
SF HARIYANTO, Wakil Gubernur (Wagub) Riau diharapkan banyak pihak untuk bisa menjadikan Riau berbudaya Melayu, dinamis, ekologis, agamis dan maju.
Hadirnya pasangan kepemimpinan Abdul Wahid – SF Hariyanto, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Riau yang baru saat ini, banyak disikapi para tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Melayu Riau.
“Semoga apa yang jadi impian rakyat Riau jadi kenyataan, dibawah genggaman tangan dingin dua pimpinan muda (Abdul Wahid – SF Hariyanto) ini. Semoga Riau berbudaya Melayu, dinamis, ekologis, agamis dan maju bangkit tercapai,” ungkap Larshen Yunus, Ketua Umum (Ketum) Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN).
Menurutnya, tentang pemimpin teladan memang seringkali menjadi bahasan menarik. Ketika mendengar cerita-cerita para pemimpin yang menginspirasi, ada kesan yang begitu membekas dalam hati.
"Banyak yang mengagumi (SF Hariyanto) bahkan tidak sedikit yang ingin mengikuti jejaknya. Namun mengingat tantangan yang harus dihadapi, tidak sedikit pula yang merasa takut untuk menjadi pemimpin," sebutnya.
Pemimpin yang banyak makan 'asam garam' di birokrat itu bukan sekadar pemegang pucuk kepemimpinan atau sosok yang memerintah anak buah.
SF Hariyanto (yang pernah Pj Gubri) itu merupakan suatu karakter di mana seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi orang lain atau bagi masyarakat yang dipimpinnya.
"Layaknya posisi seorang ayah dan ibu bagi anak dalam lingkungan keluarga, maka seorang pemimpin juga seolah menjadi orang tua bagi masyarakat yang dipimpinnya," katanya.
Masa menjabat Pj Gubri, SF Hariyanto sudah banyak menjalankan tugas yang nyatanya bukan hal mudah. "Selain mampu membawa pemerintahan ke arah yang lebih baik, juga bisa memimpin anggota tim menuju ke arah lebih baik," kata dia.
Menurut Larshen ada selama kepemimpinan SF Hariyanto yang paling sering diterapkannya, yaitu kepemimpinan yang demokratis, otokratis, afiliatif dan visioner.
"Tapi yang jelas, saya melihat kepemimpinannya juga diterapkan dalam bisnis, yang efektif berkontribusi terhadap berkembangnya," sebutnya.
Larshen menilai, selama kepemimpinan SF Hariyanto terlihat:
"Jadi SF Hariyanto juga terlihat memiliki dan menerapkan kepemimpinan yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman," kata Larshen Yunus.
"Salah satu alasannya adalah, SF Hariyanto orang birokrat dan selama ini juga memiliki basis pendukung yang jelas."
"SF itu lama di birokrat, sehingga dia mempunyai basis pendukung yang jelas. Apalagi, masyarakat Riau ini, yang mau berpartisipasi pada Pemilu, Pilkada mayoritas merupakan masyarakat yang merupakan kader atau simpatisan partai politik," jelasnya.
Meskipun SF Hariyanto terlihat tidak jor-joran melakukan pendekatan kepada masyarakat dan dia memang selalu dekat dengan masyarakat itukan memang karena dia pernah menjabat sebagai kepala daerah (Pj Gubri), "apa yang dia lakukan (SF Hariyanto) adalah tugas dan fungsinya sebagai mantan kepala daerah," pungkasnya.
Tokoh muda seperti disebutkan Larshen Yunus yang juga Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Riau ini mengaku, SF Hariyanto dikenal dengan Gerak Cepat (Gercep) dan Maju.
Pemimpin seperti inilah (SF Hariyanto. red) yang dibutuhkan oleh masyarakat Riau.
Dengan hadirnya Wagub Riau, SF Hariyanto, saya yakin dan percaya kedepannya Riau (Sumatera Tengah), akan menjadi provinsi yang madani seperti pemimpin-pemimpin yang sebelum nya,” imbuh Larshen.
