PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Ribuan warga memadati tepian Sungai Siak, Pekanbaru, sejak Rabu 18 Februari 2026 sore, untuk mengikuti tradisi Petang Belimau jelang Ramadan.
Sejak sore hari, arus warga terus mengalir ke lokasi acara hingga kawasan pusat kegiatan tampak penuh sesak.
Pusat keramaian terfokus di Rumah Singgah Tuan Kadi. Lapangan dan halaman bangunan bersejarah tersebut dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung rangkaian acara, mulai dari kegiatan sosial hingga prosesi adat.
Lonjakan pengunjung tak hanya terjadi di area utama. Kepadatan massa juga merembet ke ruas-ruas jalan sekitar lokasi. Warga terlihat memadati akses menuju tepian sungai, membuat arus lalu lintas sempat tersendat. Aparat kepolisian dan panitia pun turun tangan mengatur lalu lintas demi mengurai kemacetan.
Keramaian bahkan terlihat hingga ke atas Jembatan Siak. Sejumlah warga memilih berdiri di jembatan untuk menikmati suasana Petang Belimau dari ketinggian, menambah kesan padatnya lautan manusia di kawasan tersebut.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat tradisi tahunan ini berlangsung meriah. Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
Walikota Pekanbar Agung Nugoroho larut ditengah ribuan warga yang memadati tradisi Petang Belimau.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, turun langsung mengikuti tradisi Petang Belimau bersama ribuan warga di tepian Sungai Siak, Rabu sore, 18 Februari 2026.
Tradisi tahunan ini menjadi bagian dari penyambutan datangnya Bulan Suci Ramadan.
Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Singgah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan, itu juga dihadiri Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto serta jajaran Forkopimda.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosial bersama masyarakat.
Antusiasme warga terlihat sejak awal acara. Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk mengikuti tradisi yang sudah turun-temurun digelar tersebut. Agung pun ikut larut dalam suasana kebersamaan.
Ia bahkan menyiramkan air menggunakan selang mobil pemadam kebakaran ke arah warga yang bersorak gembira.
Menurut Agung, tradisi Petang Belimau menjadi bagian dari budaya masyarakat yang membawa kebahagiaan dalam menyambut Ramadan. Meski bukan bagian dari kewajiban agama, tradisi ini tetap dijaga sebagai warisan budaya.
"Ini adalah budaya yang memang menjadi satu kebahagiaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Agung juga menyerahkan santunan kepada anak yatim. Ia turut menjalani prosesi memandikan anak yatim dengan limau sebagai simbol tradisi
Tak hanya itu, pemerintah kota juga membagikan bantuan sembako kepada masyarakat. Selain kegiatan sosial, sebanyak 10 ribu bibit ikan patin turut dilepas ke Sungai Siak sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
"Kita berbagi jelang Ramadan ini, ada sembako dan lainnya. Kita juga melepas 10 ribu bibit ikan patin ke Sungai Siak, sejalan dengan program bapak Presiden Prabowo," jelas Agung.
Tags : petang belimau, tradisi petang belimau, pekanbaru, petang belimau meriah, petang belimau di tepian sungai siak,