Prabowo Gibran: 'Tetapi Tetap Perhatikan Lingkungan dan Sosial' 
Cegah Abrasi Pantai PT.Marita Makmur Jaya Pulau Rupat lakukan gerakan tanam Bakau Satu Juta Pohon.

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Industri perkebunan kelapa sawit di Riau sudah saatnya menerapkan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

"Program ini merupakan upaya untuk mewujudkan standar pelestarian lingkungan pada industri kelapa sawit," kata Larshen Yunus, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN), tadi Minggu (29/3).

Larshen Yunus mengatakan penerapan ISPO bagi usaha perkebunan seperti yang sudah diterapkan pada PT Marita Makmur Jaya (MMJ) merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan perkebunan berkelanjutan yang mensinergikan aspek ekonomi, sosial budaya dan ekologi.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaannya tentu saja memerlukan dukungan dari semua komponen dan stakeholder (pemangku kepentingan) yang terkait dengan pembangunan usaha perkebunan.

"Tanaman kelapa sawit yang sekarang dikelola perusahaan yang berada di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau itu merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan. Komoditas ini selain mempunyai fungsi ekonomis yang tinggi, juga mampu meningkatkan fungsi sosial dan ekologi," ujar Larshen.

"Penerapan ISPO adalah implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 19 tahun 2011 tentang Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO)."

"Penerapan ISPO sekaligus menjadi upaya agar dapat meningkatkan posisi tawar CPO (crude palm oil/minyak mentah sawit) Indonesia di pasar internasional," terangnya.

Dijelaskannya Larshen Yunus lagi, Indonesia saat ini adalah negara utama penghasil komoditi kelapa sawit. Namun, keberhasilan menjadi produsen utama itu bukan tanpa hambatan.

"Berbagai isu negatif dilontarkan negara-negara penghasil minyak nabati non sawit."

Tetapi Larshen kembali menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk menjelaskan dan meluruskan isu-isu negatif serta melakukan upaya perbaikan yang diperlukan antara lain melalui penerapan ISPO.

"Makannya kita apresiasi perusahaan perkebunan seperti MMJ, yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Permentan mengenai Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia. Peraturan tersebut bersifat mandatory atau wajib diterapkan perusahaan perkebunan kelapa sawit," harap Larshen Yunus..

Ditambahkannya, untuk penerapan Permentan ini maka Disbun Riau telah melaksanakan sosialisasi Permentan 19/2011 tentang ISPO di Riau diikuti dinas yang membidangi perkebunan kabupaten/kota dan perusahaan besar perkebunan di Riau.

Salah satu kriteria untuk memperoleh sertifikat ISPO, kata Larshen Yunus, perusahaan kelapa sawit harus masuk dalam kelompokl kelas I, II dan III. Selain itu sertifikat ISPO wajib dimiliki oleh pihak perusahaan untuk melaksanakan usahanya secara berkelanjutan. 

Perkebunan sawit MMJ perhatikan lingkungan

Salah satu  unsur yang harus dipenuhi dalam membangun perkebunan kelapa sawit adalah pembangunan yang harus ramah terhadap lingkungan, kata Larshen Yunus.

Terlebih hal tersebut, kini menjadi salah satu pembicaraan yang hangat yakni industri kelapa sawit menjadi salah satu perusahaan yang dituding sebagai perusak lingkungan.

"Kita apresiasi PT MMJ masih menerapkan pembangunan industri kelapa sawit yang berwawasan lingkungan dan dilaksanakan secara konsekwen," kata Larshen.

"Hasil pembicaraan dengan Direktur PT MMJ, Sidarta diakui perusahaannya konsisten dalam menerapkan industri kelapa sawit yang ramah terhadap lingkungan dari pemilihan lahan hingga pengelolaan porduksinya," diulang Larshen.

Tetapi Larshen manmbahkan, perusahaan itu (MMJ) telah memiliki cadangan lahan yang telah bersertifikat HGU atau Hak Guna Usaha resmi.

"Sisanya masih dalam tahap dokumentasi legalitas lahan," paparnya.

Lahan yang dikembangkan oleh PT MMJ seluruhnya berlokasi di Bengkalis. "Jadi kawasan tersebut memang kawasan yang diperuntukkan bagi budidaya perkebunan khususnya kelapa sawit," kata dia.

Hasil pembicaraan dengan pihak perusahaan, sebelum pembukaan lahan atau land clearing, seluruh areal terlebih dulu diverifikasi dan disurvei kondisi lahannya. Setelah itu, kata Larshen Yunus lagi, perusahaan itu baru menganalisa mengenai dampak lingkungan (amdal) dengan menerapkan metode zero burning system atas pembukaan lahan bagi seluruh areal perijinan.

Cegah abrasi di pesisir pantai pulau rupat 

PT MMJ yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung baik Sekolah maupun prasarana Kesehatan yang semuanya secara gratis itu peduli lingkungan dengan menanami bibit bakau.

"Dalam hal menjaga ekosistem lingkungan khususnya dalam melestarikan hutan mangrove guna untuk mencegah abrasi pantai dan sesuai dengan Program Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan pusat, MMJ menjaga serta memelihara ekosistem pantai agar tidak terjadi abrasi yang bisa merusak alam.

"PT. Marita Makmur Jaya dengan gerakan penanaman sejuta pohon mangrove telah melakukan penanaman pohon bakau dibibir pantai yang berbatasan dengan areal kebun perusahaan," kata Larshen. 

Giat penanaman pohon ini diikuti oleh Direksi, Staff dan Karyawan yang berada di Perusahaan tersebut.

Penanaman sejuta pohon ini dibuka secara simbolis oleh Wakil direksi dan Manager Umum PT MMJ serta diikuti Oleh Karyawan dan Staff,  Wakil Direksi berharap kontribusi Perusahaan dalam kegiatan ini mampu menginspirasi dan mengedukasi dalam melestarikan lingkungan.

Menurut Larshen Yunus, tanaman mangrove dapat mengurangi abrasi, menjaga habitat Biota laut, menahan angin dan badai, menyerap karbon dioksida, menjaga dan memelihara kualitas air dan udara serta sangat bermanfaat bagi orang-orang yang tinggal di sekitaran pantai, sehingga selain bermanfaat untuk ekosistem dapat bermanfaat juga untuk orang orang yang tinggal sekitaran pantai.

"Perusahaan itu menanam mangrove sekitar 5000 pohon mangrove dan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan di seluruh areal perbatasan yang berbatasan dengan pantai," sebutnya.

Pihak perusahaan menilai gerakan penanaman pohon bakau selaras dengan program pemerintah Kabupaten Bengkalis. (*)

Tags : PT Marita Makmur Jaya, PT MMJ, Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, PT MMJ Perhatikan Lingkungan dan Sosial, News,