Headline Bisnis   2026/10/09 11:7 WIB

Telkomsel: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Terus Berkembang dan Sudah Jadi Kebutuhan

Telkomsel: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Terus Berkembang dan Sudah Jadi Kebutuhan

JAKARTA - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia terus berkembang.

Teknologi ini tidak lagi sekadar tren gaya hidup, tetapi mulai terintegrasi dalam aktivitas ekonomi masyarakat hingga proses bisnis perusahaan.

VP Data & AI Management PT Telkomsel, Ari Sondang Widyanto Sibrani, mengatakan AI kini berperan penting dalam mendukung proses bisnis sekaligus membawa perubahan terhadap struktur ekonomi.

“Mungkin dari kacamata Telkomsel yang pertama, AI bukan hanya sekadar teknologi ya. Jadi bagaimana AI itu menjadi bagian dari proses bisnis itu sendiri,” kata Ari dalam sesi diskusi Investor Daily Summit 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (8/10).

Menurut Ari, perkembangan AI juga memberikan peluang lebih luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi digital.

Pelaku usaha yang sebelumnya terkendala keterbatasan tenaga teknologi informasi (TI) maupun kemampuan teknis kini dapat menggunakan berbagai aplikasi berbasis AI.

Melalui teknologi tersebut, pelaku UMKM dapat membuat beragam kebutuhan digital, termasuk situs web, tanpa harus menguasai pemrograman atau coding.

“Tidak perlu paham coding, sehingga mereka bisa menciptakan website dalam hitungan menit. Banyak hal yang sebelumnya tidak ter-capture secara ekonomi menjadi ter-capture,” ujarnya.

Ari juga mengungkapkan bahwa penggunaan AI di Indonesia telah mencapai skala yang signifikan.

Lebih dari 30 juta masyarakat Indonesia disebut telah menggunakan teknologi tersebut, dengan jumlah interaksi konsumen mencapai sekitar 150 juta kali setiap hari.

“Jadi AI sudah berubah dari sekadar lifestyle menjadi kebutuhan dalam memenuhi kebutuhannya masyarakat,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah menilai pengembangan AI perlu ditopang ketersediaan data yang berkualitas serta perlindungan terhadap data strategis nasional.

Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Raden Wijaya Kusumawardhana, mengatakan pemerintah bersama DPR telah menyiapkan kerangka kebijakan terkait data untuk mendukung pemanfaatan AI, termasuk aspek kualitas dan perlindungan data penting.

“Karena AI harus didukung oleh data. Tentu data itu memang harus kita ekstrak dari bumi sendiri, namun juga kita harus melindungi data strategis, data vital untuk tidak mudah diguna dalam AI yang nanti akan transfer ke negara lain. Itu sebenarnya,” kata Raden.

Ia menambahkan, tantangan pengembangan AI tidak cukup diselesaikan dengan memperluas akses terhadap teknologi.

Masyarakat dan dunia usaha juga perlu meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan AI secara lebih mendalam dan produktif.

Raden merujuk data Microsoft Work Trend Index 2026 yang mencatat 33 persen pekerja Indonesia telah tergolong sebagai pengguna AI.

Persentase tersebut sekitar dua kali lipat dibandingkan rata-rata global yang mencapai 16 persen.

“Namun demikian, ini memang ada tantangannya bahwa kita sebetulnya tidak hanya sekadar bicara masalah akses, tetapi kita juga harus mulai menekankan pada tingkat kedalaman,” ujarnya.

Menurut Raden, AI berpotensi menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, terutama dalam memenuhi kebutuhan talenta digital yang mampu mengembangkan dan memanfaatkan teknologi secara optimal.

Karena itu, peningkatan kapasitas serta ketersediaan talenta digital menjadi bagian penting dari pengembangan AI di Indonesia.

Dengan dukungan data berkualitas, perlindungan data strategis, dan kompetensi yang memadai, pemanfaatan AI diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. (rilis)

Tags : telkomsel, pemanfaatan ai, kecerdasan buatan, ai terus berkembang, ai jadi kebutuhan ,