KARHUTLA (Kebakaran hutan dan lahan) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra terus berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, Rumah Zakat memperkuat aksi kemanusiaan melalui pemadaman kebakaran, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, hingga edukasi perlindungan diri bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Kondisi karhutla di Kalimantan Selatan meningkat sejak pertengahan Juli 2026 dan meluas ke sejumlah wilayah, termasuk Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, dan Banjarmasin.
Di Kalimantan Barat, kebakaran meningkat sejak 16 Juli 2026, bermula di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, kemudian meluas ke sejumlah wilayah lainnya.
Cuaca panas, minim hujan, angin kencang, serta lahan gambut yang mengering menjadi faktor yang memperburuk situasi.
Di lapangan, relawan Rumah Zakat turut terlibat dalam upaya pemadaman, termasuk di wilayah Wonodadi dan Katingan, Kalimantan Tengah.
Di Katingan, tujuh relawan Rescue Rumah Zakat bersama Rumah Zakat Perwakilan Kalimantan yang dipimpin RM Asrul Putra Nanda melakukan penanganan titik api dengan metode nozzle tanam.
Metode ini dilakukan dengan memasukkan selang ke area gambut untuk menjangkau bara api di bawah permukaan tanah sekaligus mendinginkan area yang masih menyimpan panas, sehingga risiko api kembali menyala dapat dikurangi.
Aksi pemadaman juga dilakukan di Pontianak, Kalimantan Barat, serta sejumlah titik lainnya.
Dalam rekap respons per 15 Oktober 2026, Rumah Zakat mencatat aksi pemadaman di 40 titik dengan dukungan 100 rol selang pemadam.
Upaya penanganan tersebut dilengkapi assessment untuk memetakan kebutuhan masyarakat dan menentukan bantuan lanjutan sesuai kondisi di lapangan.
Selain pemadaman, Rumah Zakat mengupayakan perlindungan kesehatan bagi relawan dan masyarakat yang terpapar asap.
Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, relawan mendirikan Pos Segar untuk menyediakan air minum, vitamin, buah, dan makanan ringan bagi petugas serta relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Rumah Zakat juga membagikan 700 masker kepada pengguna jalan di sekitar lampu lalu lintas Tugu Mahir Mahar, disertai edukasi mengenai pentingnya menggunakan masker dan menjaga kesehatan saat kualitas udara memburuk.
Dukungan serupa dilakukan di Kalimantan Barat melalui pemberian vitamin kepada petugas pemadam dan relawan di Pontianak, Kubu Raya, dan wilayah sekitarnya.
Di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Pos Segar menyediakan 50 cup es sirup, 200 unit vitamin, 5,5 kilogram semangka, 2,5 kilogram melon, serta satu dus air mineral.
Sementara itu, 200 porsi makanan siap saji dibagikan kepada relawan setelah aksi pemadaman di Kompleks Handil Bakti Indah, Kabupaten Barito Kuala.
Dukungan terhadap petugas di lapangan juga dilakukan bersama YBM PLN UP3 Samarinda pada 4 September 2026 di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Bantuan yang diberikan meliputi vitamin, kebutuhan dapur posko, air mineral, susu, masker, dan logistik lainnya.
Di Samarinda, Rumah Zakat turut menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi petugas pemadam untuk membantu menjaga kondisi mereka selama bertugas.
Pada 10 Oktober 2026, Rumah Zakat bersama Paragon Corp menyalurkan masker, vitamin, dan air ion kepada petugas pemadam serta relawan di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya.
Pada tanggal yang sama, sebanyak 50 Respira Kit dari donasi melalui Kitabisa disalurkan kepada anak-anak di Posyandu Bunda, Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Rumah Zakat bersama Kitabisa juga mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat di Palangka Raya di tengah kondisi kabut asap.
Secara keseluruhan, SITREP Rumah Zakat per 15 Oktober 2026 mencatat dukungan berupa 38.740 masker KN95 dan medis, 136 paket vitamin dan obat-obatan, 1.215 cup Pos Segar/Pos Hangat, 1.729 paket makanan siap saji, serta 15.000 liter air bersih.
Dukungan lainnya meliputi 155 dus air mineral, 600 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT), 60 paket alat pelindung diri (APD), 398 kacamata optik, lima item oksigen portabel, dan 200 kaleng Superqurban.
Respons Rumah Zakat juga menjangkau wilayah Sumatera Selatan. Di tengah dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, Rumah Zakat turut memantau kebutuhan warga dan menyiapkan respons sesuai kondisi di lapangan.
Penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan pemadaman, tetapi juga dukungan kesehatan, perlindungan masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Upaya menggalang kepedulian publik turut dilakukan melalui kegiatan penggalangan dana untuk bantuan karhutla dalam acara stand-up comedy di Pontianak.
Inisiatif ini menjadi salah satu cara untuk mengajak lebih banyak pihak berpartisipasi membantu masyarakat dan relawan yang berada di wilayah terdampak.
Dalam webinar bertajuk “Webinar Nasional, Rumah Zakat Perkuat Kolaborasi Pengendalian Karhutla hingga Ketahanan Komunitas”, CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi karhutla.
Penanganan bencana ini tidak dapat bergantung pada satu lembaga atau pendekatan saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Kolaborasi juga perlu diperkuat dalam upaya pencegahan, mitigasi, respons darurat, serta pembangunan ketahanan komunitas agar masyarakat lebih siap menghadapi ancaman karhutla di masa mendatang.
Seiring dengan kondisi titik panas dan kabut asap yang masih berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat, Rumah Zakat akan melanjutkan assessment dan distribusi bantuan mendesak berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Kebutuhan lanjutan yang teridentifikasi meliputi pompa air portabel, bahan bakar, logistik, masker, obat-obatan, layanan kesehatan, dan air bersih.
Melalui berbagai upaya tersebut, Rumah Zakat berkomitmen memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat dan petugas di wilayah terdampak karhutla.
Dukungan lintas sektor diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kebakaran, menjaga kesehatan masyarakat, mendukung keselamatan para petugas, serta mendorong penguatan kesiapsiagaan dan kepedulian bersama terhadap lingkungan.
Tags : rumah zakat, karhutla, karhutla kalimantan, bahaya asap karhutla, asap karhutla,