LINGKUNGAN - Video kemunculan harimau Sumatera yang viral di media sosial memantik perhatian publik dan memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik satwa liar dengan manusia.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan, satwa yang terekam dalam video tersebut tidak keluar dari habitatnya, melainkan masih berada di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Zamrud, Kabupaten Siak.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono menegaskan, hasil identifikasi menunjukkan harimau tersebut merupakan Panthera tigris sumatrae jantan dewasa yang sedang beraktivitas normal di wilayah jelajah alaminya.
“Harimau yang terekam dalam video itu berada di akses jalan PT Bumi Siak Pusako (BSP), area terbatas yang masuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Zamrud dan bukan permukiman warga,” ujar Supartono.
Supartono menjelaskan, TN Zamrud merupakan bagian dari home range harimau Sumatera yang masuk dalam kantong habitat Semenanjung Kampar.
Keberadaan satwa kunci tersebut justru menjadi indikator bahwa ekosistem hutan di wilayah Siak masih berfungsi dengan baik.
Baca juga: BMKG Deteksi 35 Hotspot di Sumatera, Termasuk Pelalawan
“Pergerakan harimau di kawasan itu merupakan hal yang alamiah. Ini menandakan rantai ekologi masih berjalan dan kawasan konservasi relatif terjaga,” jelasnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/1/2026) pagi, ketika dua karyawan PT BSP, Khaidir dan Dedi, berpapasan dengan harimau di ruas jalan depan Water Injection Plant (WIP). Lokasi tersebut berjarak sekitar 1,3 kilometer dari Pos BBKSDA di Desa Dayun.
Momen langka itu direkam menggunakan ponsel dan kemudian menyebar luas di media sosial.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim BBKSDA Riau langsung melakukan pengecekan lapangan.
“Hasil verifikasi menemukan jejak tapak kaki harimau sepanjang kurang lebih 12 sentimeter di dua titik, dengan estimasi jalur pergerakan sekitar 1,8 kilometer di dalam kawasan aktif TN Zamrud,” ungkapnya.
Di tengah antusiasme publik, BBKSDA Riau mengingatkan pentingnya etika konservasi.
Penyebaran video satwa liar secara masif dinilai berpotensi memicu kepanikan masyarakat dan mengancam keselamatan satwa dilindungi tersebut.
“Kami mengimbau agar dokumentasi tidak disebarluaskan. Penyebaran video dapat memicu keresahan dan berisiko bagi keselamatan harimau Sumatera yang populasinya semakin terbatas,” pungkasnya.
BBKSDA juga mengajak perusahaan dan masyarakat sekitar kawasan konservasi untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti prosedur keselamatan, serta melaporkan setiap temuan satwa liar kepada pihak berwenang. (*)
Tags : harimau sumatera, taman nasional zamrud, harimau muncul jadi perhatian publik,