Advetorial   2025/11/12 22:54 WIB

Sepak Terjang Wako Agung Nugroho dalam 100 Hari Kerja Pimpin Kota Pekanbaru

Sepak Terjang Wako Agung Nugroho dalam 100 Hari Kerja Pimpin Kota Pekanbaru
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho

SEPAK TERJANG pasangan Wali Kota (Wako) dan Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Agung Nugroho - Markarius Anwar (AMAn), memperlihatkan langkah nyata dalam memimpin ibukota Provinsi Riau.

Sejak pertengahan tahun 2025 ini, genap 100 hari sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Sejumlah kerja diluncurkan, mulai dari pembenahan infrastruktur, pengendalian tarif parkir, penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Program 100 hari kerja yang langsung digesa sejak dilantik menjadi bukti keseriusan Wako Agung dalam merealisasikan janji politiknya sekaligus merespons berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan warga.

“Kami ingin setiap kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat dan memberi dampak nyata,” tegas Agung.

Salah satu gebrakan awal adalah penurunan tarif parkir tepi jalan umum yang berlaku sejak hari pelantikan, 20 Februari 2025.

Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 2 Tahun 2025. Menurut Agung, langkah tersebut diambil agar layanan parkir lebih tertib, terjangkau, dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Keluhan jalan rusak menjadi perhatian serius Pemko Pekanbaru. Berdasarkan data Dinas PUPR, terdapat 2.308 titik jalan berlubang. Hingga kini, 533 titik sudah diperbaiki atau sekitar 23,09 persen.

Agung menegaskan bahwa perbaikan jalan akan terus berlanjut sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah. 

“Tujuannya jelas, meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan mobilitas warga,” ujarnya.

Di bidang keagamaan, Agung meluncurkan program Pekanbaru Cinta Alquran untuk membentuk generasi yang cinta, paham, dan mengamalkan nilai-nilai Alquran.

Program ini menyasar sekolah, tempat kerja, hingga lingkungan masyarakat.

Mobil AMAN dan Mobil Pak AMAN: Inovasi Layanan dan Pangan Murah.

Untuk pelayanan administrasi, Pemko menghadirkan Mobil AMAN (Administrasi Mudah, Amanah, Nyaman) yang memberikan layanan keliling dokumen kependudukan, mulai dari perekaman KTP-el hingga akta kelahiran.

Sementara itu, Mobil Pak AMAN (Pangan Keliling Andalan, Murah, Amanah) hadir menjual kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, cabai, hingga sembako lain dengan harga terjangkau.

Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Bulog dan Badan Pangan Nasional, sekaligus menjaga stabilitas harga pasar.

Untuk dunia pendidikan, Pemko meluncurkan program bus Trans Metro Pekanbaru gratis bagi siswa SD hingga SMA. Siswa cukup menunjukkan kartu pelajar atau mengenakan seragam sekolah. Program ini bertujuan memudahkan akses transportasi aman dan nyaman ke sekolah.

Masalah persampahan juga disorot. Melalui Gerakan Serbu Sampah, Pemko menggandeng camat, lurah, dan masyarakat membersihkan tumpukan sampah di jalan, TPS, serta sungai. Gerakan ini sejalan dengan program nasional Indonesia Bersih.

Selain itu, Pemko bersama Polresta berhasil mengungkap pengelolaan sampah ilegal dan praktik pungli retribusi. Tujuh tersangka diamankan beserta barang bukti. 

“Ini untuk memastikan pengelolaan sampah bersih, transparan, dan akuntabel,” kata Agung.

Normalisasi sungai, pembersihan drainase, hingga pembongkaran bangunan liar di atas gorong-gorong menjadi fokus Pemko dalam menekan banjir.

Agung menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar penanganan banjir berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam upaya memperindah kota, Pemko menertibkan 83 tiang reklame ilegal, merevitalisasi ornamen kota, mengecat taman, memperbaiki air mancur, hingga memasang lampu taman di berbagai ruang terbuka hijau.

Pemko juga menanam 15.000 pohon dan jagung pipil di lahan 11 hektare, mengoptimalkan lahan tidur menjadi produktif. Program ini mendukung penghijauan sekaligus swasembada pangan lokal.

Festival Budaya dan DMDI: Identitas Melayu-Islam
Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menggabungkan seni tradisi, kreativitas, dan kepedulian lingkungan.

Sementara itu, dukungan juga diberikan untuk pelantikan pengurus Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru 2025–2028 yang berperan memperkuat identitas budaya Melayu-Islam.

Program Sosial: Sekolah Rakyat dan Rumah Layak Huni
Agung juga meluncurkan Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga miskin. Sebanyak 55 calon siswa akan mengikuti pembelajaran perdana tahun ajaran 2025/2026.

Program ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Selain itu, menjelang HUT ke-241 Pekanbaru, Pemko mempercepat pembangunan 42 unit Rumah Layak Huni (RLH) baru serta rehabilitasi 12 unit rumah warga.

Pemko juga membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) hingga tingkat kelurahan. 

Semua camat dan lurah menandatangani pakta integritas untuk memastikan pengelolaan sampah dilakukan profesional, transparan, dan akuntabel. (rp.ind/*)

Tags : walikota pekanbaru, agung nugroho, Sepak Terjang Walikota pekanbaru, 100 Hari Kerja walikota agung nugroho, walikota pimpin Kota Pekanbaru,