Sosial   2026/03/29 17:38 WIB

Ratusan Penyandang Disabilitas dapat Akses Mudik Aman Lewat Program Gratis BSI

Ratusan Penyandang Disabilitas dapat Akses Mudik Aman Lewat Program Gratis BSI

SOSIAL - Ratusan Penyandang Disabilitas kini bisa mudik dengan fasilitas lebih ramah. Di tengah jutaan orang yang bersiap pulang kampung, ratusan penyandang disabilitas akhirnya mendapat kesempatan mudik dengan lebih aman dan nyaman.

Program mudik gratis PT Bank Syariah Indonesia (BSI) tahun ini membuka ruang bagi kelompok yang kerap menghadapi hambatan dalam perjalanan jarak jauh.

Sebanyak 385 penyandang disabilitas diberangkatkan dari Jakarta bersama total 2.261 pemudik menuju sejumlah kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Mereka menuju berbagai daerah seperti Cirebon, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Di balik ramainya arus mudik setiap tahun, akses transportasi yang ramah difabel masih terbatas. Fasilitas yang belum sepenuhnya inklusif membuat perjalanan sering kali menjadi tantangan, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti naik kendaraan atau berpindah tempat.

Melalui program ini, BSI menyediakan armada yang lebih ramah difabel, termasuk kendaraan bagi pengguna kursi roda serta alternatif perjalanan dengan kereta api. Setiap peserta juga mendapat pendamping selama perjalanan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, mudik seharusnya bisa dirasakan semua kalangan tanpa terkecuali. “Kami ingin saudara-saudara kita penyandang disabilitas bisa mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3/2026) lalu.

Selain transportasi, peserta juga mendapat paket konsumsi, perlengkapan perjalanan, serta pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman di tengah padatnya arus mudik.

Selama perjalanan, para peserta mendapat pendamping untuk membantu kebutuhan mereka. BSI juga menyiapkan paket konsumsi, perlengkapan perjalanan, serta pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.

Sebanyak 44 bus dikerahkan dalam program ini, ditambah moda kereta api. Peserta lain berasal dari pelaku UMKM, pegawai dasar, hingga tenaga alih daya.

Jumlah pemudik dalam program ini meningkat tajam. Tahun ini tercatat naik 122 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1.019 orang. Kenaikan ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan mudik gratis yang semakin besar.

Di tengah arus mudik yang kian padat, layanan inklusif seperti ini menjadi penting. Bagi penyandang disabilitas, mudik bukan sekadar perjalanan tahunan, tetapi juga kesempatan untuk pulang, berkumpul, dan tetap menjadi bagian dari tradisi Lebaran.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, BSI juga menyiapkan delapan posko di sejumlah titik, mulai dari terminal, stasiun, hingga pelabuhan. Posko ini dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat selama perjalanan.

Di antara derasnya arus pemudik, langkah kecil ini memberi makna besar bagi semua orang, tanpa terkecuali, berhak merasakan hangatnya pulang. (rilis)

Tags : mudik gratis, layanan inklusif, penyandang disabilitas, program mudik, transportasi umum, umkm, kenaikan pemudik, posko mudik, tradisi lebaran, perjalanan aman, mudik 2026,