Pekanbaru   2020/07/21 17:16 WIB

Dua Pasien Sakit Jiwa Positif Covid-19 Dirawat

Dua Pasien Sakit Jiwa Positif Covid-19 Dirawat

PEKANBARU, RIAUPAGI.com - Dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dinyatakan positif covid-19 oleh tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Riau, Senin (20/7) sore kemarin. Kini kedua orang pasien tersebut telah diisolasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Kota Pekanbaru.

Saat ini, kedua pasien ODGJ itu sedang kita rawat dan isolasi di sini (RSJ) sebagai pasien positif Covid-19, ujar Direktur RSJ Tampan Dr Haznelli Juita, Selasa (21/7).

Haznelly mengatakan, pasien tersebut adalah wanita inisial AN (53) warga Kabupaten Kampar. Sebelum dinyatakan positif, pasien ini diketahui telah keluar rumah selama beberapa hari. Kemudian kembali ke rumah, dan dia bukan pasien yang sehari-hari dirawat di RSJ Tampan.

Pasien ini dirawat di rumahnya oleh pihak keluarga, bukan pasien ODGJ di tempat kita, katanya

Dia menyebutkan, pasien ini juga memiliki keluhan gelisah, marah-marah, bicara sendiri, putus obat, demam, batuk, pilek, sakit pada tenggorokan, dan dari hasil rontgen dinyatakan bronkitis.

Selanjutnya pada 17 Juli 2020, dilakukan pemeriksaan swab terhadap AN dengan hasil dinyatakan positif Covid-19. Belum diketahui riwayat penularan dari AN karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Selanjutnya, wanita inisial L (39) juga warga Kabupaten Kampar. Pasien L juga memiliki keluhan gelisah, marah-marah, meresahkan warga, bicara sendiri, demam, batuk, pilek, sakit pada tenggorokan, dan dari hasil rontgen dinyatakan bronkitis. L dilakukan pemeriksaan Swab pada 18 Juli 2020 dengan hasil dinyatakan positif Covid-19.

Namun, belum diketahui riwayat penularan dari L karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Kondisinya saat ini sudah lumayan stabil, jelasnya.

Meski begitu, saat ini pasien ODGJ yang berada dalam RSJ masih aman. Belum terdapat pasien yang terpapar virus corona. Untuk pasien yang di dalam masih aman, karena diterapkan pembatasan kunjungan. Bahkan nyaris tidak ada kunjungan. Jika keluarga rindu pihak RSJ mengarahkan untuk untuk video call.

Pembatasan ini tidak lain untuk memutus penularan Covid-19 kepada pasien ODGJ yang tengah dirawat di dalam rumah sakit. Sebab, memang pasien ODGJ agak sulit untuk dikontrol sehingga timbul kekhawatiran kita akan penularan Covid-19 itu, katanya.

Untuk mengantisipasi adanya penularan dari luar, saat ini pihaknya memperketat penjagaan dengan menerapkan sistem protokol kesehatan Covid-19. Kata Haznelly, hanya ada satu pintu masuk ke RSJ yang difungsikan saat ini. Di pintu tersebut juga telah disiapkan petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan baik itu karyawan maupun tenaga medis.

Siapa pun yang masuk kita periksa sesuai protokol kesehatan. Kita berharap karyawan dan tenaga kesehatan betul-betul disiplin, tandasnya.

Penulis: Abdulah Sani
Editor: Elfi Yandera

Tags : -,