Headline News   2026/09/26 2:44 WIB

Puluhan UMKM Riau Bidik Pasar Global di Pertamina SMEXPO 2026

Puluhan UMKM Riau Bidik Pasar Global di Pertamina SMEXPO 2026

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membawa produk unggulan mereka dalam Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2026 yang mengusung tema “Lokal Jadi Vokal”.

Produk kerajinan tangan, kuliner khas daerah hingga fesyen lokal memenuhi Atrium Living World Pekanbaru.

Sebanyak 32 UMKM binaan PT Pertamina (Persero) ambil bagian dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari, 25-27 September 2026.

Ajang tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, mulai dari tingkat regional, nasional hingga global.

Pembukaan SMEXPO Pekanbaru 2026 dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau Job Kurniawan, VP Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, Manager Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) Pertamina Fety, serta sejumlah pihak lainnya.

Kehadiran selebgram lokal Megi juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan produk UMKM kepada generasi muda, khususnya Gen Z.

Asisten III Setdaprov Riau Job Kurniawan mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Di Riau, sektor UMKM bergerak pada berbagai bidang, mulai dari perdagangan, pertanian, kuliner, industri kecil hingga ekonomi kreatif.

Menurut Job, aktivitas UMKM juga banyak digerakkan oleh perempuan dan generasi muda yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Karena itu, pertumbuhan UMKM dinilai memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Karena itu, ketika kita bicara tentang UMKM, sesungguhnya kita bicara bagaimana perekonomian di Provinsi Riau yang kita cintai ini,” kata Job Kurniawan di Pekanbaru, Jumat (25/9).

Ia menyebut tantangan UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan modal dan akses pasar.

Pelaku usaha juga dituntut meningkatkan kualitas produk, memperkuat merek, memperbaiki kemasan, memenuhi standardisasi serta memanfaatkan teknologi digital.

“Maka kami berpesan kepada para pelaku UMKM, jangan hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi pastikan produk tersebut mampu ditemukan, dikenal, dipercaya, dan dibeli oleh konsumen,” kata Job.

Karena itu, ia mendorong pelaku UMKM untuk konsisten menjaga mutu sekaligus memperkuat pemasaran digital agar produk lokal Riau memiliki daya saing lebih luas.

Sementara itu, VP Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan 32 UMKM yang mengikuti SMEXPO Pekanbaru telah melalui proses kurasi.

Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari kerajinan, makanan dan minuman hingga fesyen dengan karakteristik dan kearifan lokal masing-masing.

“Untuk yang di Pekanbaru ini ada sekitar 32 UMKM binaan yang ikut, tiga hari ke depan. Jadi beraneka ragam, ada yang dari kerajinan, kemudian ada yang makanan dan minuman juga. Kemudian juga ada yang fashion dan masing-masing punya khas masing-masing daerah tentunya disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing,” kata Dian.

Menurut Dian, pameran tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memberikan dampak terhadap pendapatan dan perkembangan usaha para peserta.

“Melalui tema ‘Lokal Jadi Vokal’, kita ingin menyuarakan potensi dan kreativitas produk asli Riau ke panggung yang lebih luas. Ini adalah kesempatan emas bagi pelaku usaha lokal kita,” ujarnya.

SMEXPO Pekanbaru juga tidak hanya dikemas sebagai kegiatan jual beli. Sejumlah aktivitas interaktif disiapkan untuk menarik minat masyarakat dan memperkenalkan produk UMKM kepada konsumen yang lebih luas.

Pameran tersebut terbuka untuk umum dan berlangsung hingga Minggu 27 September 2026.

Manager SMEPP Pertamina Fety mengatakan SMEXPO telah memasuki tahun ketujuh. Pada dua tahun pertama, kegiatan digelar secara virtual akibat pandemi Covid-19.

Sejak 2022, kegiatan kembali dilaksanakan secara fisik dan kemudian berkembang dari tingkat regional hingga nasional dengan puncak kegiatan di Jakarta.

Menurut Fety, SMEXPO merupakan bagian dari ekosistem pembinaan UMKM yang dirancang agar pelaku usaha memiliki kesempatan berkembang secara bertahap.