Saat ini, Larshen mengaku sedang berada di Jakarta. Ia memantau langsung dan meminta pendapat pihak-pihak tertentu tentang Riau kedepannya. Sehingga, pernyataannya tersebut, adalah kesimpulan beberapa testimoni yang ia rangkum dari banyak pendapat tersebut, langsung dari bawah (pendapat rakyat).
Kendati demikian, Larshen yang juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) KNPI Pusat itu menyebutkan pihaknya tetap menjalankan fungsi kontrol sosialnya terhadap Pemerintahan Provinsi (Pemrov) Riau kedepannya.
“Saya juga memiliki komitmen formil, dalam menjalankan sebuah Ormas (Organisasi Masyarakat) di tingkat nasional (KNPI), dalam melakukan kontrol sosial yang ketat terhadap jalannya pemerintahan ditangan keduanya (Abdul Wahid – SF Hariyanto). Kalau benar, saya katakan benar. Jikalau ada yang keliru, tentu sama-sama kita ingatkan dan jika perlu kita perbaiki pula bersama-sama, begitu seharusnya,” pungkas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) KNPI Pusat Jakarta ini.
SF Hariyanto punya banyak jenjang karir
Ir Sofyan Franyata Hariyanto ST MT atau SF Hariyanto punya banyak jenjang karir yang dilantik menjadi Wakil Gubernur Riau Kamis, 20 Februari 2025 di Jakarta lalu.
Seluruh kepala daerah yang terpilih pada kontestasi Pilkada serentak 2024 lalu dilantik. Untuk Riau sendiri, pasangan gubernur dan wakil gubernur serta 11 kepala daerah dilantik terkecuali Kabupaten Siak yang saat ini masih bersengketa.
Pasangan dengan jargon Bersama Membangun Riau Abdul Wahid-SF Hariyanto (BERMARWAH) memimpin Riau sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 5 tahun ke depan.
Sosok Abdul Wahid yang merupakan legislator di DPR RI dan Ketua DPW PKB Riau dinilai serasi dengan SF Hariyanto. Sebab SF memiliki sederetan karir cemerlang sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Tidak berasal dari elit politik, SF Hariyanto memilih pensiun dini pada 2024 karena akan melaju pada kontestasi Pilgubri.
Sosok ini dapat dikatakan bukan orang sembarangan.
Lahir di Kota Pekanbaru pada 30 April 1965, Sofyan Pranyata (SF) Hariyanto telah menyandang banyak tanda penghargaan saat masa karir:
Jabatan strategis:
SF Hariyanto sebelum berkarier sebagai seorang politisi terlebih dahulu menamatkan kuliah di Universitas Islam Riau dan Universitas Islam Indonesia.
SF Hariyanto juga akhirnya dipercaya untuk menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Riau.
Sofyan Franyata Hariyanto (atau yang lebih dikenal dengan S. F. Hariyanto) (lahir 30 April 1965) adalah seorang birokrat Indonesia yang pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Riau sejak 29 Februari 2024 hingga 14 Agustus 2024.
Sebelumnya, Ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Riau sejak 2021-2024.
Ia menempuh pendidikan di SDN Teladan Pekanbaru tahun 1976, SMPN 5 Pekanbaru tahun 1982, SMAN 1 Pekanbaru tahun 1983, D3 APDN tahun 1988, S1 Teknik Sipil Universitas Islam Riau (UIR) tahun 1992, dan S2 Magister Teknik Sipil di Universitas Islam Indonesia tahun 2006.
Ia memulai karirnya dari pegawai honorer dari 1983 sampai 1987. Ia lalu diangkat pegawai negeri sipil (PNS) pada 1 November 1987. Pada 18 Maret 2021, ia diangkat menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Riau.
Pada 29 Februari 2024, ia dilantik menjadi Penjabat Gubernur Riau setelah menjabat sebagai pelaksana harian sejak sembilan hari sebelumnya. (*)
Tags : wakil gubernur riau sf hariyanto, wagubri bertangan dingin, wagubri jadikan riau berbudaya melayu, dinamis, ekoogis, agamis dan maju, artikel,