Internasional   31-03-2025 15:51 WIB

Selama Lebih dari Dua Abad Matahari Nongol Terus, 'Tapi Kali Ini Akhirnya Benar-benar Terbenam di Wilayah Kerajaan Inggris'

Selama Lebih dari Dua Abad Matahari Nongol Terus, 'Tapi Kali Ini Akhirnya Benar-benar Terbenam di Wilayah Kerajaan Inggris'

INTERNASIONAL - Selama lebih dari dua abad, ungkapan "The sun never sets on the British empire" atau "Matahari tidak pernah terbenam di Kerajaan Inggris" menjadi simbol dari luasnya kekuasaan dan pengaruh Inggris di seluruh dunia.

Ungkapan ini menggambarkan betapa banyaknya wilayah jajahan Inggris yang tersebar di berbagai zona waktu, sehingga secara harfiah matahari selalu bersinar di salah satu bagian kekaisaran tersebut.

Namun kini, secara logistik dan simbolik, masa kejayaan itu resmi berakhir. Pada Oktober tahun lalu, Inggris mencapai kesepakatan penting untuk mengembalikan Kepulauan Chagos kepada Mauritius.

Ini adalah momen bersejarah yang sudah lama dinanti oleh masyarakat Chagos, yang selama puluhan tahun berjuang untuk mendapatkan kembali kendali atas tanah leluhur mereka.

Dalam pernyataan bersama antara Inggris dan Mauritius, disebutkan bahwa perjanjian ini  untuk "mengatasi kesalahan masa lalu dan menunjukkan komitmen kedua pihak untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Chagos."

Matahari Masih Bersinar di Kutub Selatan Secara teknis, sinar matahari masih mengenai sebagian kecil wilayah Inggris selama enam bulan setelah perjanjian tersebut, yakni di Wilayah Antartika Inggris dan Kepulauan Pitcairn. Kawasan ini mengalami matahari abadi selama enam bulan karena letaknya yang ekstrem di selatan.

Namun, momen penting datang pada 20 Maret 2024, saat equinox musim semi terjadi. Fenomena ini menandai saat matahari melintasi garis khatulistiwa dan memulai setengah tahun kegelapan di Kutub Selatan.

Dengan tidak adanya wilayah jajahan yang terus-menerus disinari matahari, pada malam Kamis pukul 10:50 waktu AS Timur (atau 21 Maret pukul 02:50 waktu London), matahari benar-benar terbenam di Kerajaan Inggris — untuk pertama kalinya secara harfiah dalam sejarah modern. Meski begitu, kegelapan ini tidak berlangsung lama.

Sekitar satu jam setelah matahari terbenam di Pitcairn, cahaya mulai muncul di wilayah Inggris lainnya, yaitu Akrotiri dan Dhekelia, dua pangkalan militer Inggris yang berada di Pulau Siprus. Sementara itu, Inggris juga masih mempertahankan kehadiran militernya di Pulau Diego Garcia, bagian dari Kepulauan Chagos, sesuai dengan perjanjian terbaru tahun 2024.

Kekaisaran Lain Pernah Mengalami Hal Serupa Perlu dicatat, Inggris bukan satu-satunya bangsa yang pernah mengklaim status "matahari tak pernah terbenam di wilayahnya" dalam sejarah. Kekaisaran Spanyol di bawah Raja Charles I pada abad ke-16 adalah yang pertama disebut sebagai "kerajaan tempat matahari tak pernah terbenam." Kekaisaran besar lainnya seperti Mesir, Persia, Romawi, hingga Amerika Serikat di abad ke-20 juga pernah digambarkan dengan ungkapan serupa. Dan meskipun kekaisaran bisa bangkit dan runtuh, satu hal tetap abadi: matahari akan terus bersinar, setidaknya untuk lima miliar tahun lagi. (*)
 

Tags : ekuinoks, sejarah dunia, Kekaisaran Inggris, Kepulauan Chagos, Kegelapan Antartika, matahari akhirnya tenggelam di kerajaan Inggris,