Headline Bisnis   2026/06/06 11:53 WIB

Strategi Telkomsel Jalankan Bisnis Berkelanjutan Juga Dorong Pelestarian Lingkungan

Strategi Telkomsel Jalankan Bisnis Berkelanjutan Juga Dorong Pelestarian Lingkungan

JAKARTA – Telkomsel menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan dengan mengedepankan kontribusi sosial, perlindungan data, serta pelestarian lingkungan melalui tiga pilar utama perusahaan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.

"Telkomsel dorong pelestarian lingkungan."

“Telkomsel harus terus berkontribusi kepada lingkungan, masyarakat, dan generasi masa depan. Kami percaya perusahaan tidak dapat berkembang sendiri tanpa ikut mendorong kemajuan lingkungan tempat perusahaan beroperasi,” kata Direktur Utama Telkomsel, Nugroho dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/6).

Nugroho, mengatakan perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Melalui pilar Jaga Cita, Telkomsel terus memperluas akses layanan digital di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga akhir 2025, perusahaan melayani sekitar 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C yang didukung lebih dari 293 ribu Base Transceiver Station (BTS).

Ekspansi jaringan tersebut juga menjangkau lebih dari 360 desa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses telekomunikasi atau blank spot sepanjang tahun 2025.

Selain memperluas konektivitas, Telkomsel juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis digital yang menjangkau sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, serta talenta muda di berbagai daerah.

Perusahaan juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi di bidang-bidang strategis seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber, dan data science guna mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.

Pada aspek perlindungan data melalui pilar Jaga Data, Telkomsel memperkuat tata kelola keamanan informasi dengan menerapkan berbagai standar internasional, antara lain ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan data pelanggan serta meningkatkan ketahanan sistem terhadap ancaman siber.

Sementara itu, melalui pilar Jaga Bumi, Telkomsel terus menjalankan berbagai inisiatif pengurangan dampak lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti panel surya dan mikrohidro.

Di sisi lain, seluruh limbah elektronik perusahaan dikelola melalui skema recycle, reuse, dan refurbish guna mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Telkomsel juga telah menerapkan penggunaan kemasan kartu SIM berbahan kertas ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan material yang sulit terurai.

Dalam mendukung pengurangan emisi karbon, perusahaan turut melaksanakan program carbon offsetting melalui penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang tahun 2025.

Selain itu, Telkomsel terus memperkuat ketahanan infrastruktur telekomunikasi terhadap dampak perubahan iklim, termasuk pada BTS, Telkomsel Technical Center (TTC), hingga fasilitas operasional lainnya agar layanan tetap andal dan berkelanjutan.

Nugroho menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan akan terus menjadi bagian penting dalam strategi bisnis perusahaan ke depan.

“Kami akan terus melakukan inovasi dan perbaikan agar kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan semakin berkembang, baik dari sisi jumlah maupun kualitas manfaat yang dihasilkan,” katanya. (*)

Tags : Telkomsel , Strategi Telkomsel, Bisnis Berkelanjutan, Telkomsel Dorong Pelestarian Lingkungan,