Riau   2026/09/20 13:11 WIB

1.685 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Hanya Catat Tiga Titik karena Terus Digempur Hujan

1.685 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Hanya Catat Tiga Titik karena Terus Digempur Hujan

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM — Sebanyak 1.685 titik panas atau hotspot masih terdeteksi di Pulau Sumatera pada Minggu 20 September 2026.

Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau mencatat tiga hotspot yang tersebar di tiga daerah.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan tiga hotspot di Riau masing-masing terpantau di Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Sementara itu, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Sumatera, yakni mencapai 1.204 titik. Berikutnya Bangka Belitung dengan 219 titik, Jambi 175 titik dan Lampung 76 titik.

Hotspot juga terpantau di sejumlah provinsi lainnya, yakni Bengkulu sebanyak tiga titik, Kepulauan Riau dua titik, serta Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing satu titik.

Meski hotspot masih terpantau di sejumlah wilayah Sumatera, kondisi di Riau relatif lebih rendah. Selain itu, potensi hujan juga masih muncul di sejumlah wilayah.

"Di Riau, selain sebaran hotspot yang rendah, potensi hujan juga masih muncul di sejumlah wilayah sepanjang Minggu," imbaunya.

Sebelumnya, sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera masih tinggi pada Sabtu 19 September 2026 sore.

Data BMKG Pekanbaru mencatat sebanyak 1.441 titik panas terdeteksi di sejumlah provinsi, namun kontribusi Riau relatif rendah dengan hanya dua titik.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi menyampaikan, dua hotspot di Riau tersebut masing-masing terdeteksi di Kota Dumai dan Kabupaten Inhu.

Kondisi ini menunjukkan pola sebaran hotspot di Sumatera pada Sabtu sore tidak merata.

Konsentrasi terbesar justru berada di Sumatera bagian selatan, terutama Sumsel yang menyumbang 1.025 titik atau sekitar 71 persen dari total hotspot Sumatera.

Selain Sumsel, hotspot juga terpantau di Babel sebanyak 199 titik, Jambi 141 titik, dan Lampung 67 titik.

Sementara provinsi lainnya mencatat jumlah yang jauh lebih rendah.

Di Riau, satu hotspot terdeteksi di Kota Dumai dan satu lainnya berada di Kabupaten Inhu.

Angka tersebut menjadi perhatian karena hotspot merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, keberadaan hotspot tidak serta-merta berarti telah terjadi kebakaran, sehingga diperlukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Dari total 1.441 hotspot yang terdeteksi di Sumatera, hanya dua berada di Riau.

Artinya, berdasarkan data pemantauan Sabtu sore, Riau menyumbang sekitar 0,14 persen dari keseluruhan hotspot Sumatera.

Meski jumlahnya rendah, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di wilayah yang terdeteksi hotspot.

Pemantauan lanjutan penting untuk memastikan apakah titik tersebut berkaitan dengan kebakaran lahan atau sumber panas lainnya.

Sementara itu, tingginya konsentrasi hotspot di Sumsel menjadi bagian paling menonjol dalam pemantauan BMKG pada Sabtu sore.

Dengan 1.025 titik, provinsi tersebut mencatat jumlah hotspot jauh lebih banyak dibandingkan provinsi lain di Sumatera.

Data hotspot bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, tutupan awan, aktivitas pembakaran, serta hasil pemantauan satelit pada waktu berikutnya.

Hujan berpeluang mengguyur sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Sabtu 19 September 2026.

Berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang bahkan telah terjadi di sejumlah besar wilayah Riau sejak pagi hari.

Kondisi udara pada pagi hari diprakirakan kabur hingga berawan. Hujan yang terpantau melalui radar juga berpeluang berlanjut di sejumlah wilayah pada periode berikutnya.

Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Bengkalis dan Kepulauan Meranti

Pada malam hari, peluang hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak. Secara umum, kondisi udara masih diprakirakan kabur hingga berawan.

Potensi hujan kembali meluas pada dini hari. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Riau.

Forecaster On Duty, Indah DN, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kab. Kampar, Kab. Indragiri Hulu, Kab. Indragiri Hilir, Kab. Kuantan Singingi, Kab. Pelalawan, Kab. Siak dan Kota Pekanbaru pada pagi dan malam/dini hari,” kata Indah DN dalam informasi prakiraan cuaca Riau.

Masyarakat yang berada di wilayah masuk peringatan dini diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama ketika hujan terjadi pada pagi serta malam hingga dini hari.

Sementara itu, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan udara juga tergolong cukup tinggi, yakni mencapai 50 hingga 100 persen.

Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 sampai 40 kilometer per jam.

"Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masih berada dalam kategori rendah," jelasnya.

BMKG Stasiun Pekanbaru memprakirakan sejumlah wilayah di Provinsi Riau berpotensi diguyur hujan pada Minggu 20 September 2026.

Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa mengatakan, hujan berpotensi terjadi mulai siang hingga sore hari di sejumlah wilayah.

"Siang hingga sore, hujan berpotensi turun di Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan dan Dumai," kata Elisa, Minggu (20/9).

Memasuki malam hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Dumai.

Sementara pada dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian wilayah Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Siak dan Dumai.

Tak hanya hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Riau.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak dan Pekanbaru.

Potensi tersebut diprakirakan terjadi pada pagi serta malam hingga dini hari.

"Untuk kondisi udara, BMKG memprakirakan udara kabur hingga berawan pada pagi, malam dan dini hari. Sementara siang hingga sore hari diprakirakan kabur hingga cerah berawan," jelasnya.

Untuk suhu udara, BMKG memprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berkisar antara 50 hingga 100 persen.

Angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

Sementara itu, kondisi perairan Riau relatif aman dari gelombang tinggi. Tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter dan berada dalam kategori rendah.

Dengan adanya potensi hujan lebat, petir dan angin kencang di sejumlah daerah, masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini BMKG perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. (*)

Tags : karhutla, kebakaran hutan dan lahan, 1.685 hotspot terdeteksi di sumatera, karhutla padam, riau, hujan gempur karhutla,