PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Kawasan Kelompok Masyarakat Sadar Sampah (Kemas) RW 01 Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki dibentuk untuk meningkatkan kepedulian warga terhadap pengelolaan sampah di lingkungan mereka.
"Sampah dikelola jadi produk bernilai."
"Alhamdulillah hari ini kita resmikan kelompok masyarakat yang peduli terhadap sampah. Ini tentu patut kita apresiasi," kata Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, Senin (2/3).
Melalui Kemas, masyarakat diajak untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Sampah yang telah dipisahkan sesuai jenisnya kemudian diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi.
Saat ini, sekitar 70 rumah tangga telah tergabung dalam kelompok.
Mereka aktif melakukan pemilahan sampah dari sumbernya sehingga jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan.
Kelompok ini juga membuat sebuah aplikasi untuk memantau jumlah sampah organik, anorganik, hingga residu yang dihasilkan warga.
"Dari aplikasi itu kita bisa mengetahui berapa pengurangan sampah dari kawasan ini. Jadi yang dibawa ke TPA hanya sampah residu," jelasnya.
Kemas juga menghasilkan berbagai produk dari hasil pengolahan sampah. Seperti budidaya maggot, eco enzyme dari kulit buah segar, sabun cuci piring, sabun padat, hingga pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra mengatakan pihaknya siap mendukung kegiatan yang dilakukan kelompok masyarakat tersebut.
DLHK akan memberikan pendampingan serta membantu mencarikan dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Kita siap mendampingi kegiatan ini dan membantu mencarikan dukungan CSR. Program ini dijalankan tanpa menggunakan APBD," ujarnya.
Ia menilai keberadaan Kemas sangat positif karena mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga. (rp.ind/*)
Tags : walikota pekanbaru, agung nugroho, walikota apresiasi kepedulian warga, pengelolaan sampah, sampah jadi produk bernilai,