PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Asap tipis masih mengepul dari kawasan lahan gambut yang terbakar di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
"Sisa bara karhutla berhasil di padamkan."
"Riau menjadi salah satu provinsi prioritas karena kita lihat bersama tanah yang ada di sini merupakan tanah gambut. Pemadaman di tanah gambut ini tidak mudah, sehingga diperlukan proses pendinginan seperti sekarang ini," kata Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni yang datang didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Jumat (28/08).
Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, tim gabungan masih berjibaku melakukan pendinginan untuk memastikan bara api di bawah permukaan gambut benar-benar padam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Menhut RI, Raja Juli Antoni saat meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rombongan melihat langsung proses pendinginan yang masih dilakukan tim gabungan di kawasan tersebut.
Menurut Raja Juli, Riau menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus pemerintah dalam penanganan karhutla. Karakteristik lahan gambut membuat kebakaran tidak cukup ditangani dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan.
Ia menjelaskan, asap yang masih terlihat menjadi tanda bahwa proses pendinginan belum boleh dihentikan.
Bara api dapat bertahan di bawah permukaan gambut dan sewaktu-waktu kembali memicu kebakaran.
"Kalau dilihat ini sudah tinggal asap saja, tetapi jika tidak dilakukan pendinginan bisa muncul kapan saja. Makanya, saya minta supaya semuanya tetap waspada," jelasnya.
Raja Juli mengapresiasi kerja seluruh unsur yang terlibat dalam pengendalian karhutla di Kerumutan. Menurutnya, penanganan kebakaran di lahan gambut membutuhkan tenaga dan kerja ekstra karena api dapat menjalar di bawah permukaan.
"Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Mulai dari Pak Pangdam, Pak Kapolda, BPBD, Manggala Agni hingga seluruh pihak yang telah bersama-sama melakukan pemadaman api," ungkapnya.
Namun, upaya pemadaman dinilai tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan pencegahan.
Raja Juli meminta masyarakat dan korporasi yang beraktivitas di kawasan rawan karhutla tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran baru.
"Jadi sekali lagi, ini pekerjaan pemadaman yang berat sekali. Sehingga saya ingatkan kepada masyarakat ataupun korporasi yang masih bermain api mohon diberhentikan," tegasnya.
Selain memastikan api benar-benar padam, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek penegakan hukum.
Raja Juli menegaskan pihak yang terbukti menyebabkan atau melakukan pembakaran harus diproses secara tegas.
"Tadi disampaikan Pak Kapolda sudah ada satu tersangka untuk daerah sini. Ya tetap seperti yang tadi sudah saya sampaikan ya, perintah Pak Presiden penegakan hukum harus jelas dan dilakukan tanpa pandang bulu," terangnya.
Di sisi lain, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menilai keberhasilan penanganan karhutla di Riau merupakan hasil kerja bersama.
Tidak hanya TNI, Polri, dan pemerintah, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani kebakaran.
"Keberhasilan ini bukanlah milik perorangan atau bukan hanya keberhasilan TNI, Polri, dan pemerintah saja. Melainkan keberhasilan kita bersama seluruh elemen masyarakat Riau. Gotong royong merupakan hal paling mendasar dalam penanganan Karhutla di Riau," tuturnya.
Proses pendinginan pun terus dilakukan untuk memastikan bara di dalam gambut benar-benar mati. Pemerintah dan tim gabungan tetap diminta waspada karena kondisi lahan gambut memungkinkan api kembali muncul meski kobaran di permukaan telah hilang.
Sementara penanganan karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, memasuki tahap mopping up setelah area kebakaran berhasil dilakukan penyekatan.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan kondisi di lokasi kebakaran saat ini telah tersekat. Tim gabungan kini memfokuskan penanganan pada sisa bara api yang masih berada di bawah lapisan gambut.
“Kondisi TKP sudah tersekat. Posisi saat ini memasuki tahapan mopping up,” kata Ilham.
Ia menjelaskan, kegiatan mopping up dilakukan dengan menyasar titik-titik bara yang masih tersisa di bawah permukaan gambut.
Tahapan ini dinilai penting untuk memastikan api tidak kembali aktif dan memicu kebakaran susulan.
“Target pengerjaan adalah penyerangan terhadap bara api yang tersisa di bawah lapisan gambut,” ujarnya.
Menurut Ilham, proses mopping up belum sepenuhnya selesai dan akan kembali dilanjutkan pada Jumat 28 Agustus 2026.
Tim masih melakukan penanganan pada sejumlah bagian yang berpotensi menyimpan bara api.
Sementara itu, Manggala Agni belum melakukan penghitungan ulang terhadap luasan lahan yang terbakar.
Data terbaru terkait estimasi luas area terdampak akan diperbarui setelah citra satelit terbaru tersedia.
“Estimasi lahan terbakar belum kita lakukan perhitungan kembali. Besok baru ada pembaruan citra satelit untuk mendapatkan data terbaru,” jelas Ilham.
Berdasarkan data penanganan sebelumnya pada 24 Agustus 2026, luas area yang terbakar di Kelurahan Kerumutan diperkirakan mencapai sekitar 702 hektare.
Saat itu, tim gabungan masih melakukan penyekatan kepala api di sisi selatan lokasi kebakaran, membuka akses menuju titik api menggunakan alat berat ekskavator, serta melakukan pencucian kanal untuk mendukung proses pemadaman.
Penanganan karhutla di lokasi tersebut melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pelalawan, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, KPH Sorek, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sejumlah regu pemadam kebakaran perusahaan.
Sebelumnya, petugas menghadapi sejumlah tantangan dalam proses pemadaman, mulai dari kecepatan angin, cuaca panas, tingginya potensi bahan bakar di lokasi, hingga kedalaman lapisan gambut.
Dengan kondisi lokasi yang kini telah berhasil tersekat, fokus penanganan diarahkan untuk memastikan seluruh sisa bara api di bawah lapisan gambut dapat dikendalikan.
Kegiatan mopping up akan terus dilanjutkan hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman dan tidak terdapat potensi api kembali muncul maupun meluas.
“Besok kegiatan mopping up akan dilanjutkan,” pungkas Ilham. (*)
Tags : kebakaran hutan dan lahan, riau, karhutla di padamkan, bara karhutla dipadamkan,