“Kami berharap bisa membina pelaku UMKM mulai dari tingkat regional, kemudian membawa mereka ke tingkat nasional. Ujung-ujungnya, harapannya mereka bisa masuk ke pasar global,” katanya.

Untuk membuka akses pasar internasional, pelaku UMKM juga dapat mengikuti berbagai pameran internasional maupun kegiatan pitching bersama atase perdagangan.

“Ini yang kami harapkan nantinya bisa dimanfaatkan oleh para UMK di regional, khususnya di Riau,” katanya.

Namun, tidak seluruh peserta SMEXPO secara otomatis akan melaju ke tahapan berikutnya.

Fety mengatakan terdapat proses kurasi dengan sejumlah indikator yang harus dipenuhi pelaku UMKM, termasuk aspek sertifikasi, perizinan dan legalitas usaha.

“Akan ada kurasi, akan ada indikator-indikator yang harus dipenuhi oleh teman-teman UMKM. Biasanya seperti pemenuhan sertifikasi, perizinan, dan legalitas,” jelasnya.

Fety menilai kelengkapan legalitas dan sertifikasi bukan hanya berkaitan dengan administrasi.

Bagi UMKM, kedua aspek tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

“Legalitas dan sertifikasi ini adalah senjata bagi para UMKM untuk mendapatkan trust. Kalau mendapatkan trust, mereka bisa dikenal. Kalau sudah dikenal, harapannya produk mereka dicoba dan kemudian konsumen kembali lagi,” jelasnya.

Job Kurniawan menambahkan, Pemprov Riau berharap SMEXPO tidak berhenti sebagai ajang promosi sesaat.

Pembinaan dan pembukaan akses pasar perlu terus dilakukan agar UMKM lokal dapat berkembang dan naik kelas.

“Kami berharap kita tidak hanya berhenti sampai di sini. Tadi juga disampaikan ada pembinaan bagaimana UMKM lokal ini akan menjadi nasional, kemudian UMKM nasional menjadi internasional dan global,” harapnya.

Ia mengatakan pemerintah daerah bersama instansi terkait juga berupaya membantu pelaku UMKM dalam memenuhi aspek legalitas usaha.

“Kami bersama DPMPTSP dan dinas terkait membantu legalitasnya supaya UMKM yang ada sekitar 34 ribu ini bisa naik kelas dan naik tingkat,” katanya.

Menurut Job, keberadaan SMEXPO seharusnya menjadi pintu masuk untuk membuka jaringan pasar yang lebih luas bagi produk UMKM Riau.

“Kami berharap tidak hanya berhenti di SMEXPO saja, tidak hanya berhenti dengan 34 UMKM saja. Mudah-mudahan ini semakin bergema, mencarikan pasarnya, sehingga UMKM ini semakin percaya diri, semakin dipercaya, dan mampu menjaga produk yang sudah dihasilkan,” ujarnya.

Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang melihat UMKM sebagai pilihan untuk membangun masa depan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Bagi pelaku UMKM, SMEXPO juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi baru. Salah satunya Nur Fitria, pemilik Mie Sagu Makcio.

Fitria memanfaatkan pameran tersebut untuk memperkenalkan produk terbarunya berupa mie sagu goreng. Selama ini, mie sagu lebih banyak dikenal masyarakat dalam bentuk kemasan kuah.

Selain memperkenalkan produk, Fitria juga memanfaatkan SMEXPO sebagai ruang bertemu dan berdiskusi dengan sesama pelaku UMKM.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai aktivitas bisnis sekaligus mengidentifikasi peluang dan kebutuhan pengembangan usaha.

Bagi para pelaku UMKM, ruang seperti SMEXPO tidak hanya menghadirkan etalase untuk menjual produk, tetapi juga membuka jalan untuk membangun jaringan, memperkuat kapasitas usaha dan membawa produk lokal Riau berbicara lebih jauh. (*)

Tags : umkm, usaha mikro kecil menengah, puluhan umkm ikuti SMEXPO, pasar global SMEXPO 2026, News,