Artikel   2026/01/29 10:53 WIB

Syukur Pemanjang Nikmat

Syukur Pemanjang Nikmat

Tidak bermaksiat adalah salah satu bentuk syukur.

Dalam kitab Al Hikam Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari mengatakan, barang siapa tidak bersyukur maka nikmatnya akan segera hilang. Dan barang siapa yang bersyukur, maka ia telah mengikat nikmatnya dengan tali.

Allah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

wa idz ta'adzdzana rabbukum la'in syakartum la'azîdannakum wa la'ing kafartum inna ‘adzâbî lasyadîd

(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Syekh Abdul Madjid as Syarnubi Al Azhari dalam Syarah Al Hikam menjelaskan, bersyukur secara bahasa berarti perbuatan yang muncul sebagai akibat dari pengagungan hati kepada Zat yang Maha Memberi nikmat, karena Dia-lah yang Maha Menganugerahkan segaal kenikmatannya. Dan bersyukur dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik itu dengan lisan, perbuatan anggota badan, maupun keyakinan dalam hati.

Adapun bersyukur secara istilah berarti menggunakan segala kenikmatan yang diberikan Allah untuk keataatan kepada-Nya. Ketika Syekh Juneid berumur 7 tahun beliat ditanya: "Wahai anak kecil, apakah syukur itu?"

Beliau menjawab: "Syukur adalah engkau tidak bermaksiat dengan nikmat ALlah." 

Tags : haji, syukur, ibadah, nikmat, keutamaan syukur, takwa, al hikam,