PEKANBARU - Kasus kebakaran bangunan di Kota Pekanbaru masih tergolong tinggi sepanjang tahun 2025. Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada dan melakukan langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kebakaran.
"Kasus kebakaran bangunan bisa berakhir rengut nyawa."
“Memasuki akhir Januari kita mulai masuk musim panas. Kejadian kebakaran banyak dipicu oleh panas yang cukup tinggi dan jaringan listrik yang sudah tua. Akibatnya sering terjadi arus pendek,” kata Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, Kamis (29/1)..
Data Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kota Pekanbaru mencatat, sepanjang tahun 2025 terjadi 247 kasus kebakaran bangunan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Dari ratusan kejadian itu, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 30 orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam.
Berdasarkan catatan bulanan, kasus kebakaran paling banyak terjadi pada Juli dan Oktober 2025, masing-masing mencapai 31 kejadian.
Sementara itu, pada Januari tercatat 14 kasus, Februari 15 kasus, serta Maret dan April masing-masing 14 kasus.
Jumlah kebakaran kemudian meningkat pada Mei dan Juni dengan masing-masing 16 kasus. Pada Agustus tercatat 29 kasus, September 17 kasus, November 27 kasus, dan Desember 23 kasus kebakaran.
Markarius Anwar, menyebutkan bahwa suhu panas yang cukup tinggi ditambah kondisi instalasi listrik yang sudah tua menjadi faktor utama pemicu kebakaran di Pekanbaru.
Menurutnya, memasuki akhir Januari, wilayah Pekanbaru mulai mengalami musim panas yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Ia menegaskan, persoalan instalasi listrik di rumah warga harus segera menjadi perhatian serius.
Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat, khususnya yang menempati rumah berusia di atas 20 tahun, untuk segera mengganti instalasi listrik guna mencegah risiko kebakaran, tanpa harus menunggu terjadinya korsleting. (rp.ind/*)
Tags : kebakaran, kebakaran bangunan, pekanbaru, 247 kasus kebakaran sepanjang 2025, News Kota,