PEKANBARU – Perombakan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru dilakukan dengan dilakukannya pelantikan pejabat di Pemko Pekanbaru.
"Pejabat dilingkungan Pemko yang dilantik diingatkan tidak terlibat suap."
"Yang ingin mendapatkan jabatan, jangan tergoda iming-iming oknum yang mengaku bisa mengatur posisi. Apalagi sampai menyerahkan uang untuk mendapatkan jabatan, itu akan saya tindak tegas," kata Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, Jumat (26/7).
Agung Nugroho telah memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota.
Agung menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentolerir praktik suap dalam proses pengisian jabatan. Ia mengingatkan para pejabat agar tidak mudah tergoda oleh oknum yang mengaku bisa menjanjikan posisi dengan imbalan tertentu.
Wali kota dari Partai Demokrat itu menyatakan, pejabat yang terbukti melakukan praktik suap dalam proses mutasi akan langsung dinonaktifkan dari jabatannya (non-job).
"Kalau ada yang ketahuan bermain uang dalam mutasi jabatan, saya akan langsung non-job-kan," tegas Agung.
Agung juga menekankan bahwa seluruh proses penempatan pejabat nantinya akan mengedepankan prinsip meritokrasi berdasarkan kinerja, bukan berdasarkan kedekatan atau 'titipan'.
Ia meminta para pejabat untuk tidak mencari "backing" demi memperoleh posisi.
"Saya tidak ingin ada pejabat yang mengandalkan koneksi atau tekanan politik. Tunjukkan saja kinerjanya. Mutasi nanti akan saya lakukan berdasarkan penilaian dan kapasitas masing-masing," jelasnya.
Agung menyebut, hingga saat ini dirinya masih belum melakukan mutasi untuk pejabat eselon III dan IV, karena masih ingin melihat kinerja mereka secara langsung.
Namun demikian, Agung mengonfirmasi bahwa dirinya akan segera melakukan perombakan pejabat eselon II. Rencana pelantikan tersebut dilakukan dalam waktu dekat, menyusul evaluasi dan uji kompetensi yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.
“Pelantikan akan segera kita laksanakan untuk kepala dinas, kepala bagian, dan kepala badan. Hasil evaluasi dan uji kompetensinya cukup memuaskan dan akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan,” ujar Agung.
Ia juga berharap mutasi ini menjadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, serta mempercepat pencapaian program-program pembangunan Kota Pekanbaru.Dalam pmelantik 36 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di Perkantoran Tenayan Raya, Senin (11/8/2025).
Dalam pelantikan 36 pejabat itu, Agung Nugroho secara tegas melarang adanya setoran untuk jabatan dan menekankan pentingnya fokus melayani masyarakat.
"Tidak perlu mencari 'dekengan', tidak perlu menyiapkan uang untuk kami. Kami cukup dengan penghasilan yang ada. Tugas Anda adalah melayani masyarakat dan membuat kebijakan yang bermanfaat," tegas Agung.
Agung juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang memiliki risiko dan tanggung jawab. Ia meminta para pejabat untuk siap dikritik dan tidak menjadikan posisi sebagai ajang mencari kekayaan atau gaya hidup.
Lebih lanjut, ia memberi sinyal akan adanya rotasi jabatan secara berkala setiap enam bulan, sesuai dengan aturan terbaru dari BKN dan Kementerian Dalam Negeri.
Evaluasi kinerja akan dilakukan setiap tiga bulan oleh tim profesional untuk memastikan setiap pejabat bekerja dengan sungguh-sungguh.
Baca juga: Komisi I DPRD Pekanbaru Desak Pemko Tertibkan Kabel Internet Semrawut
"Tidak ada jabatan yang tetap. Dalam enam bulan pertama ini, kita lihat siapa yang loyal dan bekerja sungguh-sungguh. Baru di periode berikutnya kita tempatkan di posisi terbaiknya," jelasnya.
Pelantikan ini, yang tertuang dalam SK Nomor 761 Tahun 2025, merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja pelayanan publik Pemko Pekanbaru.
Agung mengajak seluruh pejabat untuk berkontribusi dengan ide dan gagasan dalam membangun kota.
"Jabatan ini amanah, bukan warisan. Mari kita jaga tanggung jawab ini bersama. Buktikan kita bisa bekerja, bukan hanya mencari kenyamanan pribadi," tutup Agung. (rp.ind/*)
Editor: Indra Kurniawan
Tags : pelantikan pejabat, walikota pekanbaru agung nugroho, walikota lantik pejabat, walikota tegaskan pejabat tidak terlibat suap ,