Nusantara   2026/06/25 21:16 WIB

100 Tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi Bisa Perkuat Posisi sebagai Kota Bersejarah Bertaraf Dunia

100 Tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi Bisa Perkuat Posisi sebagai Kota Bersejarah Bertaraf Dunia

BUKITTINGGI – Peringatan 100 tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dinilai dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belanda melalui pendekatan sejarah, budaya, pendidikan, dan kerja sama antarmasyarakat.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan peringatan satu abad ikon Kota Bukittinggi tersebut tidak hanya memiliki nilai historis dan budaya, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor ekonomi, pariwisata, dan diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

"Adanya peringatan satu abad Jam Gadang tidak hanya penting untuk memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi pengembangan ekonomi, pariwisata, dan diplomasi Indonesia di tingkat internasional," ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Minggu (21/6).

Menurutnya, Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah masyarakat Minangkabau sekaligus bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Fadli menilai Kota Bukittinggi memiliki posisi strategis dalam sejarah nasional, termasuk sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), sehingga identitasnya sebagai Kota Perjuangan perlu terus diperkuat melalui berbagai program pembangunan dan promosi daerah.

"Saya mengapresiasi kegiatan ini karena memiliki nilai sejarah mendunia dan menjadi ikon wisata Sumatera Barat," katanya.

Senada dengan itu, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyebut hubungan Indonesia dan Belanda saat ini terus berkembang secara konstruktif melalui berbagai bentuk kerja sama yang melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, hingga masyarakat.

Ia menilai Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia sekaligus menyimpan warisan budaya yang dapat menjadi jembatan penghubung antara masyarakat kedua negara.

"Jam Gadang menjadi simbol persahabatan yang telah menyaksikan berbagai peristiwa penting selama satu abad," ujarnya.

Marc menambahkan, hubungan antara Belanda dan Indonesia, khususnya dengan masyarakat Minangkabau, memiliki fondasi yang kuat dan terus berkembang melalui kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi.

Karena itu, ia berharap hubungan tersebut dapat semakin diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga dapat diperkuat melalui kerja sama antardaerah, perguruan tinggi, komunitas budaya, hingga masyarakat.

Menurutnya, Bukittinggi dan Amsterdam memiliki keterkaitan sejarah yang dapat menjadi dasar penguatan hubungan persahabatan kedua bangsa.

"Bukittinggi dan Amsterdam memiliki nilai sejarah yang dapat menjadi jembatan persahabatan kedua bangsa. Kami melihat peluang besar untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengelolaan arsip sejarah hingga pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Vasko menambahkan, Sumatera Barat memiliki berbagai potensi strategis yang terbuka untuk kerja sama internasional, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, pendidikan hingga pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, pengalaman Belanda dalam pengelolaan air, teknologi pertanian, ekonomi hijau, dan pembangunan berkelanjutan dinilai dapat menjadi referensi penting bagi percepatan pembangunan daerah.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga dapat menjadi modal penting dalam membangun kerja sama dan persahabatan yang lebih luas.

"Melalui momentum ini, Bukittinggi ingin memperkuat posisinya sebagai kota bersejarah yang terbuka terhadap kolaborasi global," kata Ramlan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi menawarkan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama mitra internasional.

Di antaranya pengembangan arsip digital sejarah Indonesia-Belanda, penguatan jaringan penelitian, program pertukaran pelajar dan akademisi, museum digital berbasis teknologi, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, hingga wisata sejarah.

Peringatan 100 tahun Jam Gadang diharapkan tidak hanya menjadi perayaan sejarah semata, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai kolaborasi internasional yang mampu mendorong kemajuan daerah sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Belanda di masa depan. (*)

Tags : jam gadang, 100 tahun jam gadang, bukittinggi, sumbar, jam gadang bisa sebagai kota bersejarah bertaraf dunia,