PERUSAHAAN SAWIT umumnya memiliki kebijakan khusus untuk memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan karyawan yang menjalankan ibadah puasa Ramadan, mengingat pekerjaan di perkebunan memerlukan fisik yang prima.
"Kami melakukan penyesuaian jam kerja. Manajemen mengubah waktu kerja, seperti mempercepat jam masuk dan pulang, atau mengurangi target panen harian agar tidak terlalu menguras energi di tengah cuaca panas," kata Humas Manager PT Musim Mas (MM), Malinton H Purba SH MH.
Menurutnya, pengaturan shift kerja, misalnya memaksimalkan pekerjaan di pagi hari atau memindahkan pekerjaan yang membutuhkan fisik berat ke waktu yang lebih sejuk.
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) karyawan tetap diperhatikan.
Melalui dokter perusahaan atau petugas medis sering memberikan edukasi untuk mencegah heat exhaustion (kelelahan akibat panas) dan memastikan karyawan tetap terhidrasi dengan baik saat sahur dan berbuka.
Program seperti "Sobat Aksi Ramadhan" yang memberikan paket takjil atau makanan berbuka bagi karyawan di lapangan dilakukan, "Mengingatkan agar perusahaan tetap menjamin perlindungan kerja, gaji, dan THR tepat waktu selama bulan Ramadhan."
Meskipun terdapat kebijakan tersebut, diakuinya, beberapa pekerja terkadang memprotes jika penyesuaian jam kerja dinilai kurang efektif atau terlalu memberatkan.
Maka penting bagi perusahaan, kata dia, untuk tetap memantau kondisi pekerja agar produktivitas terjaga tanpa mengabaikan kesehatan karyawan. (*)
Tags : pt musim mas, mm, ramadhan, mm perhatikan karyawan perkebunan kelapa sawit, mm perhatikan karyawan yang puasa, ramadhan 1447 hijriyah, ramadhan 2026, pelalawan, riau, mm minta karyawan tak bermalas-malasan di ramadhan,