Agama   2026/06/17 19:30 WIB

Alquran Jadi Fondasi Perubahan Peradaban, Kata Profesor Asal Mesir

Alquran Jadi Fondasi Perubahan Peradaban, Kata Profesor Asal Mesir

Alquran mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju generasi shalih.

AGAMA - Pakar Alquran asal Mesir, Prof Ahmad Isa Al-Masarawy menegaskan bahwa kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban sangat bergantung pada kualitas manusia yang membangunnya.

Menurut dia, Alquran telah memberikan fondasi perubahan peradaban melalui pembangunan manusia yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan nilai-nilai Ilahiah.

Hal tersebut disampaikan Prof Al-Masarawy saat menjadi pembicara dalam acara World Quranic Civilization Forum (WQCF) 1448 H di Exhibition Hall SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026).

Dalam paparannya, Prof Al-Masarawy mengatakan visi Alquran dalam membangun peradaban berpusat pada tiga pokok utama, dengan titik tekan utama pada hubungan erat antara manusia dan peradaban.

"Peradaban Alquran berkaitan erat dengan manusia. Perubahan peradaban terjadi seiring dengan perubahan yang terjadi pada manusia itu sendiri," ujar Prof Al-Masarawy.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Alquran yang menyatakan, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri."

Menurut dia, ayat tersebut menjadi landasan utama dalam memahami maju dan mundurnya sebuah peradaban.

Prof Al-Masarawy menjelaskan, sepanjang sejarah, berbagai peradaban mengalami pasang surut seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakatnya.

Semakin manusia menjalani kehidupan berdasarkan metode dan nilai yang diajarkan Alquran, semakin tinggi pula peradaban yang dapat dibangun.

Sebaliknya, ketika manusia menjauh dari petunjuk Alquran, maka peradaban yang mereka miliki akan mengalami kemunduran.

"Kita menyaksikan sendiri bagaimana umat manusia mengalami ketertinggalan ketika menjauh dari metode Alquran dan peradaban Alquran,”kata dia.

Menurut dia, inti dari pembaruan peradaban terletak pada pembangunan manusia secara benar dan menyeluruh. Investasi paling penting dalam membangun peradaban, kata dia, bukan semata-mata pada aspek material, melainkan pada pembentukan manusia yang memiliki nilai-nilai akhlak dan peradaban Alquran.

"Investasi yang sebenarnya bagi peradaban adalah membangun manusia secara benar dengan berlandaskan nilai-nilai peradaban dan akhlak Alquran,"kata dia.

Ia menambahkan, jika pembangunan manusia dilakukan secara tepat, maka masyarakat yang lahir akan menjadi masyarakat yang kuat, beradab, dan memiliki karakter universal.

Prof Al-Masarawy mengingatkan, Alquran pertama kali diturunkan kepada masyarakat Arab yang saat itu diliputi perpecahan, konflik, peperangan, dan berbagai bentuk kerusakan moral.

Namun, melalui bimbingan wahyu dan pendidikan Rasulullah SAW, masyarakat yang semula tenggelam dalam kebodohan berhasil berubah menjadi generasi unggul yang memimpin peradaban.

"Alquran mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju lahirnya generasi shalih yang memimpin dan membangun masyarakat. Generasi yang dibesarkan dalam naungan Alquran berhasil membangun peradaban besar yang memimpin umat sejak awal kenabian Muhammad SAW," jelas Prof Al-Masarawy.

Menurut dia, pengalaman sejarah tersebut menunjukkan bahwa pembaruan masyarakat dan kebangkitan peradaban selalu dimulai dari pembaruan manusia yang berpijak pada nilai-nilai Alquran.

World Quranic Civilization Forum (WQCF) ini digelar Unlimited Qur’an Miracles dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Forum internasional yang mengusung tema “Hijrah Arah Keluarga Qurani” ini dirancang sebagai perpaduan antara pelatihan dan forum ilmiah yang menghadirkan ulama serta akademisi dari berbagai negara untuk membahas penguatan keluarga sebagai fondasi peradaban Islam.

Pengarah WQCF 1448 H, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menegaskan bahwa peradaban yang kokoh tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan dibangun dari keluarga yang memiliki visi, arah, dan nilai yang benar.

Menurutnya, sejarah Islam telah menunjukkan bagaimana kebangkitan peradaban bermula dari pembinaan manusia dan keluarga, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW melalui manhaj Darul Arqam pada masa awal dakwah.

Karena itu, WQCF 1448 H mengangkat tiga fokus pembahasan utama, yaitu Alquran sebagai sistem nilai keluarga Muslim, metodologi keluarga Qurani dalam membentuk generasi yang tangguh, serta arsitektur peradaban berbasis wahyu. (*)

Tags : alquran, alquran fondasi, peradaban al masarawy, prof al masarawy, wqcf, visi alquran,