SEDEKAH ibarat batang pohon di surga yang dahannya menjulur hingga ke dunia. Setan selalu menakut-nakuti orang yang bersedekah dan membujuk mereka bakhil.
Sedekah digambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai amalan mulia yang menghubungkan kehidupan dunia dan akhirat. Dalam hadits yang diriwayatkan para ulama, sedekah diibaratkan seperti sebuah pohon yang batangnya berada di surga.
Dahan-dahannya yang menjulur ke dunia itu menjadi pegangan bagi siapa saja yang ingin ditarik menuju keselamatan dan kebahagiaan abadi.
Ditukil dari Tafsir Kementerian Agama, Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin meriwayatkan sejumlah hadits terkait keutamaan sedekah.
Aisyah Radhiyallahu anha meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bahwasanya beliau bersabda, "Derma (suka memberi/ sedekah) itu adalah suatu pohon yang batangnya berada di surga dan dahan-dahannya menjulur di dunia. Oleh karena itu, siapapun yang berpegang pada dahan itu, maka ia akan ditarik ke surga. Sedangkan kikir adalah suatu pohon yang batangnya di neraka dan dahan-dahannya menjulur di dunia. Oleh karena itu, siapapun yang berpegang pada dahan itu, maka ia akan ditarik ke neraka."
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia dan dekat dari neraka. Sedangkan orang yang dermawan itu dekat dari Allah, dekat dari surga, dekat dari orang, dan jauh dari neraka."
Rasulullah SAW bersabda, ""Bentengilah hartamu dengan zakat, obatilah orang-orang yang sakit di antara kamu dengan sedekah dan hadapilah berbagai macam musibah dengan doa."
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِ ۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۖ
Asy-syaiṭānu ya‘idukumul-faqra wa ya'murukum bil-faḥsyā'(i), wallāhu ya‘idukum magfiratam minhu wa faḍlā(n), wallāhu wāsi'un ‘alīm(un).
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah Ayat 268)
Setan selalu menakut-nakuti orang yang berinfak (sedekah) dan membujuk mereka agar bersifat bakhil dan kikir. Setan membayangkan kepada mereka bahwa berinfak atau bersedekah akan menghabiskan harta benda dan akan menyebabkan mereka menjadi miskin dan sengsara. Oleh sebab itu harta benda mereka harus disimpan untuk persiapan di hari depan.
Menafkahkan barang yang jelek, dan keengganan untuk menafkahkan barang yang baik, oleh Allah disebut sebagai suatu kejahatan, bukan kebajikan, karena orang yang bersifat demikian berarti mempercayai setan dan tidak mensyukuri nikmat Allah serta tidak percaya akan kekayaan Allah dan kekuasaan-Nya untuk memberi tambahan rahmat kepadanya.
Allah menjanjikan kepada hamba-Nya melalui Rasul-Nya, untuk memberikan ampunan atas kesalahan-kesalahan yang banyak, terutama dalam masalah harta benda. Karena sudah menjadi tabiat manusia mencintai harta benda sehingga berat baginya untuk menafkahkannya. Selain menjanjikan ampunan, Allah juga menjanjikan kepada orang yang berinfak akan memperoleh ganti dari harta yang dinafkahkannya.
Di dunia dia akan memperoleh kemuliaan dan nama baik di kalangan masyarakatnya karena keikhlasannya dalam berinfak atau dengan bertambahnya harta yang masih tersisa. Di akhirat kelak dia akan menerima pahala yang berlipat ganda. (*)
Tags : sedekah, sedekah di dunia, mengapa harus bersedekah, hadits tentang sedekah, hadits bersedekah, mengapa bersedekah,